
Hilang
Damian yang mendapat info kalau putri kesayangannya hilang, hanya bisa memijit pelipisnya. Ia bingung, antara Guzel benar – benar di curi atau Zeky yang membawanya seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Akhirnya Damian memilih untuk menghubungi Zeky dan bertanya. “Apa Guzel ada bersama mu?” tanya damian setelah Zeky mengangkat panggilan itu.
“Ya, Dad.” Ucap Zeky karna Guzel palingan hanya pergi sebentar. Palingan gadis itu juga akan segera kembali. Panggilan pun berakhir setelah mereka basa – basi sebentar.
Zeky yang masih sibuk dengan pekerjaannya pun merasa lapar. Ia melihat kearah jam dinding, ia sangat kaget karna waktu menunjukkan tengah malam. Lalu kemana perginya Guzel? Kenapa wanita itu tidak pulang – pulang?
“Sial.” Zeky mengumpat karna nomor Guzel tidak bisa di hubungi. Kenapa?
Zeky kemudian melacak di mana hp Guzel berada dan menelfon sekertaris Kai.
“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan lokasinya di mana?” tanya Zeky melalui panggilan suara.
“Sudah Tuan. Tapi hacker kita merasa ada yang aneh. Karna lokasi itu menunjukkan arah Hutan. Dan tidak ada pergerakan sama sekali. Apa anda yakin nona Guzel berada di sana?” tanya sekertaris Kai dengan bingung.
“Kau siapkan pasukan. Aku akan melihat apa yang terjadi disana. Bawa helikopter dan peralatan medis beserta perawatnya. Aku takut kalau Guzel sedang terluka di sana.” Ucap Zeky.
Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu. Zeky sangat kesal. seharusnya malam ini ia sudah menikmati malam yang indah bersama Guzel tapi semua itu tidak berjalan sesuai dengan realitanya.
Zeky segera pergi ke lokasi yang sudah mereka temukan. Tapi ia hanya menemukan ponsel Guzel di sana. Wanita itu tidak mungkin menghilangkan ponselnya di sana. Ia tidak seteledor itu.
Lalu, di mana dia?
Zeky segera menelvon sekertarisnya kembali. “Kau sudah menyiapkan pasukan?”
“Bagus. Cepat kemari dan sisir seluruh lokasi ini. Sepertinya ada yang mau bermain dengan ku. Maka akan aku ladeni mereka.” ucap Zeky dengan penuh amarah. Ia tidak akan mengampuni siapapun yang mencuri istrinya. Jika istrinya lecet sedikit saja, mereka akan membalas rasa sakit itu dua kali lipat.
“Tunggu Tuan, apa mungkin nona Guzel menghilang?” tanya sekertaris Kai dengan penuh tanda tanya.
“Ck, sejak kapan otak mu menjadi lelet begini?” kesal Zeky.
“Baiklah Tuan. Mungkin saya sudah lama tidak berburu, oleh karna itu saya kurang mengerti apa yang tengah terjadi.”
“Ck, ngga usah drama. Cepat kemari.” Perintah Zeky yang sudah tidak sabar. Jika saja sekertarisnya itu tidak punya kemampuan yang baik, ia pasti sudah menggantungnya di kandang hyena.
“Tunggu Tuan.” Ucap sekertaris Kai saat Zeky berniat mau mematikan panggilan.
“Ada apa?” bentak Zeky karna sekertarisnya selalu mengajak berbicara. Apa dia tidak tau betapa khawatirnya Zeky pada istrinya.
“Harus kah saya memberi tau masalah ini pada ayah nona Guzel?” tanya nya kemudian, yang langsung di balas bentakan sama Zeky.
“TIDAK USAH!!”
Tut.. tut.. tut... tanda panggilan berakhir.
Sekertaris Kai hanya bisa mendesah pasrah. “Nasib menjadi bawahan. Yang menjadi sasaran empuk si Tuan kalau sedang marah.” Gumamnya.
Bersambung..........