Hotel De Amor

Hotel De Amor
Aku Baik Padamu Hanya Karna Kasihan



aku baik padamu hanya karna kasihan


Setelah di tinggal kan oleh Guzel, Zeky jadi salah tingkah sendiri mengingat apa yang sudah ia lakukan pada wanita itu.


“Apa yang sudah aku lakukan?” gerutunya tidak habis fikir. Kenapa ia tidak bisa menahan diri ketika bertemu dengan Guzel.


Di tengah lamunannya, Zeky di buat kaget dengan kemunculan seorang wanita yang datang tiba – tiba.


“Sayang.” Ucap wanita itu.


Zeky sangat kaget saat melihatnya. Bukannya takut padanya, tapi ia hanya ilfil dan sangat tidak suka jika harus bertemu dengan wanita itu.


“Sedang apa kau disini?”


“Tentu saja menemui mu, sayang?” ucap wanita itu.


“Berhenti berkata menjijikan dan pergi dari sini.” Ucap Zeky to the point karna ia merasa sangat kesal.


“Kau seperti biasanya. Kau memang sangat kasar.”


“Maka pergilah. Dan kau tidak akan jadi korban kekasaran ku.”


“Kau salah, sayang. Justru aku suka dengan sikap kasar mu itu. Aku menyukainya.” Ucap wanita itu masaih dengan percaya dirinya.


“Berhenti memanggil ku dengan panggilan menjijikkan itu. Aku bukan siapa – siapa mu!”


“Tapi, “


“Jangan terlalu naif. Selama ini aku baik pada mu hanya karna kasihan. Bukan karna apa. justru aku sangat menyesali perbuatan baik yang pernah ku tunjukkan pada mu. Karna aku sangat membenci sikap asli orang itu.”


“Orang itu... adalah aku?” tanya Dora dengan wajah memerah.


“Tentu saja.”


“Dasar! Lihat saja nanti. Aku akan membuat mu menjadi buta seumur hidup mu. Kau fikir, dengan fisik mu yang tidak sempurna itu, akan ada seseorang yang mencintai mu dengan tulus? Tentu saja tidak! Mereka semua yang mendekati mu adalah palsu. Lihat saja nanti, akan ku tunjukkan pada dunia kalau Zeky Levent, pria yang sangat mereka gilai ternya sudah buta. Dan popularitas mu akan turun. Karna kau bukan lagi seorang pria yang sempurna.” Ancam Dora.


“Lakukan saja kalau bisa.”


Zeky segera keluar dari kamar hotal miliknya dan bergegas melakukan tugasnya yang lain. Tentu saja, ia tidak lupa untuk menggunakan kaca mata dan sekertaris Kai berjalan di sampingnya sebagai petunjuk jalan. Karna memang tidak ada yang tau kalau Zeky dikabarkan Buta.


“Kai, kau bilang daddy sudah menutup rapat kabar kalau aku pernah buta?”


“Ya, Tuan. Hanya keluarga, dan para pengurus rumah anda yang tau.” Jawab sekertaris Kai dengan pasti karna memang seperti itu kenyataan ya.


“Berarti, tidak ada orang luar yang mengetahui hal ini?” tanya Zeky dengan penuh penasaran.


“Ya, Tuan.”


“Ini aneh. Bagaimana bisa wanita jahannam itu bisa tau kalau keadaan mataku tidak baik – baik saja?”


“Apa? ‘Dora si aku peta’ mengetahui kebutaan anda?” ucap sekertaris Kai cukup kencang.


Zeky langsung menutup mulutnya dan melihat sekeliling. Untung tidak ada orang. Bagaimana kalau ada yang mendengar?


“Kau, bisa kau pelankan suara mu?” pekik Zeky murka.


“Maafkan saya, Tuan.” Sesal sekertaris Kai.


Zeky hanya bisa memukul pelan kepalanya dan sedikit mengumpat. “Dasar, sejak kapan kau menjadi ceroboh begini?”


Zeky langsung pergi meninggalkan sekertaris kai sendiri setelah berucap.


“Sejak anda mengenal Nona Guzel. Pekerjaan saya bertambah sangat banyak. Dan saya hampir gila karna hal itu.” Ucap sekertaris Kai pelan sambil menendang tong sampah di pinggirnya untuk melampiaskan rasa kesalnya.


Di lorong ujung, si tukang bersih – bersih ruangan melihat hal itu. Ia kesal saat melihat ada yang menendang Tong sampah dan menjadikan isinya berantakan.


“Hey, siapa kau?” teriaknya di ujung lorong. Ia tidak bisa melihat wajah sekertaris Kai karna memang jarak yang terlalu jauh.


“Ah, Sia**n.” Umpat sekertaris Kai yang langsung melarikan diri.


Bersambung............