
49. Hukuman
Manis
Sekertaris
Kai hari ini sangat sennag karna ada sekertaris baru yang akan membantunya
mengurus segala urusan perusahaan. Zeky sengaja mencari sekertaris baru agar ia
bisa sedikit longgar untuk bisa mengganggu Guzel.
“Antarkan
aku ke Hotel De Amor sekarang juga.”
Setelah
sampai di Hotel De Amor, Guzel langsung bernafas lega. Ia melihat di
sekeliling. Ia terlambat.
“Selamat
pagi, miss.” Ucap Guzel menyapa atasan nya yang dulu.
“Kau sudah
sangat terlambat Guzel. Tadi pagi bos yang sudah lama tidak menampakkan diri
sekarang sudah kembali. Kita semua tadi di apsen. Dan kau telat. Gara – gara
dirimu aku harus menghadapi amukannya. Cepat kau keruangannya. Kau di tunggu
bos sekarang.” Omel atasanya.
Dalam hati
Guzel menggerutu. Jadi pria itu sengaja datang dan menganggu bpekerjaannya? Apa
pria itu tidak punya pekerjaan lain?
Guzel
memasuki hotel vvip khusus punya Zeky dengan perasaan yang sangat kesal. ia
ingin menelan pria gila itu hidup – hidup.
Tok tok
tok...
Mendengar
suara pintu di ketuk, Zeky langsung tersenyum lebar. Sekertaris kai sedang
menunggu di parkiran sambil mengerjakan beberapa tugas yang tidak bisa di
tunda. Setelah mengantar Zeky ke tempat yang seharusnya.
Zeky membuka
pintu otomatis itu dengan remot canggihnya. Ia tersenyum lebar melihat wajah
masam Guzel.
“Tuan,
pekerjaan anda apakah hanya mengganggu saya? Apakah anda tidak bosan?
Seharusnya anda lelah dan bosan ketemu saya terus.” Ucap Guzel lembut tapi
ekspresi wajahnya menunjukkan kemarahan.
‘Kenapa
gadis ini kelihatan lucu dan imut di saat yang bersamaan? Tidak terkesan garang
sama sekali. sungguh mengejutkan.’ Pikir Zeky ingin tertawa, tapi ia menahan
itu. Ia tidak ingin Guzel mnegetahui kebenarannya.
“Kau sudah
datang?” tanya Zeky dengan melipatkan kedua tangannya di dada bidangnya.
“I.. iya.
Tuan.” Dalam kondisi seperti ini, entah kenapa Guzel malah terpesona dengan
Zeky yang entah kenapa sekarang terlihat sangat lah tampan di matanya.
“Bagus.
Kemarilah.” Kata Zeky memerintah.
Saat mendengar
perintah itu, Guzel menjadi ws – was. Apa dia akan di hukum?
“Tuan, apa
yang akan anda lakukan?” tanya Guzel khawatir.
“Tentu saja.
Memberi mu hukuman.” Kata Zeky tanpa beban.
‘Tuh kan
bener apa yang sudah aku fikirkan. Bagaimana bisa pria ini melakukan semua
kejahatan ini pada ku padahal aku selalu berbuat baik padanya.’ Jerit Guzel
dalam hati.
“Tuan. Bukan
kah seharusnya anda tidak harus menghukum saya?” ucap Guzel memberanikan diri.
mu, aku tidak harus menghukum mu?” tanya Zeky heran.
“Itu, bukan
kah anda sendiri sudah tau kalau saya terlambat juga karna ulah anda sendiri.
Saya sudah mendandani anda sedemikian rupa untuk menjadi lebih tampan. Tapi
kenapa anda pura – pura lupa dengan apa yang sudah terjadi, tadi pagi?” ucap
Guzel yang merasa di permainkan. Ia tidak mau di ganggu terus sama Zeky.
“Kau lupa,
siapa dirimu?”
“Saya....”
“Kau adalah
pelayan ku. Dan kau harus menuruti semua perintah ku. Bukan kah aku sudah
berbaik hati pada mu untuk memperboleh kan mu bekerja kembali disini? Jadi
turuti semua perintah ku.”
“Tapi Tuan,
tidak......” Guzel menghentikan ucapannya saat terkejut atas tindakan cepat
Zeky.
Zeky yang
sendari tadi tergoda melihat bibir merah merona punya Guzel pun segera
melahapnya dengan rakus. ia melakukannya tanpa sadar. Guzel bahkan tidak sadar
dengan apa yang sudah Zeky lakukan. Mereka hanya saling menempelkan kedua bibir
mereka. Tanpa ada pergerakan apapun.
Namun saat
Zeky sudah benar – benar tergoda. Ia tidak ingin melepas kan Guzel. Bahkan
sekarang ia bermain dengan sangat ganas. Bahkan Guzel hampir kehilangan akal
sehatnya.
Entah apa
yang membuat Zeky bisa bermain sejago itu. Bahkan Guzel sendiri kesulitan untuk
mengimbangi permainannya. Setelah sekian lama bermain dan saling berbelita.
Akhirnya mereka berdua mengkhahiri kegiatan asik nya.
Guzel yang
sudah menyadari apa yang sudah terjadi pun segera pergi dari kamar itu dengan
perasaan sangat malu.
“Kau sudah
mulai gila, Zel. Apa yang sudah kau lakukan dengan pria itu!” teriak pelan. Ia
Guzel menggerutu sendiri sepanjang jalan.
Ketika Guzel
keluar dari ruangan Zeky, saat itu pula ia berpapasan dengan seorang wanita
yang sexy juga berpakaian sangat glamor. Ia seperti wanita yang sangat
berkelas.
“Siapa, kau?
Kenapa kau bisa keluar dari ruangan khusus milik Zeky?” tanya wanita itu pada
Guzel.
“Saya
melakukan kesalahan. Dan saya di hukum disini.” Ucap Guzel jujur tapi tidak
sepenuhnya. Dalam hati ia melihat wanita itu dengan waspada. Apa dia adalah
wanitanya Zeky? Lalu kemana saja dia? Kenapa baru muncul sekarang?
“Oh.. “ ucap
wanita itu dan ia menelisik penampilan Guzel dari atas sampai bawah. Guzel
sangat kesal karna ia merasa di telanjangi oleh wanita itu.
“Hanya
seorang pelayan.” Ucapnya dan kemudian langsung pergi meninggalkan Gzuel.
Guzel sangat
marah mendengar itu. Ia bersumpah akan membalas semua perkataan hina dari
wanita itu.
Bersambung........
Maaf ya
kurang greget adegannya.. saya hanyalah manusia polos yang belum nikah, jadi
saya minta maaf