
26 Daddy ngapain di sini?
Hari itu, adalah hari senin. Sesuai dengan kesepakatan di awal, Guzel akan memasak. Zeky sudah menunggu di meja makan. Guzel hanya di beri waktu satu jam untuk bertempur dengan peralatan dapurnya.
Waktu pun berlalu, dengan penuh telaten, Guzel menyajikan hidangan di atas meja. Entah kenapa Zeky sangat sennag saat mendengar hidangan sudah tersaji di atas meja. “Tuan, sudah selesai.” Ucap Guzel. Ia sekarang tidak ingin kurang ajar lagi sama Zeky. Ia cukup takut kalau akan di hukum lagi.
“Suapi aku. Selama satu minggu ini kau tidak pernah melakukan tugas mu. Aku akan memaafkan mu, tergantung dari rasa masakan ini. Jika tidak ada perubahan dari rasanya, maka terimalah hukuman yang lebih parah dari ini.” Ancam Zeky. Ia cukup senang saat Guzel sekarang menjadi sedikit penurut.
“Baik, Tuan.” Ucap Guzel.
Guzel sedikit menyuapkan makanan aneka korea itu. Guzel mempelajari masakan jepang dan korea. Karna ibunya adalah blasteran dari kedua negara itu. Zeky sedikit menyesuaikan diri dengan rasa masakan Guzel. Setelah beberapa kunyahan, Zeky hampir saja menangis.
Zeky tidak bisa menahan rasa sesak di dalam dadanya. Ia pun bangkit berdiri setelah hanya memakan sesuap. Zeky hanya ingin melarikan diri ke dalam kamar dan menumpahkan segala tangisannya di sana.
Sedangkan Guzel, jangan tanya seperti apa keterkejutan Guzel saat Zeky meninggalkan nya sendiri di ruang makan. Guzel tidak bisa menebak seperti apa yang dirasakan Zeky. Raut wajahnya sangat datar. Lalu, bagaimana hasil rasa masakan Guzel?
Guzel hanya bisa mondar mandir ngga jelas di ruang makan. Ia menerka, apa yang akan terjadi. Karna penasaran, Guzel kembali mencicip hasil masakannya. Setelah di rasa beberapa kali. Rasanya cukup enak. Tapi, kenapa Zeky terlihat seperti tidak berminat sama sekali untuk memuji hasil masakannya. Apa masakan Guzel tidak sesuai dengan lidahnya. Selera seseorang berbeda, bukan?
Karna tidak mau gelisah sendiri, Guzel mencari Minah. Ia sangat membutuhkan kehangatan di saat seperti ini. Dan benar saja, ibu barunya itu sangat tau bagaimana membuat hatinya senang.
Tak lama setelah itu, Zeky kembali keruang makan dan mengambil piring yang tadi sudah di isi Guzel dengan masakan korea itu. Zeky kembali menikmatinya di dalam kamar, sambil memikirkan ibunya yang telah tiada.
Ibu Zeky adalah orang korea. Zeky sudah lama tidak memakan makanan korea. Karna itu akan membuatnya sedih. Namun sepertinya Zeky tidak bisa menolak rasa ini. Karna rasanya hampir sama dengan masakan ibunya. Bagaimana bisa gadis itu memasak menjadi seenak ini. Padahal sebelumnya rasanya sangat hancur.
“Mom, aku sangat merindukan mu. Apakah kau sedang berbahagia sekarang? Semoga Tuhan selalu menjaga mu. Aku hidup dengan sangat baik, mom. Walau Daddy jarang menemui ku, tapi pria tua itu sudah membesarkan ku dengan baik. Aku bisa memaklumi semua kesibukannya.”
Mansion utama di pakai sang ayah, sedangkan Zeky sengaja membangun mansion kedua karna ia tidak pernah bisa tidur nyenyak di mansion utama. Ditempat itu akan terus mengingatkannya pada kematian ibunya di depan matanya.
Sedangkan Guzel masih mengungkapkan kegelisahannya pada si ibu baru.
“Bu, pria itu pergi begitu saja setelah hanya mencicipi sesuap. Bagaimana ini, apa ia tidak menyukai masakan ku? Sudah ku bilang, lebih baik aku memasak makanan jepang saja, kenapa juga aku harus memilih masakan korea.” Gerutu Guzel pada dirinya sendiri.
