
“Kalian harus menikah!!” kata kata sederhana yang mampu membuat hidup seseorang berubah.
“Apa?” teriak Zeky dan Guzel secara bersamaan.
Mereka berdua baru saja ketemu baru baru ini. Dan di setiap moment pertemuan, mereka selalu saja berdebat. Apa yang terjadi ketika mereka harus tinggal bersama, dalam satu atap?
“Dad, aku tidak melakukan apa apa dengan nya. Kami hanya tidak sengaja, dan juga dia Cuma seorang pelayan biasa. Kau mau, punya menantu bar bar seperti dia. Seorang istri harus bisa membahagiakan suaminya setiap hari. Harus selalu tersenyum dan bisa menenang kan hati suaminya. Kalau gadis gila ini yang jadi istri ku, maka bukan tenang dan damai yang terjadi dalam rumah tangga ku nanti. Tapi hanya keramaian yang akan terjadi di ruamh. Dan juga, aku ingin istri ku yang memasakkan ku setiap hari di rumah. Jadi aku tidak mau menikah dengan dia, dan tidak bisa memasak!” ucap Zeky panjang kali lebar karna sangat tidak setuju dengan keinginan ayahnya.
“Ck, Tuan. Jika kau menolak untuk menikah dengan ku, maka bilang saja. Tidak perlu harus mengatakan hal kejam tentang hak suami atau pun kewajiban seorang istri. Saya memang miskin, tapi saya juga punya perasaan. Anda fikir ucapan anda tidak melukai hati saya? Jujur saja. Saya juga menolak untuk menikah dengan seorang pria yang tidak punya etika sama sekali. Anda terlalu sombong, sangat tidak pantas untuk bersanding dengan saya, karna saya selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya akan belajar untuk menjadi pemimpin yang adil dan di sayangi oleh mereka yang saya pimpin. Dan jika anda yang menjadi pemimpin...” Guzel menjeda sejenak kalimatnya. Kedua kakinya maju tiga langkah agar tatapannya bisa mengintimidasi Zeky. Walau Zeky tidak bisa melihatnya.
“Apa?” tanya Zeky karna Guzel Cuma diam, tidak melanjutkan perkataannya.
“MAKA ANDA HANYA AKAN MENCARI CARA UNTUK MENDAPATKAN UANG, TANPA HARUS BERFIKIR APAKAH ORANG YANG BEKERJA DI BAWAH MU SUDAH KAU PERLAKUKAN DENGAN ADIL!!!!” teriak Guzel dengan mata yang memerah. Guzel langsung melarikan diri dari sana setelah berucap.
Brakkkk
Guzel menutup pintu dengan keras, di balik pintu itu Guzel langsung mengacak acak rambutnya sendiri. “Gila, gila gila!!”
Guzel juga menendang kan kakinya untuk melupakan rasa malunya. “Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku malah berteriak padanya? Ck, aku hanya berkata omong kosong belaka.” Guzel menggerutu sepanjang jalan pulang.
“Aku hanya ingin menjalankan misi dari Daddy, tapi sepertinya itu sangat lah tidak mudah. Kenapa masalah seperti ini baru datang di saat aku menjadi miskin? Perasaan saat aku masih jadi Tuan Putri yang di lindungi Daddy, tidak ada masalah sama sekali. Aku bukanya ingin menentangnya, atau pun berdebat dengannya. Aku hanya sakit hati dengan ucapannya. Lalu dengan begitu aku tidak pantas untuk menikah? Memang benar kalau aku tidak bisa memasak. Karna Daddy akan selalu ngomel. Takut aku kena peralatan dapur yang bisa saja melukai ku. Lihat saja nanti, aku akan belajar memasak. Dan akan aku tunjukkan pada nya kalau masakan ku akan lebih enak dari restoran terkenal yang selama ini dia puja cita rasa nya. Dan aku akanmenikah dengan seorang lelaki keren yang sangat di aku cintai, dan paling di bangga kan oleh kedua orang tua ku, hm.. tunggu saja tanggal mainnya, juki-jeki!” ucap Guzel dengan senyum misteriusnya. Sepertinya ia punya banyak rencana untuk kegiatan esok hari.
Sedangkan masih dirumah sakit, Tuan Levent langsung tergelak saat melihat betapa tempramental gadis itu. Itu mengingatkan dia dengan teman lama yang sudah lama tidak ia temui karna saking sibuknya mereka.
