
Malam pun tiba. Malam itu, Guzel menggunakan gaun yang sudah di beri oleh Zeky. Guzel sudah bersikeras untuk menolak gaun itu tapi Zeky tidak menerima penolakan. Akhirnya Guzel tidak punya pilihan lain untuk menerimanya.
Pesta berjalan seperti biasanya di sana juga terlihat Anna yang sedang menikmati pesta itu bersama dengan Michael. Zeky dan Guzel datang agak terlambat. Mereka memasuki aula pesta itu dengan bergandengan tangan. Seluruh para tamu undangan terdiam melihat pasangan yang terlihat sangat sempurna itu. Banyak dari mereka yang menerka, siapa sosok yang berada di samping Zeky saat itu. Wanita itu sangat cantik.
Anna yang melihat Guzel di gandeng Zeky sangat kesal. amarahnya semakin memuncak saat melihat Zeky memperlakukan Guzel dengan begitu mesra. “Aku akan mempermalukan mu malam ini Guzel. Kau hanyalah wanita rendahan yang tidak pantas bersanding dengan Zeky.” Gumam Anna tidak ingin mempercayai apa yang sudah di lihat nya.
Zeky menyapa beberapa rekan bisnisnya dan selalu menjawab kalau Guzel adalah kekasihnya ketika di tanya oleh mereka siapa sebenarnya Guzel. Dan Guzel merasa sangat terharu saat di perlakukan dengan lembut oleh Zeky di sana. Ia bahkan risih dengan tatapan semua orang yang iri padanya.
“Aku lelah. Aku ingin duduk saja di kursi.” Pinta Guzel pada Zeky.
“Baiklah. Ayo kita pergi menuju sebuah meja untuk mu beristirahat.” Ucap Zeky.
Namun saat di tengah jalan, ia sudah di cegat oleh Anna. Anna melihat mereka dengan tatapan permusuhan. Ia sangat benci dengan kedua orang itu.
“Wow. Lama tidak berjumpa, Tuan Muda.” Ucap Anna menyapa lelaki di hadapanyya.
“Menyingkir dari hadapan ku. Aku belum menghukum mu. Oleh karna itu kau masih baik – baik saja. Sebaiknya kau pergi sekarang sebelum aku menjatuh kan hukuman yang lebih berat.” Ucap Zeky tidak main main.
Zeky masih ingat siapa yang sudah menjebaknya saat itu. Anna dan Michelle. Ia tidak akan melepaskan mereka.
Sebenarnya Anna sedikit takut melihat Zeky tang sangat murka. Tapi ia percaya Michele akan melindunginya dan sampai saat ini Zeky belum melakukan apa – apa padanya. Jadi Anna menyingkirkan perasaan takut itu.
“Kau. Berhati – hati lah dengan kedua mata mu. Aku bisa mencokel keduanya sampai keluar jika kau masih menunjukkan wajah seperti itu.” Ancam Zeky yang mamapu membuat Anna sedikit takut.
‘Sudahlah, tidak perlu marah – marah.” Sela Guzel mengahiri perdebatan mereka.
“Kau akhirnya bicara juga. Kita teman, bukan?” ucap Anna dengan tatapan liciknya.
“Benarkah. Kenapa aku merasa tidak mengenal mu sama sekali.” ucap Guzel tanpa takut. Zeky hanya terdiam tanpa ingin membantu sama sekali. ia ingin melihat sejauh apa Guzel bisa membela diri.
“Guzel. Jangan pura – pura bodoh. Kau fikir derajat mu yang rendah itu akan naik saat kau berkencan dengan orang yang paling kaya di sini?” Anna berkata dengan suara yang sangat keras agar semua orang yang ada di sana mendengar ucapannya. Dan benar saja, kalau mereka semua melihat kearah mereka serta saling berbisik.
“Hm, mungkin saja.” Guzel hanya menanggapi dengan santai tanpa berfikir panjang.
“Dengan cara apa kau selama ini merayunya. Apa kau dengan suka rela memberikan tubuh mu. Benar – benar tidak punya harga diri.” ucap Anna yang mampu membuat Zeky meradang. Hampir saja Zeky mau memukul Anna, tapi tangannya di tahan sama Guzel.
“Lepaskan, aku akan memberinya pelajaran.” Ucap Zeky dengan suara tertahan karna ia tidak suka Guzel di tuduh seperti itu.
Bersambung..........