Hotel De Amor

Hotel De Amor
Bersikap Aneh



Seperti yang sudah di rencanakan Zeky sebelumnya, saat itu sekertaris Kai sudah ada di mansion. Untuk memenuhi permintaan sang Tuan. Namun sekertaris Kai di buat sangat terkejut ketika sang bos berkata kalau di dalam kamar juga harus di pasang CCTV. Tapi hanya di kamar utama. Bukan kamar Guzel ataupun kamar pelayan.


“Tuan, bukan kah terlalu privasi kalau kamar anda di pasang CCTV? Bagaimana kalau penjaga yang memantau CCTV bisa melihat apa saja yang anda lakukan di dalam kamar?” tanya sekertaris Kai heran. Apa yang di fikirkan bosnya?


“Akses CCTV hanya aku yang bisa melihatnya. Kau tau bukan, aku punya ruang rahasia di tempat ini. Hanya aku yang bisa memasuki tempat rahasia itu. Bahkan Daddy atau pun dirimu tidak mengetahui di mana tempat itu.” Kata Zeky kemudian, dan sekertaris Kai mengangguk.


Memang benar kalau tempat ini ada ruang rahasia. Bahkan bangunannya di setting agar tidak ada yang tau. Mansion ini sangat cocok jika di jadikan sebagai tempat bersembunyi.


“Kau atur saja semua CCTV untuk terhubung ke dalam komputer. Dan aku akan menaruhnya ke tempat itu.” Kata Zeky kemudian.


“Baik, Tuan.”ucap sekertaris Kai yang langusng bernafas lega saat semua berjalan dengan lancar. Ia ingin sekali pulang kerumah dan bermaja manja dengan kasur empuknya.


...................................


Di pagi yang cerah, ada yang berbeda dalam diri Guzel saat itu. Hari ini Guzel akan bersikap baik pada Zeky. Siapa tau, nanti pria itu akan berubah pikiran untuk memberinya Gaji. Sungguh, Guzel sangat membutuhkan uang.


Tidak seperti biasanya, kini Guzel sudah berada di pintu kamar Zeky untuk menyambutnya. Tepat saat pintu terbuka, Guzel langsung bersuara. “Selamat pagi, Tuan.” Ucap Guzel denagn nada riang. Ia sudah menerima takdirnya.


Zeky terkesiap kaget. Ada apa dengan gadis ini? Kenapa ia berubah sangat ramah. Bahkan bulu kuduk Zeky menjadi semakin merinding.


“A.. Ada apa?” tanya Zeky dengan was – was. Ia masih terkejut.


“Bukan apa – apa, Tuan. Apa anda membutuhkan sesuatu?” tanya Guzel dengan ramah. Zeky semakin gusar mendengar pertanyaan Guzel dengan suara yang amat lembut. Apa sebentar lagi akan kiamat?


“Tidak Tuan. Memang seperti ini lah saya, memangnya saya seperti apa? oh ya Tuan. Saya sudah memasak masakan korea seperti yang anda Riquest kemarin. Namun kali ini saya membuat menu berbeda. Anda pasti akan menyukainya.” Kata Guzel dengan percaya diri.


Karna tadi pagi dia sudah menyuruh seluruh pelayan untuk mencicipi masakannya. Dan semuanya sangat suka. Ia sangat yakin kalau Zeky juga akan menyukainya.


“Kenapa kau percaya diri sekali?” kini Zeky sudah mulai terbiasa.


“Tentu saja. Mulai sekarang saya akan bekerja dengan baik Tuan.” Kata Guzel dengan tersenyum lebar, walau Zeky tidak bisa melihat itu.


“Baiklah. Untung kau sudah tau posisi mu disini. Bekerjalah dengan baik.” Ucap Zeky yang kemudian langsung berlalu pergi untuk mengisi perutnya.


Setelah Zeky berjalan melewatinya, Guzel langsung mencibir. ‘Bekerjalah dengan baik.’ bisik Guzel pelan. Menirukan apa yang Zeky ucapkan.


Namun Guzel langsung tersentak kaget saat sebuah teriakan membangunkannya dari lamunannya.


“Guzel, kau dimana? Kenapa lama sekali?” teriak Zeky dari ruang tengah.


Guzel langsung memasang wajah ceria dan bersiap menemui si galak. “Ya, aku akan segera kesana.”


Bersambung........