Hotel De Amor

Hotel De Amor
Tontonan gratis



. Tontonan Gratis


Damian Aracelli yang di beri tau anaknya kalu ia di curi, menjadi sangat kaget. “Kau di mana, daddy akan menjemput mu sekarang juga. Katakan pada daddy.”


“Oh, tidak perlu tuan. Anda tidak perlu menyelamatkan saya. Saya hidup dengan baik disini. Dan saya juga makan dengan teratur. Bahkan tidur saya sangat nyenyak di tempat ini. Saya menelvon karna saya ada keperluan dengan anda.”


“Sayang, apa maksud mu? Kenapa cara bicara mu seperti ini.”


“Tuan, dengarkan saya baik – baik. Tuan, jangan emosi dan jangan banyak tanya.”


“Sayang, kenapa kau berbicara seperti itu.”


“Tuan, anda harus mengikuti perintah saya, ya.”


“apa maksud mu?”


“Ikuti saya.”


“Baiklah.”


“Tuan, anda masih ingat dengan hutang saya, yang 500 juta itu?”


“What? Uang yang aku minta untuk kamu kumpulkan itu?”


“Iya Tuan, rupanya anda masih ingat. Saya tidak bisa membayar hutang itu Tuan. Karna saya di larang kerja sama orang Gila yang sudah mencuri saya. Nanti orang gila itu yang akan membayarkan hutang saya.”


“Jadi, maksud mu kau di curi orang gila? Sayang, beritau Daddy dimana lokasi mu, daddy akan segera menyelamatkan mu. Dia akan kalah dengan Daddy. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan tentara Daddy.”


“Tuan, anda tidak perlu khawatir. Datanglah kerestoran xx. Kita akan bertemu di sana. Saya harap anda bisa menjaga sikap anda. Agar saya tidak bingung.”


“Jaga sikap seperti apa, maksud mu?” sang ayah bingung dengan keinginan Guzel.


‘Aduh. Kenapa Daddy banyak tanya sih. Aku kan bingung juga.’ Guzel memejamkan mata sambil berfikir dalam hati, apa yang akan ia katakan pada ayahnya?


Sedangkan Zeky yang sendari tadi jadi pendengar, merasa sangat kesal saat Guzel berkata kalau dia adalah orang gila. Karna percakapan itu tak kunjung selesai, akhirnya Zeky memilih untuk mengakhiri percakapan keduanya dengan perkataan sarkas.


“Bilang saja aku akan menemuinya. Katakan di mana dia sekarang.” Kata Zeky dengan keras, di sertai emosi tertahan.


“Suara siapa itu, sayang?”


“Oh, itu hanya suara anjing yang menggonggong. Lupakan saja, Tuan. Tuan, datanglah kerestoran sekarang. Pria gila itu akan menemui anda.” Kata Gzuel yang mampu membuat Zeky melotot tidak percaya.


Guzel kemudian mematikan sambungan.


“Apa yang kau katakan, barusan? Kau sedang menghina ku? Hey!” teriak Zeky tidak terima.


“Tuan, lupakan saja. Mari kita bersiap. Jangan sampai orang yang saya hutangi menunggu anda.”


“Tidak. Kau harus pertanggung jawabkan dulu perkataan mu.”


“Tuan. Itu akan memakan waktu yang sangat lama. Saya sangat tidak suka menunggu. Jadi, cukup sampai di sini.”


“Kau berani membantah perkataan ku?”


“Tuan. Apa susahnya sih, menurut saja. Lagian anda juga tidak akan rugi apa – apa kalau saya berkata seperti itu.”


“Tentu saja rugi.”


“Tidak.”


“Rugi. Itu adalah pencemaran nama baik. Kau harus tanggung jawab.”


“Tidak perlu. Ayo bersiap. Saya akan memilihkan baju yang bagus untuk anda.”


“Kau jangan membantah ku terus.”


Guzel dan Zeky masih berdebat. Sedangkan di sebuah meja di ujung sana ada seorang pria yang sedang menikmati kopi sambil melihat pertunjukkan perdebatan mereka.


“Usia mereka sudah cukup dewasa. Tapi tingkahnya seperti anak kecil, lumayan. Bisa di pakai tontonan Gratis.” Ucap sekertaris Kai. Ia memang di suruh Zeky kesana tadi pagi.


Bersambung.........