Hotel De Amor

Hotel De Amor
Pembalasan Anna



Dengan perasaan kesal campur malu, Anna segera menghubungi Michelle dan mengajaknya bertemu.


“Jadi mereka berdua mempermalukan mu?” tanya Michelle sambil tertawa. Pasti akan sangat lucu saat melihat Anna jatuh. Ia jadi menyesal saat tidak mengetahui kejadian itu.


“Kau kenapa malah menertawakan ku? Kau sangat menyebalkan. Jangan jadi cowok menyebalkan!”


“Iya. Iya.”


“Aku mau kau membalas perbuatan mereka. buat mereka malu.”


“Hm.. kau tau bukan, aku tidak suka melakukan sesuatu tanpa ada imbalan.”


“Kau butuh uang berapa?” tanya Anna meyakinkan.


“Aku tidak butuh uang. Daddy ku sudah memberi ku banyak uang.” Ucap Michelle sambil menyeruput kopi hitamnya.


“Ayolah. Aku sangat ingin balas dendam.” Anna mendesak. Zeky sudah sangat keterlaluan. Ia bahkan membatalkan kerja sama mereka. Padahal kerja sama itu sangat menguntungkan ketenaran Anna.


“Aku akan menjebaknya dengan seorang wanita. Dan tentu saja, memotretnya. Hal ini akan menjadi berita besar.” Ucap Michelle penuh keyakinan.


“Kau bisa melakukannya?”


“Tentu saja.”


“Baiklah. Kau minta imbalan apa?” tanya Anna dengan senang.


“Haruskah kita menyewa hotel satu malam?” ucap Michelle sambil mengedipkan matanya.


“Oke.”


Mereka kemudian keluar dari restoran itu dengan beriringan. Seperti itu lah yang selalu di lakukan Anna. Ia sukses bukan karna kecerdikanya. Tapi karna ia membayar rekannya dengan tubuhnya.


........................


Zeky kembali keperusahaanya setelah sedikit menganggu Guzel. Saat ia sedang berada di dalam ruangannya, ada seorang office boy yang mengantarkan secangkir kopi. Tanpa curiga, Zeky langsung meminumnya setelah office boy itu pergi.


Sekertaris Kai mencoba mengingat apa yang sedang ia pikirkan tentang pria itu. Setelah melihat ada tato di belakang leher si pria. Saat itulah ia baru mengetahuimya.


Sekertaris Kai langsung mengikutinya. Ia ingin tau, di mana markas mereka. yang sudah lama di curigai oleh Tuan besar.


....................


Sedangkan di dalam kantor, Zeky gelagapan sendiri. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Saat melihat kearah secangkir kopi, ia baru sadar kalau ia telah di jebak.


“Sial.” Umpatnya.


Zeky berusaha untuk mengontrol dirinya. Ia berusaha menuju parkiran mobil secepat mungkin.


“Semakin tua, insting mu buruk sekali.” suara itu membuat Zeky mengurungkan niatnya.


“Nando?” ucap Zeky tidak percaya. Dulu Nando adalah sahabat baiknya. Namun saat di tawari uang yang tidak seberapa untuk melenyapkan Zeky. Ia langsung melakukannya.


“Kau tetap tidak berubah.”


“Maaf, Teman. Aku butuh uang.” Sesalnya dengan tertawa mengejek.


Nando berusaha untuk menangkap Zeky dan membawanya masuk kedalam mobil. Namun sepertinya Zeky juga tidak mau kalah. Kalau saja, Zeky tidak dalam pengaruh obat, ia akan dengan mudah untuk mengalahkan Nando. Tapi sayangnya...


“Kita akhiri saja. Dan kau janagn menyulitkan ku. Kau akan di perkenalkan dengan beberapa wanita cantik. Ayolah teman. Kau akan ketagihan saat pertama kali mencobanya.” Ucap Nando meyakinkan.


“Aku tidak butuh..” ucap Zeky dengan suara setak sambil berusaha untuk menjatuhkan nando.


“Kau janagn merasa sangat suci. Kita pernah nonton video p*rno bersama. Dan kau mau menolak tawaran kami.?” Nando berkata dengan bangga sampai lupa dengan situasi.


Zeky memanfaatkan itu, ia menendang ************ Nando tepat. Dan Nando langsung meringis tidak bisa jalan. Dengan cepat Zeky pergi meninggalkan tempat itu.


Bersambung......