Hotel De Amor

Hotel De Amor
Keajaiban di balik musibah



Keajaiban di balik musibah


Guzel sangat senang saat tau ia akan kembali bekerja, “Daddy memang the best.” Seperti itu lah kegirangannya sepanjang jalan.


Guzel sengaja membuntuti kemana arah perginya Zeky, karna ia ingin bertanya kapan ia akan mulai bekerja.


“Tuan, anda mau kemana? Kenapa jalannya begitu cepat?’ ucap Guzel karna ia kualahan untuk mengimbangi langkah kaki panjang Zeky.


“Jangan mengikuti ku. Kau hanya bisa menghancurkan semua mood ku. Pergilah.” Usir Zeky agar Guzel pergi.


“Tuan, saya hanya mau memastikan sesuatu yang sangat...” ucap Guzel namun ucapannya itu terhenti saat melihat berbagai alat olah raga yang sudah tertata rapi di sana.


“Wow..” Guzel terpesona dnegan keindahan itu. Ruangan itu di tata dengan sangat mewah. Juga ada berbagai lukisan memanjakan mata siapa pun yang melihatnya.


“Anda membuat semua ini?” tanya Guzel tidak percaya. Mansion ini sangat lah lengkap dengan tempat gym yang bisa di gunakan untuk mengisi waktu luang.


“Ya. Kau jangan terpesona pada ku setelah ini.” Ucap Zeky dengan percaya diri.


“Oh, anda terlalu percaya diri tuan.”


“Ini hanyalah sebagian dari yang bisa kamu lihat. Di sebelah ruangan ini ada tempat tenis meja dan juga lapangan kecil untuk bermain bulu tangkis.” Ucap Zeky dengan bangga.


‘Kenapa anda membuat tempat seperti itu? Bukan kah anda hanya tinggal seorang diri?”


“Mommy sudah meninggal saat aku masih sangat kecil. Aku tidak bisa tidur di mansion utama karna selalu ingat dengan Mommy. Oleh karna itu, Daddy memperboleh kan ku untuk membuat mansion kedua dengan segala keinginan ku. Aku membuat lapangan agar Daddy dan aku bisa bermain bersama di saat senggang. Daddy sangat sibuk. Bahkan untuk bermain dengan ku, harus di kasih jam. Kalau bukan satu, ya dua jam. Kita jarang pergi bersama karna keterbatasan waktunya.” Ucap Zeky dengan sedih. Ia sangat merindukan Mommy nya. Dan Daddynya adalah orang yang tidak punya waktu.


Guzel prihatin mendengar itu, oleh karna itu ia hanya bisa mengelus pundaknya. Berharap bisa memberi ketenangan untuk Zeky.


Saat Zeky sadar kalau ia hampir saja menangis, ia langsung berteriak.


“Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau mengikuti ku? Pergi sana!” teriak Zeky.


Guzel memutar bola matanya malas saat sadar kalau Zeky menjadi kembali menjengkelkan sekarang.


“Ya, seperti itu lah dirimu.” Ucap Guzel.


“Jangan banyak bicara. Pergi sana.”


“Iya, baiklah. Aku akan pergi. Tapi beri tau aku dulu tentang satu hal.”ucap Huzel dengan berbinar.


“Tentang satu hal? Apa itu?” tanya Zeky penasaran.


“Em, Tuan, kapan aku bisa bekerja lagi di hotel?” tanya Guzel dengan selembut mungkin.


“Kau akan tau sendiri nanti!” teriak Zeky.


Brakkk


Guzel hanya bisa menghentakkan kakinya kesal saat Zeky langsung menutup pintu dengan keras. “Tunggu saja pembalasan ku nanti. Apa aku harus membuatnya jatuh cinta pada ku nanti? Dengan begitu, aku akan membalas semua kejahatannya pada ku.” Pemikiran Guzel semkain gila.


Guzel menggelengkan kepalanya dengan keras.


“Apa sih yang sudah aku fikirkan? Aku pasti sudah semakin gila.”


Guzel segera pergi ketempat itu, dan saat sampai di tangga, ia bertemu dengan Minah.


