Hotel De Amor

Hotel De Amor
Setelah dapat penutupnya, sekarang dapat 'isi'nya?



Setelah dapat penutupnya, sekarang dapat ‘isi’ nya?


Malam yang cerah, Guzel memuka jendela gorden kamarnya. Ia sangat senang melihat bintang – bintang yang terang bertebaran di langit yang biru. Ia sangat menyukai malam yang seperti ini.


“Syukurlah, tidak ada yang terjadi pada hari ini.” Ucap Guzel dengan menghela nafasnya. Guzel melihat ke arah bintang yang paling terang.


‘Mom, Dad, aku baik – baik saja di sini.” Kata Guzel dengan sedih. Ia mengingat perkataan ayahnya tadi siang. Yang mengatakan kalau ibunya sangat mencemaskan dirinya.


Guzel kemudian melihat kelangit dan berdo’a “Tuhan, berilah kebahagiaan kepada orang tua ku. Sayangi lah mereka. Selalu bersama mereka di mana mereka berada. Lindungilah mereka dari orang – orang jahat yang ingin menjatuhkan mereka. Aku menyayangi mereka, Tuhan. Tuhan,, berilah ketenangan hati untuk mereka. Dan berilah kebahagiaan untuk mereka. Sunguh, engkau maha mengetahui segala sesuatu.” Ucap Guzel dalam hati. Ia sangat yakin kalau Tuhan dapat mendengarnya.


Setelah puas merenung, ia berniat untuk membuat sesuatu. Karna perutnya terasa lapar. Ia mogok makan gara – gara Zeky yang bertingkah seenaknya saja. Guzel harus pergi makan secara Diam – diam.


Namun saat melewati kamar Zeky, ia terkejut saat pria itu keluar mendadak dan Gubrak. Guzel menggerutu, hampir saja tadi ia berteriak ‘Kalau jalan itu lihat – lihat, dong.’ Tapi Guzel tidak jadi berteriak seperti itu, karna ingat kalau Tuannya ini memang tidak bisa melihat.


Namun Guzel di buat lebih kaget lagi saat kedua buah kelapa yang selalu di lindunginnya di pegang oleh Zeky. Sontak dia berteriak. “Aaaaaaaaaaaaaa....................”


Zeky yang awalnya heran dengan apa yang ia pegang, kini sangat kaget saat mendengar Guzel berteriak tepat di depan telingannya. Zeky langsung berdiri sambil memegangi telinganya.


“Yang benar saja. Kau hampir memecahkan gendang telingaku. Aku ini sudah buta. Bagaimana kalau aku juga tuli nanti. Kau mau tanggung jawab.” Teriak Zeky kesal.


“Ck, kau fikir kau yang paling dirugikan disini? Aku juga rugi. Tangan ku menjadi kotor karna tidak sengaja menyentuh sesuatu yang terlarang itu.”


“Anda menyebalkan sekali. tidak perlu bilang kalau sesuatu yang harus aku jaga itu sangat kotor. Aku selalu merawatnya dengan baik. Kenapa anda harus mengatakan hal menyakitkan, kalau itu sangat lah kotor. Lebih baik tidak usah berkata kalau hanya hal menyakitkan yang kau katakan. Pergilah dari hadapan ku.” Ucap Guzel yang kemudian tidak jadi kedapur, walau perutnya terasa sangat lapar.


‘Dasar, pria Gila. Mesum.’ Umpat Guzel di sepanjang jalan menuju kamar Minah. Ia rindu sama ibu keduannya disini.


Sedangkan Zeky sekarang uring – uringan di dalam kamar. ia sangat kesal saat mengingat rasa itu. Rasanya sangatlah sulit untuk di lupakan.


“Jadi, setelah aku berhasil mencuri penutupnya, sekarang aku juga bisa mencuri ‘isi’nya.” Ucap Zeky sambil membenturkan kepalanya ke tembok.


“Aku sepertinya sudah akan gila. Dan semua itu karna Gadis menyebalkan itu.” Ucap Zeky. Bahkan sekarang Zeky sudah berada di lantai untuk melakukan push up. Ia ingin melupakan rasa itu. Oleh karna itu ia membuat dirinya kelelahan. Tapi apa yang terjadi? Ia sama sekali tidak lupa. Bahkan malah lebih tidak bisa tidur.


“Ini hukuman... ini hukuman...”


Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang untuk Zeky, karna ia pasti tidak akan bisa tidur nyenyak setelah ini.


Bersambung.......