
Seperti biasa, Guzel akan menyiapkan makan malam dan menyuapi Zeky dengan telaten. Saat itu mereka hanya berdua di mansion utama.
Zeky terus menatap Guzel yang terlihat lebih pendiam setelah kejadian itu. Entah kenapa Zeky merasa kalau Guzel terlihat tidak nyaman saat melakukan pekerjaannnya sekarang.
“Tuan, kenapa anda terus saja melihat kearah saya?” Guzel bertanya karna ia sudah tidak tahan di tatap seperti itu sama Zeky.
“Kenapa? Apa hati mu berdebar, saat aku menatap mu?” tanya Zeky masih suka menggoda.
“Anda?” ucap Guzel tidak percaya. Guzel langsung tertawa dengan keras ssat mendengar itu. “Bagaimana bisa saya seperti itu? Saya hanya merasa tidak nyaman saat anda menatap saya seperti itu.”
Hening.
Zeky langsung berjalan kearah kamar setelah makan malam.
“Tuan, tunggu sebentar, akan saya antarkan.” Ucap Guzel menawarkan karna memang selalu seperti itu.
“Tidak usah.” Ucap Zeky ketus.
Guzel hanya menatap pria itu dengan heran. “Aneh. Kenapa ia berubah menjadi sangat marah?”
%%
Setelah sampai di kamarnya, Zeky hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Ia sadar setelah mendapat penolakan dari Guzel. Dan hatinya terasa sangat sakit.
“Bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan gadis itu?” ucap Zeky merasa kesal.
“Ck, kenapa juga aku tidak menyadarinya. Awalnya aku Cuma tertarik, baru kali ini ada seorang Gadis yang berani melawan ku. Aku hanya menggodanya dengan mengecupnya saja saat bertemu di awal. Aku baru tau kalau aku ternyata sangat menyukai bibirnya. Dan juga, ada apa dengan tadi siang? Kenapa juga aku harus menciumnya?” Zeky hanya bisa memukulkan kepalanya ketembok. Ia sangat malu sekarang.
Mimpi itu, mimpi yang selalu Zeky alami setelah melihat kejadian ibunya di bunuh oleh wanita iblis itu. Wanita itu sempat menjadi ibu sambungnya setelah menjebak Tuan Levent.
Tapi itu hanya berjalan tiga bulan. Setelah di pastikan kalau ia tidak hamil, dan bukti kalau ia membunuh tidak ada. Ia langsung kabur membawa uang satu koper milik Tuan Levent.
Sejak itu lah, ‘Laura. Mantan pengasuh dan mantan istri tuan Levent. Menjadi buronan.’
Zeky bangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah. Ia bermimpi lagi, disaat ia di ancam dan punggung nya yang di tusuk dengan pisau.
“Aku bermimpi buruk lagi.” Ucap Zeky.
Zeky langsung menuju kamar Guzel. Zeky memindahkannya kekamarnya agar mereka bisa tidur bersama. Entah kenapa ia merasa, dengan begitu ia tidak akan mimpi buruk lagi.
Zeky menatap lama wajah Guzel yang sedang tertidur pulas. Yang paling ia fokuskan adalah bibirnya.
“Hey, aku membawa mu ke kamar ku. Jadilah gadis baik, dan bantu aku agar tidak mimpi buruk lagi.”
Zeky berbicara masih dengan menatap bibir menggemasakan itu. “Sepertinya aku sangat kecanduan setelah pernah mencicipinya. Sepertinya pesonannya sangat membahayakan” Bisiknya pelan.
Jadi\, Zeky kembali mencuri ci*man itu. Zeky tidak bisa menghentikan nafsunya. Ia semakin menjadi saat posisi mereka semakin intim. Bahkan tanpa sadar Guzel membalas c*uman itu.
Setelah akal nya kembali, ia menghentikan kegiatan nakalnya. “Aku pasti sudah gila. Aku hampir saja mmeperkosannya saat ia sedang tertidur. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Aku tidak boleh kebablasan.”
Kemudian Zeky pergi kekamar mandi untuk menenangkan sesuatu. Setelah selesai, ia kembali tidur dengan posisi Guzel memeluknya. Ia sengaja melakukannya agar nanti, jika gadis itu bangun lebih awal, ia punya alasan untuk menjawab.
Bersambung.........