Hotel De Amor

Hotel De Amor
mimpi basah



Malam itu, Guzel juga bermimpi. Ia mimpi kalau ia sudah menikah, dan sudah sangat biasa bukan, kalau orang yang sudah menikah melakukan hal itu.


Mimpi itu terasa sangat nyata bagi Guzel. Dia juga menikmatinya. Orang menyebutnya ‘Mimpi basah.’


Awalnya Guzel tidak mengetahui siapa pria yang ada di mimpi nya. Dalam benaknya, ia penasaran siapa pria itu. Namun walau wajah pria itu tepat berada di depan matanya, tapi entah kenapa wajah itu masih terlihat buram.


Guzel pun memejamkan mata lama, dan saat ia kembali membuka, ia sangat terkejut saat tau kalau pria yang berada dalam mimpinya itu adalah Zeky.


Guzel langsung terbangun. Ia semakin syok saat bangun, ia mendapati Zeky berada dalam pelukannya. Guzel hampir tidak bisa menyangga tubuhnya. Apa yang sudah terjadi? Kenapa mereka bisa tidur bersama? Seperti itulah yang ia pikirkan.


Guzel yang tadinya ingin berteriak, langsung mengurungkan niatnya. Ia bergegas pergi dari sana sebelum di salahkan.


“Apa yang aku lakukan semalam? Aku tidak mungkin tidur sambil berjalan, bukan?” pikirnya tidak habis fikir.


Setelah kepergian Gzuel, Zeky tersenyum misterius di balik mata terpejamnya. “Tuh kan. Gadis itu tidak akan berani berteriak.”


.....................


“Anda bilang, Anda akan bekerja?” tanya Guzel kesal karna Zeky selalu saja mengikuti kemana langkah dia pergi.


“Ya, tentu saja.”


“Terus kenapa Anda selalu memegangi seragam belakang ku, dan mengikuti saya seperti seorang penguntit?”


“Kau! Jangan bicara kurang ajar dengan atasan mu.”


“Saya tidak berniat seperti itu Tuan. Tapi saya sangat risih, karna anda selalu mengikuti saya.”


“Diamlah. Sekarang bawa aku ke restoran hotel ini. Aku ada pertemuan di sana dengan salah satu rekan bisnis ku.”


“Oke.”


“Kali ini kedua sekertaris ku sibuk semua, jadi kau harus pastikan kalau di sana tidak ada yang tau kalau aku ini tidak bisa melihat mereka. kau jangan terlalu jauh dari ku. Nanti aku akan menelvon mu kalau urusan ku sudah selesai.” Pinta Zeky.


Zeky masih berpura – pura buta. Agar ia bisa menahan Guzel lebih lama lagi.


“Jadi, anda akan duduk dimana?” tanya Guzel yang sudah tidak mau berdebat lagi


“Aku sudah mengosongkan meja nomor 7.”


“Oke.”


Guzel sangat terkejut saat ia tau kalau ternyata yang sedang bekerja sama dengan Zeky adalah perusahaan properti yang dirilis Anna.


“Oho. Ada pecundang di sini?” tanya Anna pada Guzel. Ia sangat benci Guzel karna kalah cantik. Selain itu ia juga kalah cerdas. Namun ia cukup senang saat tau kalau Guzel ternyata derajatnya sangatlah rendah.


“Jaga bicara mu sebelum aku murka. Ingat peringatan ku ini. Jangan kau melihat seseorang dari covernya. Lihat saja nanti, aku akan menandingi usaha mu.”


“Ha.. ha.. ha.. kau terlalu naif, Zel.”


“Aku hanya merasa percaya diri. kau lihat saja nanti. Dan juga, asal kau tau. Aku ragu, bagaimana bisa perusahaan mu bisa sukses hanya dalam satu tahun? Dengan otak mu yang tidak seberapa itu?” Guzel berkata pedas karna memang benar. Anna selalu ada di rangking terakhir. Ia juga sering kena hukuman dari dosen.


Anna yang malu besar mendengar penghinaan itu, langsung mengangkat tangan untuk menampar Guzel. Namun Zeky sengaja menjegal kakinya dan.. Bruuukkk.


Anna langsung terjatuh saat itu juga. Hal itu membuatnya malu. “Kenapa kau lakukan itu?” pertanyaan itu di tunjukkan untuk Zeky.


“Aku tidak sengaja.”


Anna merasa sangat malu dan langsung pergi begitu saja.


Bersambung....