Hotel De Amor

Hotel De Amor
kedatangan Zeky



Kedatangan Zeky


Dor Dor Dor


Suara pistol yang memekakan telinga membuat Guzel terkejut dan pingsan seketika. Ternyata yang menembak tadi adalah Zeky. Ia berhasil menemukan keberadaanya dan segera ke lokasi. Untung saja ia tidak terlambat. Ia akan sangat menyesal saat ia terlambat sedikit saja.


“Zel.......” teriak Zeky yang langsung menjatuhkan pistolnya. Dan berlari melepaskan semua ikatan Guzel.


Hendri si pelaku tengah kesakitan sekarang. Zeky sangaja tidak menembak daerah vital agar si pria itu masih bisa hidup. Laura sangat terkejut dengan serangan tiba – tiba itu. Wanita itu kemudian melarikan diri tanpa berniat membantu suaminya yang sedang kesakitan.


“Laura. Kau mau kemana? Kenapa kau berniat pergi tanpa ku?” teriak suaminya dengan marah.


“Bukannya aku tidak mau pergi tanpa mu. Hanya saja kau sudah tidak berguna sekarang. Kau lihat, anak buah yang sudah kau latih bertahun-tahun itu langsung tumbang seketika hanya karna serangan kecil seperti ini. Kau sungguh kurang cerdik.” Hina Laura karna ia kesal. ia harus bisa menyelamatkan diri dari tempat itu hidup – hidup.


“Kau beraninya berkata seperti itu pada suami mu!” Hardik Hendri dengan kesal.


“Cuih, dasar tidak berguna.” Teriak Laura yang kemudian langsung melarikan diri saat salah satu anak buah Zeky mau mengikat tangannya.


“Kalian buntuti saja Laura. Buat ia merasa menang. Dan sudah berhasil lolos dari kalian. Setelah ia tertawa, tangkap dia dan masukkan kedalam penjara.” Perintah Zeky pada sekertarisnya sambil membawa Guzel dengan kedua tangannya.


“Lalu bagaimana dengan Hendri, Tuan?” tanya sekertaris Kai.


“Dia tidak akan bisa berjalan akibat dari tembakan itu. Langsung masukkan penjara. Laporkan juga kejahatan yang ia lakukan pada mantan sekertaris Daddy ku dulu. Buat dia di hukum mati.” Ucap Zeky dengan kesal dan berniat pergi ke rumah sakit.


“Baik Tuan.” Ucap sang sekertaris.


Hendri hanya bisa pasrah saat ia di bawa oleh para anak buah Zeky. Ia masih memikirkan perkataan istrinya yang sangat menyakiti hatinya. Apa selama ini istrinya tidak tulus mencintainya? Dalam perjalanan, Hendri menangis tersendu. Dan tidak ada yang memperdulikannya. Semua anak buah Hendri menulikan pendengaran mereka. dan tidak bertanya juga padanya. Kenapa ia mennagis.


“Semua yang aku lakukan sia-sia. Istri ku tidak pernah memeperdulikan ku. Semua yang ia lakukan pada ku selama ini hanyalah palsu. Sekarang aku tau. Kenapa anak ku tidak pernah menuruti ku. Dan sekarang lihatlah. Semua perjuangan ku selama ini. Hancur sudah sekarang. Semua hanya karna ambisi ku sendiri, yang ingin kaya dengan instan. Aku mengarang cerita kepada anak ku agar anak ku mau mengikuti perintah ku untuk menyusup keperusahaan besar itu. Bahkan istri ku dengan mudahnya membunuh ibu Zeky hanya karna ingin menjadi orang yang berpengaruh. Aku bahkan mendukung keputusannya. Dan mau jika ia mengirimkan uang yang banyak milik Levent. Ternyata harta yang kita dapatkan tidak bermanfaat dan cepat habis. Baiklah. Kini aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Biarkan saja mereka. jika nanti aku diberi kesempatan untuk hidup. Aku akan menjalani hidup ku dengan baik. Tidak seperti sebelumnya. Semoga saja anak ku juga sadar atas semua didikan ku yang sudah salah. Dan jika nanti istri ku telah berubah. Aku akan mempertimbangkannya, untuk kembali menghidupinya seperti yang sudah – sudah. Semoga saja ia merasa cukup.” Ucap Hendri dalam hati. Ia menangis menyesali semua yang telah ia lakukan.


Bersambung.....