"Ah, gadis itu benar benar! Telinga ku tidak tuli padahal. Lihat kan, dad. Kau bisa melihat sendiri kalau gadis itu sangat galak. Dan juga dia itu sangat bar bar. Daddy akan kesulitan kalau punya anak menantu yang tidak penurut seperti dirinya.” Ucap Zeky semakin semangat untuk menjelek jelekkan Guzel.
“Apa yang salah dengan itu, bukan kah sifat dia bisa membuat rumah kita semakin ramai?”
“Dad! Kenapa kau sangat berniat untuk menikah kan aku dengan nya?” teriak Zeky kesal.
“Kau ini sangat tidak ingat umur. Lihat lah, daddy sudah sangat tua. Daddy ingin punya seorang cucu. Lagian, kau tidak takut kalau keris kebanggaan mu tidak akan berfungsi lagi. Karna keris, kalau tidak pernah di gunakan, biasanya kemampuan nya akan turun dan sangat tidak enak di pakai.” Ucap Tuan Levent menggoda anaknya.
“Dad.” Teriak Zeky lagi.
Bukannya merasa bersalah, tapi Tuan Levent malah tertawa keras melihat anaknya menjadi kesal. Tuan Levent langsung mengelus pelan kepala sang anak.
“Paman Damian?” tanya Zeky.
“Ya, entah mengapa melihat gadis itu membuat daddy menjadi sangat merindukan Damian.”
“Mungkin karna Daddy sudah lama tidak menghubungi paman Damian, cobalah Daddy menghubungi paman Damian. Siapa tau nanti setelah itu otak Daddy kembali waras lagi.” Ucap Zeky gamblang.
“Anak tidak sopan. Benar kata gadis tadi, kalau kau harus di ajari ketika berbicara dengan orang tua.” Ucap Tuan Levent yang langsung membuat Zeky menjadi tidak terima.
“Dad, gadis itu selalu bilang untuk bersikap sopan. Tapi dia sendiri tidak bisa menghargai orang lain. Dan lihat tadi, dia bahkan langsung pergi begitu saja tanpa berkata atau pun berpamitan dengan Daddy. Dasar tidak tau malu dengan ucapannya sendiri.” Gerutu Zeky sangat kesal. Kenapa ayah nya sangat memuji gadis itu?
“Dia lupa untuk menghormati Daddy karna kau membuatnya marah.” Sang ayah masih membela si gadis.
“Kok jadi aku yang di salah kan sih, dad?”
“Ya, seperti Damian. Damian sangat sopan, dan patuh, seperti yang kau kenal. Tapi ia bisa berubah menjadi harimau jantan yang sangat galak ketika marah. Apalagi ia melihat sesuatu yang tidak adil. Dia akan terus memburu si pelaku untuk menegakkan keadilan itu.”
Sejenak Zeky sedikit mengingat bagaimana sifat Damian selama ini. Dan benar saja, kalau sifat Damian juga agak mirip dengan Guzel. Tapi Zeky masih enggan untuk mengakuinya. Gengsi lah.
“Apa sih dad. Bagaimana bisa Daddy menyamakan sifat paman Damian yang lemah lembut tapi berwibawa, dengan sifat gadis itu yang sangat lah mengerikan.”
“Ck, jangan terlalu membenci sesuatu. Nanti kamu jadi jatuh cinta, loh.” Ucap Tuan Levent sambil tergelak.
“Iiih, amit amit jabang bayi dad.” Ucap Zeky karna merinding mendengar ucapan ayahnya.
“Tapi, sepertinya gadis itu menyimpan sesuatu. Entah mengapa sepertinya gadis itu terlihat akan sangat menguntungkan kalau kita menjadikan dia berada di pihak kita. Bagaimana kalau kau nikahi dia saja?” canda sang ayah sambil langsung berjalan keluar dari kamar rawat Zeky.
“Daddddddd!!!” teriak Zeky kesal.
Tuan Levent yang mendengar kekesalan anaknya hanya menjawab dengan tergelak.
“Dad, lebih baik jodoh kan aku dengan anak paman Damian dari pada aku harus menikah dengan gadis itu!” teriak Zeky yang masih bisa di dengar oleh sang ayah.
Bersambung......