
Mandi di kolam renang 2 !!
Putaran detik jam seakan berhenti begitu saja saat Guzel mengatakan hal seperti itu. Zeky merasa malu dan kesal secara bersamaan. Apa itu sangat terlihat?
“Kau jangan asal menuduh, ya. Tentu saja aku mandi. Gadis konyol seperti mu tidak tau apa – apa. pergi kau dari sini, pergi!”karna untuk menutupi rasa malunya, Zeky hanya bisa marah dan ingin di tinggalkan begitu saja oleh Guzel. Namun sepertinya Guzel bisa mengetahiu itu. Ia tau kalau lelaki in i hanya tidak mau ada yang melihat kekurangannya.
Saat hari pertama ketika Zeky mandi sendiri, Zeky terpeleset di kamar mandi. Ia tidak tau harus pergi kearah mana, karna kamar mandi miliknya sangat luas. Ia sangat kesulitan menemukan pintu keluar. Bahkan ia menangis cukup lama di sana. Setelah berhasil kembali ke atas kasur, Zeky bernafas lega dan tidak mau mandi lagi. Ia hanya mengganti pakaiannya asal.
Zeky sudah menyuruh sekertaris Kai untuk menaruh baju sesuai setelan. Jadi Zeky bisa mengambil baju itu tanpa takut kalau akan salah warna.
“Tuan. Maafkan kelancangan saya. Saya hanya ingin anda menjalani hidup seperti biasa. Anggap saja saya adalah perawat anda. Bukan kah memang seperti itu kesepakatan kita di awal?” ucap Gzuel yang sepertinya tidak keberatan untuk menjalani rutinitas untuk merawat Zeky.
Karna Zeky tidak menerima, atau pun menolak. Guzel menganggap kalau itu adalah bentuk setuju dari orang arogan seperti Zeky. Oleh karna itu Guzel membasahi Zeky dengan air di kolam itu.
“Tuan, saya akan mencuci rambut anda.” Guzel meminta izin. Namun tidak ada respon sama sekali.
“Tuan saya akan menggosok punggung anda.” Setiap mau melakukan sesuatu, Guzel meminta izin. Walau tidak ada jawaban. Yang penting lelaki ini tidak menolak.
Semua sudah Guzel lakukan. Bahkan ia juga memerintahkan Zeky untuk sikat gigi sendiri setelah Guzel memberi pasta pada sikat giginya. Zeky hanya menurut saja. Setelah di rasa bersih, Guzel mengeringkan Zeky dengan handuk yang sudah di bawanya. Dan Guzel membawa Zeky kekamarnya. Jangan lupa, Zeky masih memakai celana pendek. Itu tidak di lepas oleh Guzel.
Saat sudah sampai di kamar Zeky, Guzel memberikan setelan baju untuk Zeky dan membiarkan lelaki itu memakai sendiri. Guzel menunggu di depan pintu cukup lama. Setelah mendengar suara pintu terbuka, dan menampakkan sosok Zeky. Guzel tidak bisa menahan tawanya saat melihat penampilan Zeky.
Zeky sangat kesal saat tau Guzel menertawakannya, tapi tidak tau apa yang di tertawakan. “Tidak bisakah kau diam saja? Apa yang kau tertawakan?” tanya Zeky menahan geram. Ia ingin mengubur Guzel hidup – hidup.
“Tidak kok, Tuan. Ha.. ha.. ha.. tidak ada yang saya tertawakan. Haha..” ucap Guzel. Tapi Guzel malah menambah tawanya.
“Kau mau mati sekarang juga?” ancam Zeky karna ia sudah tidak tahan mendengar gelak tawa Guzel yang terdengar seperti menertawakannya, dan memang benar begitu.
“Tidak, tuan. Ampun maafkan saya. Apakah anda tidak merasa aneh dengan baju yang anda kenakan?” tanya Guzel memberi tau. Dan saat itu juga Zeky merasa tidak nyaman saat memakai baju.
“Ya. Kau benar. Aku merasa tidak nyaman.”
“Itu karna anda memakainya terbalik, Tuan.” Ucap Guzel dengan melanjutkan gelak tawanya. Jangan tanya seperti apa espreksi Zeky sekarang.
“Brak!!!” Zeky langsung menutup pintu dengan cepat. Dan saat itu juga Guzel semakin ngakak melihat raut wajar Zeky sebelum melarikan diri.
“JANGAN TERTAWA!!!!!” teriak Zeky dari dalam kamarnya.
Bersambung......