Hotel De Amor

Hotel De Amor
Hari Yang Panjang Akan Segera Di Mulai




hari yang panjang akan segera di mulai



Malam harinya, Guzel nonton Youtube hampir sampai pagi. Ia sedang menghafalkan jenis – jenis bumbu yang akan ia gunakan untuk memasak.


“Baiklah, tuan menyebalkan. Akan ku tunjukkan pada mu kehebatan ku. Aku akan belajar dengan cepat. Aku ini anak yang pintar, kau saja yang tidak tau kemampuan ku. Daddy akan menggantung mu keatas menara eifel kalau tau putri tercintanya sudah di hina sedemikian rupa oleh mu. Tapi tenang saja, karna kebaikan ku, aku hanya akan memendam kekesalan ku sendiri tanpa akan memberi tau pada Daddy. Ck, sudah lah Guzel. Kenapa juga kau terus memikirkan lelaki menyebalkan itu? Yang kau lakukan seharusnya adalah menjaga diri dan biarlah pria itu berfikir yang tidak – tidak tentang mu. Yang penting kau tidak melakukannya sama sekali.” pikir Guzel mantap dengan keputusannya.


Setelah berusaha menghafal, Guzel tertidur di jam satu pagi. Saat waktu menunjukkan jam 6 pagi, alarm ponsel Guzel berbunyi sangat nyaring. Guzel sengaja menyalakan alarm karna ia mau belanja. Guzel segera menyikat gigi dan cuci muka. Ia mendekati seorang pelayan.


“Kau, bukan kah kau yang bernama Minah?” tanya Guzel pada seorang wanita paruh baya.


“Ya, Nona. Nama saya Minah. Ada yang bisa saya bantu, nona?” tanya Minah dengan lembut. Ia sangat senang di sapa oleh kekasih tuannya.


“Bisa kau tunjukkan pada ku, di mana letak supermarket terdekat disini?”


“Disini agak jauh dengan keramaian kota. Tempat ini adalah bukit. Jadi untuk kesana harus menggunakan mobil.” Tutur Minah.


“Oh, baiklah kalau begitu. Kau mau mengantarkan ku ke sana? Aku ada urusan di sana.” Pinta Guzel memohon.


“Apa anda sudah izin sama Tuan, Nona?” taya Minah, karna semua yang terjadi di tempat ini harus sesuai denagn izinnya.


“Ya, tentu saja aku sudah meminta izin padanya. Bagaimana? Kau mau mengantarkan ku?” tanya Guzel pada Minah. Sebenarnya Gzuel berbohong. Ia tidak menghubungi Zeky sama sekali. ia sudah cukup kesal karna setiap berdebat dengan lelaki itu, ia hanya akan mendapatkan tuduhan yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


“Baiklah nona. Suatu kehormatan bisa mengantar anda. Mari, nona.” Ucap Minah mempersilahkan calon nona muda nya itu.


Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah supermarket yang paling besar di kotaitu.


“Mari Nona. Apa yang anda cari? Sehingga saya bisa memberi tau pada anda di mana tempatnya.”


“Bahan - bahan makanan yang sudah aku catat di sini.” Guzel memberikan sebuah kertas kecil untuk Minah.


Minah sedikit terkejut melihat bahan aneh yang di tulis Guzel. Karna bahan itu di buat untuk membuat aneka masakan jepang. Dan minah akan kesulitan menemukan semua bumbu.


“Nona, bahan – bahan ini untuk apa?” tanya Minah kemudian.


“Untuk memasak makanan jepang.”


“Iya nona. Kita akan kesulitan menemukan semua bahan ini di tempat ini. Bagaimana kalau kita beli beberapa bahan yang mungkin bisa kita masak dan yang tersedia disini. Nanti akan saya mita sekertaris Kai untuk memesan bahan lainnya yang anda butuhkan, sampai menunggu saat itu, maukah anda bersabar?” tanya Minah dengan hati – hati. Ia takut kalau perkataannya membuat nonanya ini marah.


“Apa kah akan lama?” Guzel bertanya karna kalau pengirimannya lama, itu sama saja membuat ia tidak punya waktu untuk belajar memasak.


“Tidak nona, palingan dua sampai tiga hari karna sekertaris kai bisa mempercepat proses pengiriman.” Tutur Minah kemudian.


“Nona, apa anda sedang mau memasak untuk Tuan Zeky?” tanya minah kemudian.


