
Malu – malu kambing
“Lalu, kau tidak ingin aku menikah?” tanya Guzel sedikit menggoda Zeky. Berarti Zeky tidak tau kalau ia dinikahkan dengannya. Dalam hati ia tergelak dengan kejahilan Daddy mertuannya. Zeky tidak di beri tau sama sekali. lalu, bagaimana bisa Zeky memakai Toxedo? Pasti ia tertidur saat ada yang memakaikannya. Ada – ada saja.
“Ya. Aku tidak ingin kamu menikah.” Ucap Zeky kesal.
Damian yang sendari tadi mendengarkan pun buka suara.
“Jadi kau ingin pernikahan Guzel di batalkan?” tanya Damian.
“Ya, paman. Lagian paman itu lucu. Kan aku sudah bilang kalau aku menyukai Guzel. Kau tidak boleh membiarkannya menikah dengan siapa pun.” Ucap Zeky dengan suara tinggi.
“Baiklah. Zel, sepertinya pria didepan mu itu tidak berniat menikahi mu. Itu lah kenapa pernikahan hari ini harus di batalkan. Apa kau keberatan karna hal itu.” Ucap Damian dengan sedih. Mereka sangat suka mempermainkan Zeky.
“Baik lah paman. Tak apa aku tidak jadi menikah hari ini. Aku akan meminta perhitungan dengan Tuan Muda menyebalkan itu kalau ia tidak memberikan aku kompensasi. Aku sudah terlanjur cantik begini, ia tidak mau menikahi ku.” Ucap Guzel menunjukkan raut sedih.
Zeky menjadi bingung mendengar percakapan absurd keduanya. Ia bingung dengan semua yang sudah di aktakan mereka.
“maksud kalian apa, jangan membuat aku bingung begini.” Zeky menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Sekertaris Kai yang tidak sabar pun mendekati Tuannya. Dan berbisik. “Tuan. Kau tidak melihat tulisan besar yang ada di dinding sebelah kanan?” ucap sekertaris Kai sambil menunjuk huruf yang ada di sana.
“Apa yang terjadi?” Tanya Zeky dengan mengelus pipi Guzel yang terlihat semakin gemul. Sepertinya wanita itu banyak makan selama seminggu ini. Tangannnya masih memeluk erat Guzel. Seakan ia tidak akan melepaskan wanita itu lagi.
“Itu tandanya kita berjodoh.” Bisik Guzel tepat di telinga Zeky.
“Ehm.. kalian mau mesra – mesraan sampai kapan. Pemberkatan akan segera di mulai.” Ucap mommy Guzel yang tiba – tiba muncul di belakang mereka.
Zeky hanya menatapnya dengan rasa sungkan di hatinya. Ia memang terbiasa dengan paman Damian. Tapi ia tidak terlalu dekat dengan istrinya. Dan masih malu – malu kambing saat di tegur seperti itu oleh orang yang sebentar lagi akan menjadi ibunya.
“Sudah lah, jangan malu – malu kambing lagi sama Mommy. Anggap saja mommy sebagai mommy mu sendiri, ya.” Ucap mommy Guzel dengan lembut.
Hati Zeky tersentuh. Ia sangat merindukan ibunya. Ibunya pasti sangat bahagia melihat ia menikah.
"Mom, aku alan menempuh hidup baru. semoga kau juga ikut bahagia." Do'a Zeky dalam hati untuk ibundanya.
Akhirnya pemberkatan pun di mulai. Dan mereka pun resmi menjadi suami istri. Saat mereka sedang bahagia. Salah satu orang yang berada juga di kota itu, sangat kesal melihat berita itu.
“Kurang ajar mereka. mereka bahagia diatas penderitaan anak ku. Aku tidak akan membiarkan mereka.” ucap seorang pria sambil mematikan televisi dan membanting remotnya dengan kasar.
Bersambung.......