
Kehebohan pengantin pria
Saat itu acara sudah akan segera di mulai. Berbagai saluran televisi di setiap negara hampir seluruhnya menayangkan acara pernikahan itu secara live. Semua orang sudah heboh dan antusias. Tapi tidak dengan pengantin pria yang masih saja tidur.
Guzel yang berada di kamar yang sama dengan yang di gunakan Zeky tidur pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tidak ada pengantin yang masih tidur saat acara beberapa menit lagi akan di mulai. Mungkin hanya Zeky saja. Guzel berfikir sejenak, bagaimana kalau ia memberikan ciuman agar si pangeran tidur ini segera bangun?
Guzel segera meninggalkan kamar itu dan menemui ayahnya. Sekertaris Kai pun dapat tugas untuk membangunkan Zeky. “Tuan.. Tuan..” sekertaris Kai menggoyangkan badan Zeky tapi tetap saja pria itu masih belum sadar.
“Tuan.” Kini sekertaris Kai mengguncang tubuh Zeky lebih keras. Namun masih saja tertidur. Sekertaris Kai manjadi kesal.
Sekertaris Kai pun segera mengambil nafas. Ambil nafas lagi. Keluarkan lagi. Dan mulai berteriak.
“NONA GUZEL MAU MENIKAH HARI INI!!” teriak sekertaris Kai.
Zeky yang mendengar teriakan itu langsung kaget dan bangun dari tidurnya. “Mana, mana?” ia berteriak linglung.
Zeky melihat kearah sekertaris Kai yang menahan tawa, namun Zeky tidak menyadari ekspresi sekertaris Kai yang seperti itu. Karna ia menjadi sangat panik mendengar kalau Guzel akan menikah. Tentu saja ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi karna hanya dia yang akan menikah dengan Guzel.
“Mana Guzel?” tanya Zeky lagi. Zeky kemudian mengelilingi kamar sambil berteriak, menyebut nama Guzel.
Karna kasihan kalau tuan mudanya itu kelelahan, akhirnya sekertaris Kai menuntun Zeky ke altar. Di mana Guzel sudah berada di sana dengan sang ayah. Sekertaris Kai merasa tidak heran lagi, kalau Tuan Damian adalah ayah Guzel. Karna ia sudah mencurigai Guzel sejak awal karna timnya sangat susah membobol data gadis itu.
Guzel yang sendari tadi menunggu kedatangan Zeky. Ia tersenyum senang saat lelaki itu sudah bangun. Selama seminggu mereka tidak bertemu, Guzel sangat merindukan pria itu.
Zeky yang melihat Guzel tersenyum kearahnya menjadi terpesona. Ia diam di tempatnya sambil bengong. Siapa kah bidadari cantik di atas sana? Zeky masih diam tidak bisa bergerak. Ia merasa kakinya sangat berat. Ia takut akan diabetes kalau si pengantin wanita selalu tersenyum kearahnya.
Zeky yang sudah menguasai dirinya pun segera berlari kearah Guzel dan memeluknya erat. Menyalurkan segala rindu yang selama seminggu ini menyiksanya. Suara tepuk tangan terdengar. Namun kedua insan yang sedang melepas rindu itu tidak menghiraukannya sama sekali.
“Aku sangat merindu kan mu. Bagaimana bisa kau betah bersama paman Damian dari pada bersama ku? Kau ini sangat menyebalkan. Aku sudah mencari mu selama seminggu ini tapi aku tidak menemukan mu. Paman sangat pandai menyembunyikan keberadaan mu.” Ucap Zeky masih memeluk Guzel dengan erat.
“Aku juga rindu.” Kata Guzel membalas. Zeky sangat senang mendengarnya.
“Lalu kalau kau merindukan ku, kenapa kau sekarang menikah?” tanya Zeky yang membuat Guzel bingung.
Bersambung.......