
Kabur yang sia-sia
Anna segera melarikan diri dari tempat dimana ia berdiri tadi. ia mengumpat kesal saat tau kalau anak buah Zeky juga ikut mencarinya. Anna segera mencari arah, tempat di mana di sana tidak ada anak buah Zeky.
Anna berlari kearah kanan. Ia berdo’a dalam hati. Semoga saja jalan yang akan ia lalui itu aman. Namun ia berteriak kencang saat menyadari kalau itu adalah jalan buntu.
Anna semakin panik saat mendengar banyak langkah kaki yang daang dari arah belakang. Anna tidak bisa berfikir panjang. Anna melihat sebuah tong sampah yang ada di sebelahnya. Hanya ada tempat itu untuk dia bersembunyi. Anna tidak punya pilihan lain selain masuk kedalam sana. Untung saja tong sampah itu besar dan dan tubuhnya yang ramping bisa muat berada di dalam sana.
Setelah berhasil bersembunyi, disaat yang sama anak buah Zeky sudah sampai di tempat itu. Anna hanya bisa menahan nafas nya saat mendengar suara mereka. ia sangat ketakutan. Ia tidak menyangka akan kalah sama Guzel lagi.
Semenjak kuliah ia selalu di kalahkan sama Guzel. Dan sekarang ia kalah lagi. Ia sangat tidak terima. Ia bersumpah akan membalas semua yang sudah Guzel lakukan padanya. Tapi, apakah niatnya akan berhasil? Atau malah ia tidak akan bisa melakukannya.
“Tuan Kai, sepertinya tidak ada. Ini adalah jalan buntu.” Ucap salah satu dari tiga orang yang mengikuti Kai.
“Cari lagi di arah yang berlawanan yang sudah kita lewati. Cari melalui tangga darurat dan juga toilet wanita. Wanita itu tidak boleh kabur.” Perintah Kai. Ia tidak mau ada kesalahan sedikit pun. Karna tadi Zeky sudah mengancamnya, tidak akan memberinya hari libur kalau malam ini segala sesuatunya tidak berjalan dengan lancar. Tentu saja sekertaris Kai tidak mau hal itu terjadi padanya. Karna ia ingin mendapatkan gadis untuk bisa berkencan dengannya.
“Baik Tuan.” Mereka segera pergi setelah berucap. Hanya tertinggal sekertaris Kai yang ada di sana. Sekertaris Kai berhenti karna hp nya berdering.
“Tuan, kenapa semua orang pergi dari sana? Padahal cctv merekam kalau tadi wanita itu melarikan diri ke sana.” Ucap orang di seberang televon. Ia berada di ruang cctv. Ia sengaja kesana untuk mengecek lokasi.
“Benarkah?” tanya sekertaris Kai dengan curiga.
Ia segera mendekati sampah itu.
“Bagaimana ini, sepertinya wanita itu tidak berada di sini.”ucap sekertaris Kai pura – pura.
“Apa yang anda lakukan disini, Tuan Kai?” itu adalah suara sekertaris Kai yang di buat dengan suara hidung. Jadi terdengar seperti suara dua.
“Bukan apa – apa. kau ingin memindahkan tempat sampah itu.” Yang ini suara asli sekertaris Kai.
“Ya Tuan.” Ucap sekertaris Kai dengan suara hidung lagi.
“Ya sudah. Kau bisa membawanya.” ucap sekertaris kai lagi dengan nada biasa.
Anna yang mendengar suara berbeda sekertaris Kai merasa sedikit lega. Karna ia mengira kalu memang benar ada petugas yang akan membawa sampah itu pergi.
Namun kelegaan itu tidak berlangsung lama. Karna Anna langsung di bawa oleh skertaris Kai ketempat dimana Guzel sudah menunggu keberadaannya. Sungguh kabur yang sia – sia.
Bersambung............