“Bu, kau mau kemana?”


“Mau ke supermarket. Kau mau menitip sesuatu?”


“Tidak bu, aku mau ikut.”


“Kau izin dulu sama Tuan Muda. Ibu takut kau di hukum lagi seperti yang pernah terjadi.” Sepertinya Mianh trauma.


“Siap bu.”


Guzel segera mengambil langkah seribu agar bisa cepat bertemu dengan Zeky. Dan tepat saat itu Zeky sedang berolah raga.


“Tuan!” teriak Guzel.


“Ck, kenapa kau suka sekali mengganggu ku?”ucap Zeky tidak bisa menahan kekesalannya lagi.


“Hehe, maaf Tuan. Bolehkah saya ikut Minah untuk membeli beberapa barang?”


“Tidak bisa, kenapa tidak kau titip saja pada minah?” zeky kembali kesal saat di ganggu Guzel.


“Tapi Tuan, Minah tidak akan tau.”


“Semua barang bisa di beli. Tentu saja ia akan tau.”


“Tuan, saya mau membeli ****** *****. Jika Minah yang membeli, saya tidak bisa memilih merk yang saya suka.” Ucap Guzel gamblang.


“Pergi!” usir Zeky dengan wajah memerah.


“Tuan, anda sudah mengizin kan saya pergi. Oleh karna itu, anda jangan menghukum saya saat saya kembali nanti.”


“Pergi!”


“Oke.” Ucap Guzel kemudian dan mengambil langkah seribu untuk menyusul Minah.


Saat Guzel seudah meninggalkanZeky sendiri, saat itulah Zeky memekik kesal.


“Bagaimana bisa gadis itu berbicara sesuatu hal yang gamblang seperti itu? Aku yang mendengarnya saja malu sendiri. Sedangkan dia tidak punya malu sama sekali.” gerutu Zeky.


.....................


Mereka sangat bersenang senang. Terlihat seperti ibu dan anak. Guzel menabrak seseorang. Guzel tersentak kaget saat mengetahui kalau yang sengaja menabraknya adalah ibunya.


‘Mom!” teriak Guzel girang. Ia sangat merindukan ibunya.


Luna menaruh jarinya ke depan mulut, sebagai kode agar ia diam. Guzel yang faham pun terdiam. Sepertinya banyak mata yang mengintai mereka.


“Mom, Guzel sangat merindukan rumah.”


“Kata Daddy kau boleh pulang secepatnya. Jika saja Zeky tidak menyuruh mu tinggal satu atap. Pasti mommy dan Daddy masih bisa bersantai. Kamu adalah anak perempuan, makanya Mommy khawatir.” Ucap Luna.


Setelah melepas rindu, mereka pun kembali berpisah. Pengawal yang di tugas kan untuk mengawasi Guzel tadi sudah di kelabuhi oleh orang yang sudah di bawa Luna.


.......................


Zeky saat itu masih berada di ruang gym. Setelah merasa lelah, ia pun mengakhiri kegiatannya.


“Guzel sudah kembali?” tanya Zeky pada salah satu pengawal yang lewat.


“Belum Tuan.”


Zeky sangat kesal mendengar itu. Ia segera ke kamar untuk ganti baju. Tak lupa ia juga menyalakan pendingin ruangan.


“Jika saja aku bisa mandi sendiri, aku pasti sudah mandi.” Gerutu Zeky kesal.


Saat mau memejamkan mata, Zeky di buat kaget dengan keributan yang terdengar dari luar. Karna memang Zeky tidak mengaktifkan mode kedap suara di dalam kamarnya.


“Apa yang sudah terjadi?”


Tak mau menasaran, Zeky pun segera keluar untuk melihat bagaimana situasinya. Saat baru membuka pintu, seseorang di balik pintu sudah menyergapnya.


Zeky memberontak. Bagaimana bisa ada penyusup di dalam rumah ini? Siapa yang tau tempat ini?


“Siapa kau?” pekik Zeky masih ingin melawan. Namun karna keadaanya yang buta, ia sangat kesulitan untuk melawan.


“Jangan jadi pengecut. Lawan aku kalau berani.” Teriak Zeky semakin keras. Kemana semua pengawal?


