Hotel De Amor

Hotel De Amor
Anak Yang Baik



Dari dalam kamar, Guzel tersentak saat terdengar suara mobil berderum. Guzel mengintip, dan benar saja itu adalah mobil ayahnya. Ia sangat merindukan sang ayah. Namun ia hanya bisa terdiam menatap kepergiannya.


“Dad, apa yang kau lakukan disini? Kalau kau tau aku di sini, kenapa kau tidak menemui ku? Jangan membuat ku semakin rindu untuk pulang.” Guzel hanya bisa meneteskan air mata.


Tak lama setelah itu ketukan pintu berbunyi. Guzel pun segera pergi saat suara pelayan menyuruhnya untuk menemui Zeky.


................................


Setelah kepergian Damian, Zeky sedang berdebat dengan ayahnya. Mereka ribut tentang keadaan Zeky yang sekarang.


“Kau akan kesulitan kalau mau kesana kemari sendiri, kau harus menyewa seorang perawat untuk membantu mu.” Saran sang ayah. Ia mengatakan itu karna ia sendiri pun tidak punya waktu untuk merawat anaknya.


“Sudah ku bilang aku tidak memerlukannya, Dad. Aku baik – baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Zeky meyakinkan.


“Tapi tetap saja Daddy sangat mengkhawatirkan keadaan mu. Kau hanya anak semata wayang daddy. Cuma kamu yang daddy punya. Kau tidak boleh sakit, apalagi kau sudah terluka seperti ini.” Tutur Tuan Levent dengan sedih. Ia merasa tidak berguna di saat begini.


“Aku mengerti kekhawatiran Daddy. Tapi tenang saja. Banyak pelayan dan penjaga di tempat ini.”


“Tidak bisa. Mereka bukan perawat. Mereka tidak bisa mengawasi mu 24 jam penuh.” Ucap Tuan Levent tetap kekeuh pendirian.


Zeky tidak punya pilihan lain selain memanggil Guzel untuk di tunjukkan pada ayahnya kalau ia tidak perlu perawat. Tepat saat itu juga, Guzel baru datang dari kamarnya.


“Selamat siang, Tuan. Maaf atas ketidak sopanan saya sebelumnya. Seharusnya saya menyapa anda dengan baik saat itu. Tapi saya malah meninggalkan kesan buruk untuk anda.” Ucap Guzel dengan senyum tulusnya.


“Kau sangat cantik hari ini. Apa yang membuat mu kemari? Kenapa kau bisa ada di mansion ini?” tanya Tuan Levent penasaran. Apa yang sudah terjadi di tempat ini? Kenapa ia ketinggalan informasi?


‘Pria tua ini. Sejak kapan ia pandai membual. Kau cantik sekali? bualannya sangat kuno. Kurasa dia adalah pria yang butuh belaian.’ Pikir Zeky berprasangka buruk pada sang ayah. Tuan Levent akan murka jika mendengar bisikan hati Zeky.


“Ah, tidak Tuan. Saya..” Guzel bingung harus menjelaskan seperti apa. pada saat itu Zeky yang menjawab.


“Dia bekerja, Dad. Kau tau bukan, dia hanya orang miskin yang hanya akan melakukan apapun demi uang. Jadi ia mau bekerja di sini. Sekarang sudah jelas bukan. Jangan carikan aku perawat, karna gadis ini yang akan merawat ku.” Ucap Zeky final. Guzel hanya bisa menahan geram di dalam hati. Pria ini sangatlah kasar dan tutur katanya terlalu menyakitkan untuk di dengar. Guzel tidak akan melupakan semua hal yang telah Zeky lakukan padanya.


“Kau ini.” Tuan Levent hampir Saja mau memukul kepala Zeky karna ucapannya yang keterlaluan, kalau ia tidak menahan diri.


“Apa Dad. Yang aku katakan itu benar.” Zeky berani menghina Guzel karna asal usul wanita itu tidak jelas.


Sedangkan Tuan Levent hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. “Maaf kan dia. Dia hanya kurang kasih sayang. Makanya ia tidak bisa berbicara dengan baik.” Ucap Levent pada Guzel.


Guzel hanya tersenyum mendengar itu. Sedangkan Zeky langsung murka. “Dad. Aku ini anak yang baik. Asal kau tau!”


Bersambung....