Hotel De Amor

Hotel De Amor
Malam pertama yang tidak berkesan



Malam pertama yang tidak berkesan


Setelah melewati acara yang begitu panjang. Pengantin baru itu pun memasuki kamar yang sudah di siapkan untuk mereka. mereka menunjukkan wajah lelah, namun terpancar kepuasan dalam hati mereka.


“Selamat datang, Nyonya Levent.” Ucap Zeky menggoda istrinya. Ia tidak pernah menyangka, akan tiba – tiba menikah. Ia lebih tidak menyangka lagi, kalau ayah Guzel adalah Damian.


“Terima kasih, suami ku.” Ucap Guzel dengan senang. Ia sangat bahagia karna sudah menikah dengan orang yang sangat ia cintai.


“Jadi kau dan Daddy Damian menipu ku selama ini?” ucap Zeky dengan menunjukkan wajah kesal.


Sedangkan Guzel bingung karna perubahan sikap lelaki ini.


“Aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin kau tau siapa sebenarnya aku. Lagian Daddy tidak pernah mengenalkan ku pada publik.” Ucap Guzel menjelaskan. Ia sangat berharap kalau suaminya itu percaya.


“Tapi kan seharusnya kau harus jujur.” Ucap Zeky masih kesal karna telah di tipu selama ini.


Zeky melepaskan jas miliknya dan segera pergi kekamar mandi karna ia ingin mandi dan membersihkan diri. ia sangat terkejut dengan semua yang terjadi hari ini.


Guzel hanya menatap punggung pria itu, tanpa berkata apapun. Biarlah dia mandi dulu biar badannya jadi segar. Siapa tau moodnya akan segar kembali saat keluar dari kamar mandi.


Namun sepertinya dugaan Guzel meleset karna Zeky masih saja terlihat cemberut tanpa mau berbicara dengan Guzel. Zeky duduk di pinggir kasur sambil memainkan Handphone setelah mengenakan pakaiannya.


Guzel hanya bisa menghela nafasnya berat. Sepertinya malam pertama mereka hanya lah pertengkaran yang terjadi. Guzel sangat tidak menyukai situasi ini. Lidah nya juga kelu. Ia malu kalau di suruh memulai percakapan duluan.


Karna tidak mau terjebak dengan situasi yang canggung, Guzel segera mandi dan bergegas memakai pakaiannya karna ia berniat untuk keluar malam ini. Cacing di perutnya meronta ingin meminta jatah mereka.


“Aku banyak kerjaan.” Ucap Zeky yang msih saja ketus. Guzel hanya bisa menghela nafasnya kasar.


“Baiklah. Tuan super sibuk. Kau mau makan apa. aku akan membelikannya untuk mu.” Kata Guzel pelan.


“Tidak perlu.” Zeky masih kesal.


“Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu, ya. Hanya sebentar kok.” Ucap Guzel pamit. Walau bagaimana pun, lelaki di hadapannya kini adalah suaminya.


“Lama juga tidak apa-apa.” ucap Zeky tidak perduli bahkan ia tidak melihat kearah Guzel sama sekali.


Guzel sangat tidak menyukai situasi seperti ini. Ia ingin bicanda seperti yang selalu mereka lakukan saat bertemu. Bukan seperti ini.


Guzel segera pergi menuju sebuah restoran yang menjadi favoritnya. Ia ingin menikmati makanan itu tanpa berfikir kelakukan Zeky yang sedang marah. Walau Guzel merasa bersalah, tapi ia belum siap untuk meminta maaf pada lelaki itu.


Namun saat akan memasuki restoran, seorang pria mendekap dan menyuntikkan sesuatu pada tubuhnya hingga ia pingsan. Suntik itu adalah obat bius.


Seorang pengawal bayangan Guzel mancari – cari kemana Nona Mudanya itu. Tapi ia kehilangan jejak, karna peristiwa penculikan itu terjadi saat ia sedang ke kamar mandi.


“Nona, kau di mana?” pengawal bayangan itu masih mencari namun hasilnya nihil. Hingga ia menelfon Damian, karna pria tua itu lah yang mempekerjakannya.


Bersambung........