
Seharian itu Guzel merasa sangat lah kesal. Dia hanya berdiam diri seharian di mansion tanpa bisa melakukan apa apa. Dan dia tidak suka. Itu sangat membosankan.
Hari semakin larut, jam dinding sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Saat itu pula, pintu kamar pun terbuka. Menampakkan sosok Zeky yang baru saja memasuki kamar.
“Dari mana saja, kau?” tanya Guzel dengan penuh amarah. Ingin sekali ia mencakar cakar pria menyebalkan yang sedang berdiri di depannya ini.
Zeky tergelak mendengar ucapan Guzel. “Ada apa dengan nada ucapan mu? Itu terdengar seperti suara seorang istri yang sedang mencurigai suaminya sedang berbuat hal yang tidak baik di luar rumah.”
“Hey, bagaimana bisa kau mengibaratkan aku sebagai istri mu? Aku bukan istri mu!” teriak Guzel penuh dengan emosi.
“Ya, kau memang bukan istri ku. Tapi kenapa kau terlihat sangat kesal saat bilang kau bukan istri ku? Atau kau memang berniat ingin menjadi istri ku?” tanya Zeky sedikit jail.
“Apa?” Guzel malah kaget. kenapa bicaranya pria ini semakin hari semakin tidak bisa di tebak?
“Aku bisa saja menikahi mu sekarang juga kalau kau mau. Kau tau, daddy akan senang sekali kalau tau kita akan menikah.” Ucap Zeky sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Ngga sudi!” teriak Guzel kencang dan langsung meninggalkan Zeky sendiri di dalam kamar.
“Kurang ajar. Jika saja aku bisa melihat, aku pasti bisa mencegahnya pergi tadi. aku sangat benci dengan keadaan ku yang payah seperti ini.” Umpat Zeky kesal. Zeky tidak punya pilihan lain selain menelvon pak Bear, kepala pembantu di rumah ini.
“Bear, cepat cari gadis itu dan bawa masuk kedalam kamar sekarang juga. Dan satu lagi, kau boleh memaksa dia, tapi jangan sampai kau melukainya. Jika salah satu tubuhnya da yang terluka, maka siapkan kepala mu untuk aku jadikan pajangan di rumah ini.” Ancam Zeky. Entah kenapa ia juga kesal kalau orang yang sudah ia tuduh sebagai musuh itu terluia.
“Baik. Tuan.”
Tak lama setelah itu, dua orang pengawal kesayangan Zeky berhasil membawa masuk Guzel.
“Tidak mau! Lepaskan aku! Kalian berdua, lihat saja nanti. Di saat aku udah kembali ke rumah daddy, aku akan menghukum kalian berdua. Lepaskan.” Teriak Guzel saat masih di luar kamar.
Namun saat pintu kamar Zeky sudah terbuka, Guzel hanya terdiam. Dan dengan gampang, kedua pengawal itu berhasil membawa Guzel kembali masuk di dalam Kamar. Tepat saat itu juga Zeky mengunci kamar dan menyimpan kuncinya agar Guzel tidak bisa keluar lagi.
“Ck, kau itu sangat suka sekali mengganggu ku. Apa sih mau mu, dasar orang aneh. Bukan kah kau menuduh ku sebagai orang yang sudah mencelakai mu? Lalu apa ini? Kau membawa ku ke dalam kamar mu? Kau gila?” umpat Guzel sangat kesal. Bagaimana bisa jalan pikiran orang ini sangat sempit.
“Aku mau menghukum mu.”
“Hey, hukuman apa?”
“Kau harus menemani kui setiap hari. Kan sudah ku bilang, kalau kau harus menjadi pelayan ku. Kau harus menyiapkan segala keperluan ku. Mulai dari makanan dan pakaian. Kau juga harus, memandikan ku.” Kata Zeky dengan tengil. Ia sengaja ingin membuat Guzel selalu marah dis etiap harinya. Entahlah. Melihat Guzel kesal terasa sangat menyenangkan di hatinya.
“A...Apa? aku...” Guzel benar benar di buat terdiam dengan ucapan Zeky. Bagaimana bisa ia berbuat seperti itu padanya.
“Sekarang, lakukan tugas mu.”