Dan bagaimana bisa ada penyusup masuk?


Zeky segera di bawa masuk kedalam mobil dengan keadaan mulut tertutup lakban hitam. Kedua tangan dan kakinya di ikat sehingga ia tidak bisa bergerak.


Saat mobil mulai berjalan, Zeky langsung memberontak. Zeky di masukkan kedalam bagasi. Karna tidak habis fikir, walau ikatan itu sangat kuat. Zeky masih bisa melepaskannya. Karna Zeky selalu membawa pisau kecil kemana – mana. Dan lihat saja. Itu sangat berguna di saat seperti ini.


Saat sudah bisa melepas ikatannya, Zeky segera membuat kebisingan dari dalam bagasi. Karna takut ada yang curiga, orang yang telah mencuri Zeky memeriksa.


Zeky langsung menyerang orang itu membabi buta di jalanan.


Tiga orang lainnya yang tau kalau temannya di habisi, langsung menangkap Zeky dan membawanya masuk kedalam mobil sambil dipegang dua orang. Sedangkan satu orang lagi masih menyetir.


Zeky kembali menyerang mereka menggunakan insting pendengarannya. “Sial. Aku benci keadaaan ku yang buta.”


Terjadi pertarungan sengit di kursi belakang, akibat dari itu, sang supir menjadi oleng saat menyetir.


“Bisakah kalian diam saja?” teriak si supir saat kesulitan mengendalikan laju mobil.


“Lakukan saja tugas mu. Orang yang kita tangkap memang buta, tapi kekuatan pertahanannya tidak main – main.” Kata orang yang bertarung di belakang.


“Kalian hentikan, mobil ini rem nya blong.” Ucap supir yang di depan.


“Apa maksud mu? Jadi bos kita mengorbankan kita semua? Apa mereka tidak percaya kalau kita akan berhasil?” tanya orang yang lain di belakang. Mereka menghentikan pertempuran mereka saat tau kalau remnya blong.


“Katakan pada ku, siapa yang menyuruh kalian?” tanya Zeky dengan marah.


“Kami tidak akan mengatakannya padamu.”


“Sesetia itu kah kalian pada Tuan kalian? Kalian sudah di khianati sekarang. Katakan padaku. Jika kalian masih ada yang selamat, maka aku akan menjadikan kalian salah satu anak buah ku.” Ucap Zeky lagi.


“Kau seenaknya saja bilang kalau kita akan selamat? Sedangkan kau juga akan mati bersama kami?” tanya salah satu dari mereka.


“Kita semua bisa selamat. Walau nanti bisa saja ada luka di tubuh kita, entah sedikit atau banyak. Asal kau beri tau, siapa yang sudah menyuruh kalian. Maka aku akan memberi tau kalian, bagaimana cara menyelamatkan diri dalam situasi seperti ini.”kata Zeky meyakinkan. Karna Zeky sudah terlatih untuk meghadapi situasai berbahaya seperti saat ini.


Mereka bertiga berfikir sejenak. Kini nyawa mereka sedang terancam, lebih baik memilih selamat bukan? Dan mereka berharap Zeky adalah orang yang bisa di percaya.


Kemudian mereka telah sepakat. Tapi saat mereka sudah membuat kesepakatan, sebuah mobil angkut melesat ugal – ugalan.


Dan mobil itu berada di jalur yang Zeky lewati, jadi mereka sedang berhadapan sekarang.


“Mobil itu sengaja mau menabrakan diri kesini. Banting setir ke kiri.” Teriak Zeky.


“Tapi sebelah kiri adalah jurang.” Pekik si supir yang juga sangat lah cemas.


“Sekarang! Kita semua akan mati kalau kita tertabrak.” Teriak Zeky menjadi kesal dengan si supir.


Setelah mengumpulkan segala tenaganya untuk melemparkan diri ke jurang, akhirnya mobil yang di tumpangi Zeky berhasil keluar dari jalan.


Dan mobil yang tadi mau menabrak, langsung meledak seketika. Ternyata isi dari mobil itu adalah bom.


Bersambung.....