
Sebuah ide
Hari demi hari, mereka semakin dekat. Guzel sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di mansion. dan sepertinya Zeky juga sudah cukup nyaman, berada di sekitar Guzel. Sore itu langit terlihat sedih. Mendung menghiasi. Dan mentari pun malu – malu untuk menampakkan diri.
Guzel sedang berada di kolam. Sedang mengayunkan kedua kakinya yang basah. Karna Guzel sengaja memasukkannya ke dalam kolam. Ini sudah hampir satu bulan, Guzel ada di tempat ini.
“Aku merindukan rumah. Mom, dad. Apa kalian tau kalau aku di sini? Aku makan dan tidur dengan baik di tempat ini. Apa kalian juga bisa tidur dengan tenang?”
Guzel hanya bisa merenungi. Ia ingin pulang. Tapi kalau ia berkata jujur pada Zeky, ia takut ayahnya akan kecewa padanya. Karna tidak bisa menjadi mandiri dan tidak menyelesaikan misi dari ayahnya. Padahal misi itu sangat lah mudah di lakukan. Seandainya Guzel tidak terkurung di tempat ini. Ia pasti sudah mendapatkan beberapa juta.
Setelah merenung cukup lama, ia mendapatkan ide. “Aha! Kenapa aku tidak kepikiran hal ini dari lama? Kenapa baru sekarang? Dasar kamu Guzel.” Teriak Guzel girang saat tau, ia bisa menyelesaikan masalah ini.
“Benar kata orang. Terkadang merenung dan menyendiri terkesan seperti melakukan sesuatu yang percuma. Tapi percayalah, hasil dari renungan itu adalah uang. Dengan merenung kita bisa berfikir lebih maksimal dan tentunya kita bisa memilih, keputusan yang mana yang lebih baik, dan yang tidak. Dengan merenung dan rileks sebentar dari dunia maya, kita bisa menemukan sebuah ide yang bisa membantu kita keluar dari masalah. Wow, apa aku sudah keren tadi bilangnya?” Ucap Guzel bangga dengan dirinya sendiri. Sepertinya ia sudah pantas untuk menjadi seorang motivator.
Sedangkan Zeky yang baru saja bangun dari tidur siangnya. Segera mengeliat.
“Zel.. Zel..” ia memanggil dimana orang yang sudah menemaninya tidur.
Tadi memang Zeky menyuruh untuk tidak meninggalkan dirinya sebelum ia terlelap. Dan Guzel baru pergi ke kolam renang setelah itu. Sepertinya hubungan keduannya semakin baik. Bahkan Zeky sekarang sudah memanggil nama untuk Guzel.
Zeky langsung pergi mencari di mana keberadaan Gadis itu setelah menemukan di mana tongkatnya.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya Minah dengan ramah.
“Kau tau dimana Guzel? Ia tidak ada di dalam kamarnya.” Kata Zeky. Ia memang dari kamar Guzel tadi, dan tidak ada jawaban.
“Nona sedang berada di taman belakang, dekat kolam renang. Anda mau saya antar kesana.” Tanya Minah menawarkan. Ia takut kalau tuannya malah nyasar dan masuk kedalam kolam.
“Tidak perlu, aku mau menyusulnya sendiri saja.” Ucap Zeky. Ia akan malu kalau ada yang mengantarkan, kecuali kalau Guzel yang mengantarkan.
Guzel yang tadinya bersemangat, semakin senang saat melihat Zeky datang kearahnya. Guzel segera berdiri dan menghampiri Tuannya.
“Tuan, anda sudah bangun? Maafkan saya Tuan, saya hanya bersantai di sini sejenak, sebelum kembali menemani anda.” Ucap Guzel dengan tulus.
“Tak apa. lakukan lah hal – hal yang bis membuat mu nyaman. Asal jangan melarikan diri.” ancam Zeky.
“Iya, Tuan. Oh ya Tuan, ada yang mau saya sampaikan.” Ucap Guzel. Ia ingin menyampaikan isi hatinya, tentang ide dapat uang yang ia dapat di kolam renang itu.
Bersambung.....