Hotel De Amor

Hotel De Amor
kembali bekerja di Hotel berkat daddy



Kembali bekerja di Hotel berkat Daddy


Malam itu, Zeky sama sekali tidak bisa tidur. Ia masih kepikiran dengan semua hasil rundingannya dengan paman Damian. Ia sangat keberatan dengan keputusan itu.


Flash back Restorant.


“Paman, aku akan melunasi semua hutang gadis itu.” Ucap Zeky dengan sungguh – sungguh.


“Zeky, aku sangat menghargai kainginan mu. Tapi sebelum ia berhutang, kami sudah buat kesepakatan untuk dia sendiri yang harus membayar hutangnya.” Kata Damian. Walau bagimana pun, ia ingin putrinya mandiri dan belajar dari kesalahannya.


Zeky putus asa mendengar itu, ia ingin bisa menguasai Guzel seorang diri. Ia tidak mau Guzel bekerja pada orang lain.


“Baiklah, bagaimana kalau begini saja. Aku akan membayarkan semua hutang Guzel pada paman. Dan Guzel berpindah hutang padaku? Bagaimana paman? Adil bukan?” ucap Zeky berharap ide nya di terima.


“Zeky, anak itu harus mandiri. Ia harus bisa mendapatkan semua uang itu sendiri. Lagian uang segitu hanya lah sedikit.”


“Uang itu memang sedikit bagi kita, paman. Tapi untuk orang seukuran Guzel, uang 500 juta sangat lah banyak. Apalagi gadis miskin itu temperamennya sangat buruk sekali.” ucap Zeky tanpa sadar mengatai Guzel di depan ayahnya.


“Benarkah? Apa dia sering marah? Tapi seingat paman, anak itu sangat baik, manis dan juga penurut.” Ucap Damian. Karna memang selama ini Guzel seperti itu padanya.


“Penurut apanya, ia selalu membantah perkataan ku.” Ucap Zeky dengan nada jengkel. Damian hanya bisa tertawa mendengar itu, anaknya tidak akan marah kalau tidak di pancing duluan.


“Baiklah. Tetap kepada keputusan ku. Biarkan anak itu bekerja. Ia harus melunasi hutangnya sendiri pada ku.” Ucap Damian final.


“Tapi paman, dia adalah tawanan ku. Aku tidak mau kalau dia kabur begitu saja.” Ucap Zeky tidak terima.


“Ya sudah kalau begitu. Kenapa kau tidak mempekerjakan dirinya, dan kau bisa menggajinya. Dengan begitu kau tidak akan kehilangannya. Awasi dia 24 jam. Dia tidak akan kabur selama sudah nyaman dengan pekerjaannya.”


“Benarkah begitu paman?”


“Tapi paman,”


“Atau biarkan dia kembali bekerja di Hotel De Amor, tempat di mana dia bekerja sebelumnya. Di sana bukanlah milik mu? Kau tidak akan kehilangannya. Mengingat penjagaan diHotel itu super ketat.” Ucap Damian. Walau bagimana pun, Guzel dan Zeky adalah lawan jenis. Dari pada sesuatu terjadi, lebih baik di cegah bukan? Apalagi anaknya adalah yang Gadis.


“Tapi paman,” Zeky tidak bisa membantah hal itu.


‘baiklah, dia boleh kembali bekerja. Tapi dia tidak boleh pulang lagi ke kos.” Kata Zeky kemudian.


“Dia harus tidur di hotel juga, mengingat akan sangat susah kalau harus mengawasi dia saat pulang ke kos, dengan keterbatasan ku. Jika saja aku sesempurna dulu, maka hal seperti itu sangat lah mudah.” Ucap Zeky mengingat dirinya yang buta.


Damian prihatin mendengar itu. “kau pasti bisa melihat lagi, boy.” Ucap Damian sambil menepuk pundak Zeky.


“Aku harap begitu, paman.”


“Tentu saja kau harus bisa melihat. Kau harus bisa melihat putri ku saat tumbuh dewasa. Kau akan sangat terkejut melihat siapa putri ku nanti.”


“benarkah paman?” tanya Zeky berbinar, sudah lama ia tidak bertemu dengan putri Damian.


“Ya, kalian akan bertemu nanti.”


Flash Back End.


Mengingat semua keputusan Damian tadi siang, membuat Zeky harus menghela nafasnya. Karna tidak bisa tidur, akhirnya Zeky keluar dari kamar untuk mencari air putih. Namun, ia menabrak dan Gubrak..


Zeky merintih kesakitan, bahkan kedua tangannya tanpa sengaja memegang sesuatu yang kenyal. Apa itu?


Bersambung.......