“Kenapa juga kau memilih untuk mesak makanan korea, kalau dirimu ragu, Zel?” tanya Minah. Ia sekarang memanggil Minah tanpa ada embel – embel nona. Karna itu adalah permintaan Guzel sendiri.
“Itu karna.....” Guzel menghentikan ucapannya saat tau ia akan mengungkapkan jati dirinya.
“Kau ceroboh sekali Guzel, kau hampir saja berkata kalau mommy mu adalah blasteran antara Jepang Korea, dan ayah mu orang amerika.” Pikir Guzel dalam hati.
“Itu karena aku ingin. Iya, aku ingin. Saat itu aku bingung antara memilih kedua negara itu, jadi akhirnya aku memilih korea. Ya, hanya karna itu.” Ucap Guzel.
‘Ini semua gara – gara Daddy. Aku jadi sangat pandai berbohong sekarang. Bahkan sangat fasih. Maaf ya, bu. Aku telah berbohong pada mu. Tapi tidak akan lama. Semoga semua ini akan berakhir.’ Batin Guzel menjerit.
Setelah bermanja dengan ibu barunya, Guzel berniat kembali keruang makan. Namun Guzel sangat terkejut melihat sosok yang sedang duduk di ruang makan bersama Zeky. Guzel hanya bisa berlari sangat kencang untuk menyelamatkan diri. Bisa tamat kalau orang itu tau dia ada di tempat ini.
“Kenapa juga Daddy harus ada di tempat ini. Aku akan di hukum jika daddy tau aku tinggal bersama seorang pria. Tunggu, apa orang yang mengikuti ku tau, kalau aku sedang ada di sini?” pikir Guzel bingung.
Sedangkan orang yang mengikuti Guzel kini sedang kebingungan mencari. Kemana Nona Mudanya pergi. Karna memang Zeky menculik tanpa meninggal kan jejak sedikit pun. Dan daddy Guzel juga di beri tau atas hilangnya Guzel.
..........................................
“Paman. “ ucap Zeky girang. Ia menyapa teman ayahnya ini dengan senang. Pasalnya dulu mereka sering bermain bersama.
“Bagaimana keadaaan mu?” Tanya Damian.
“Aku baik, paman.” Ucap Zeky menunjukkan keangkuhannya.
“Ya, kau tidak boleh berubah hanya karna hal ini. Di luar sana banyak yang ingin menjatuhkan mu. Jadi, kau harus berhati – hati. Jadikan ini sebagai pelajaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi di masa depan.” Tutur Damian Araceli, ayah Guzel.
“Ya, paman. Kau benar. Aku akan segera sembuh dan bermain kemansion Araceli. Jadi tunggu saja.” Kata Zeky dengan semangat.
“Ya, kami menunggu kedatangan mu.” Jawab Damian. Damian memang datang kemari untuk menjenguk Zeky, setelah Levent memberi tau kalau anaknya baru saja mengalami kecelakaan.
“Itu harus.” Ucap zeky dengan tertawa. “Oh ya, paman. Apa putri paman ada di rumah?” tanya Zeky penasaran. Dulu ia pernah bermain dengan gadis kecil itu. Gadis itu sangat imut, dan juga cantik di saat yang bersamaan. Siapapun yang melihatnya akan terpesona.
Damian terlihat murung setelah Zeky mengatakan itu. Namun ia kembali memasang wajah yang bahagia dan berkata. “Aku membiarkannya bermain agar dia bisa lebih dewasa. Kau bilang saja kalau mau main kerumah. Nanti aku akan menyuruhnya pulang.”
“Pasti sangat menyenangkan, punya ayah yang sangat pengertian padanya.” Ucap Zeky kesal.
“Kau sedang menyindir ayah mu?” tanya Damian dengan tertawa.
“Ya. Pria itu sangat gila kerja sampai lupa kalau masih punya anak. Sedangkan paman adalah orang yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Aku sangat iri dengan putri cantik mu yang selalu mendapatkan limpahan kasih sayang setiap hari. Aduuuuuhh !!” Zeky meringis kesakitan saat ada yang memukul kepalanya. Siapa yang berani melakukan itu padanya? Tidak mungkin paman Damian, bukan?
Bersambung..........