“Iya, aku harus bisa memasak. Aku sangat tidak suka dengan mulut berbisanya, yang selalu saja menghina ku. Pria itu sama sekali tidak punya hati nurani. Akan ku tunjukkan kepadanya kalau aku bisa.” Kata Guzel menggebu. Menyemangati dirinya sendiri.


“Tuan Zeky memang seperti itu nona. Tapi percayalah, hatinya lebih tulus dari pada orang lain yang hanya terlihat ramah saat menginginkan sesuatu dari kita.”


“Hey, apa maksud mu?”


“Tuan Zeky itu sangat baik. Hanya saja semua kebaikannya tertutupi oleh sifat nya yang arogan. Nona belum mengenalnya dengan baik. Cobalah lihat dengat hati anda, seperti apa tuan Zeky itu. Jangan hanya melihat Cover nya saja, nona. Maaf kalau ucapan saya terkesan menggurui. Saya berani mengatakan ini karna kalian berdua terlihat sangat menjunjung tinggi ego masing masing. kalau salah satu di antara kalian tidak ada yang mengalah, maka hubungan kalian juga akan sulit di jalan kan. Ingat nona, banyak gadis yang menginginkan menjadi posisi nona saat ini. Tuan Zeky adalah pria yang sangat berpengaruh di negri ini. Jadi anda harus bisa mempertahankan hubungan anda sekarang ini. Agar segala masalah kecil, tidak menjadi besar.” Ucap Minah.


‘Ada apa dengan pelayan ini. Kenapa semua punghuni mansion menganggap ku adalah kekasih tuan mereka? Kan jadi tambah rumyan urusannya. Ini tidak bisa di biar kan. Bagaimana caranya agar mereka tidak salah faham padaku?’ pikir Guzel dalam hati. Aneh sekali semua penghuni mansion. Tidak Cuma tuannya, tapi para pelayannya pun sama - sama aneh.


“Nona.. Nona...” Minah mengibas kan tangannya ke depan Guzel karna Guzel tidak kunjung merespon ketika di panggil. Bukannya tuli, Guzel hanya melamun.


“Iya.” Guzel berkata sangat keras karna ia terkejut. “Maaf.. maaf..” Guzel sedikit membungkuk meminta maaf saat sadar dirinya dan Minah menjadi pusat perhatian di supermarket itu.


“Nona, ayo kita berbelanja.” Minah mengajak. Guzel pun mengangguk dan mengikuti langkah Minah. Namun baru dua langkah, Guzel menghentikan Minah.


“Minah, tunggu dulu.” Cegah Guzel.


“Iya, nona. Ada apa?”


“Aku tidak bawa uang.” Sesal Guzel menunjukkan wajah memyedihkan. Ia lupa, ia miskin sekarang.


“Saya sudah tau nona. Oleh karna itu saya bawa uang.” Kata Minah.


“Bagaimana kau bisa tau?” pekik Guzel kaget.


Minah hanya tersenyum simpul sambil berkata. “Saya bisa melihatnya dari penampilan anda. Anda tadi pagi juga terkesan tergesa – gesa tanpa memikirkan apapun. Jadi saya bawa uang untuk jaga – jaga.” Guzel sangat malu mendengar kejujuran Minah.


“Maaf kan aku, Minah. Aku akan mengganti uang mu nanti. Oke. Bisa kah kau untuk tidak bilang pada pria menyebalkan itu tentang hal ini?” pinta Guzel memohon.


Minah hanya bisa tertawa melihat kecemasan Guzel. Calon nona mudanya ini terlihat sangat imut dan cantik di saat yang bersamaan. “Iya, nona. Tenang saja, mulut saya ini sangat bisa menyimpan rahasia.”


“Syukurlah.” Guzel bernafas lega, dan mereka berdua mulai berbelanja.


Setelah menghabiskan waktu selama satu jam, mereka pun pulang. Saat sampai di Mansion, Guzel sangat takut saat melihat Zeky sudah menunggunya di depan pintu. Dan tak lupa pula, sekertaris Kai juga sudah ada di sana.


“Huh, kenapa mereka terlihat seperti malaikat maut dan iblis. Apa mereka tidak punya ekspresi lain, selain memasang wajah menyeramkan seperti itu.” Pikir Guzel dalam hati.


Sepertinya hari yang panjang nya akan segera di mulai.


Bersambung...