“Aku bukannya tidak bisa. Tapi aku belum terbiasa dengan keadaan ku yang tidak bisa melihat. Jadi untuk sementara, kau harus memandikan ku.” Ucap Zeky dengan senyum sinis. Ia punya rencana jahat untuk Guzel.
“Hey, pria gila. Kau dengar ini baik baik. Aku adalah seorang wanita yang masih labil dengan urusan pria. Aku tidak pernah mengenal pria selain dad... em maksud ku, selain ayah ku. Jadi jangan menyuruh ku untuk melakukan hal yang tidak masuk akal.” Guzel masih ingin menolak. Karna sesungguhnya ia sangat takut melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.
“Aku tidak perduli. Dan yang aku butuhkan hanyalah kau harus kerja dengan baik. Lagian anggap saja ini sebagai menebus rasa bersalah mu.” Zeky masih tetap pada pendiriannya.
“Kau! Kau mau menodai akal sehat seorang wanita? Lagian aku tidak bersalah, asal kau tau.” ucap Guzel tidak percaya.
“Ck, siapa yang percaya bahwa kau ini masih polos. Kau selama ini bekerja di hotel. Dan aku sangat yakin kalau kau tidak sepolos itu. Buktikan pada ku kalau kamu tidak bersalah. Baru aku akan melepas kan mu.”
“Aku memnag kerja di hotel. Tapi aku bekerja dengan cara yang sehat. Kau fikir aku wanita sebodoh itu?” Guzel sangat terluka dengan setiap tuduhan yang di berika pria ini padanya.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Semua orang tergila - gila dengan uang. Dan semua orang akan melakukan apa saja demi uang.” Kata Zeky yang masih tidak menyadari kalau tutur katanya itu sangat keterlaluan untuk di dengar.
“Baik lah. Aku akan ingat dengan semua perkataan mu hari ini. Dan lihat saja, suatu hari nanti. Di saat aku bisa membuktikannya padamu. Saat itu juga, akan aku pasti kan kau akan berlutut di hadapan ku. Semua orang harus melihat mu meminta maaf pada ku. Kalau tidak seperti itu, aku tidak akan memaaf kan mu. Dan aku akan selalu jadi musuh mu mulai hari ini.”
Sebenarnya Zeky sedikit merinding saat mendengar ucapan Guzel yang terdengar serius. Tapi ia berusaha untuk tidak menghiraukannya sama sekali.
“Ngga usah banyak bicara, lakukan saja tugas mu hari ini.”ucap Zeky setelah membuang semua rasa takutnya. Apa yang ia takutkan dari Guzel? Bukan kah dia adalah pria yang paling berkuasa di dunia ini?
Akhirnya dengan perasaan yang masih takut, Guzel pum memandi kan Zeky. Guzel memandikannya hampir satu jam karna ia melakukannya dengan pelan.
“Kau sengaja ingin memandikan ku lama, karna ingin melihat tubuh telanjang ku dalam waktu yang lama, gitu?” tanya Zeky sedikit dengan nada menggoda di ucapanya.
Mendengar itu, Guzel semakin menggosok dengan kencang. Ia tidak suka di tuduh seperti itu oleh Zeky. Bahkan Zeky sedikit meringis saat gosokan Guzel semakin keras.
“Kau gila? Kau ini mau mebunuh ku atau apa? kenapa kau tidak menggosoknya dengan lembut? Kau bisa saja melukai kulit ku yang mulus.” Umpat Zeky tidak terima.
‘Maunya apa sih, pelan salah. Keras juga salah. Dasar pria plin plan.’ Batin Guzel menjerit.
“Kamu yang gila! Sudah tau aku ingin membunuh mu. Tapi masih saja membiarkan aku berkeliaran di sekitar mu. Mana ada orang sejenis kamu, wahai manusia!!” teriak Guzel keras karna marah.
“Kau sekarang menjadi lebuh berani pada ku? Kau bahkan tidak memakai bahasa yang sopan pada atasan mu. Apa kau sudah lupa, kalau nyawa mu ada di tangan ku?” ancam Zeky agar Guzel tunduk. Tapi, bukannya takut, Guzel malah melawan.
“Lakukan saja kalau berani. Aku jamin hidup mu tidak akan tenang setelah membunuh ku. Karna kedua orang tua ku akan meneror mu seumur hidup mu. Termasuk anak cucu mu.”
Bersambung...