Hotel De Amor

Hotel De Amor
Gangguan orang ketiga



Gangguan orang ketiga


Setelah berdebat di dalam mobil bersama Guzel. Kini Zeky sedang di hakimi oleh gadis cantik itu di sebuah cafe.


“Kau bisa jelaskan.”


“Itu..” Zeky sudah tidak bisa berkata lagi. Ia merasa sangat kikuk. Ternyata pilihannya untuk menguntit Guzel waktu itu berujung masalah besar padanya. Ia memilih untuk di tabrak mobil saja dari pada ketahuan seperti ini. Memalukan sekali.


“Ck, jangan diam saja! Cepat katakan sesuatu!” teriak Guzel kesal.


“Kau jangan menghakimi kau seperti itu. Kau hanya salah faham.” Zeky ingin membela diri tapi bingung bagaimana caranya.


“Salah faham gimana? Ini sudah jelas kalau barang ini punya ku. Kau mau mengelak apa lagi. Dan kau mendapatkan dari mana?”


“Maaf kan aku.” Ucap Zeky sambil menunduk.


Guzel hanya menatapnya tajam karna kesal. Guzel merasa sangat gerah, oleh karna itu ia segera meminum minuman miliknya, yang berada di atas meja. Tapi ia tidak mengahilangkan tatapan tajamnya pada zeky.


“Kau jangan menatap ku seperti itu.” Pinta Zeky karna ia sangat takut di tatap Guzel seperti itu.


Guzel semakin melotot saat Zeky berkata seperti itu.


“Disaat seperti ini kau berani memerintah ku.” Umpat Guzel sambil menggebrak meja, tapi pelan. Ia takut mengganggu pengunjung yang lain.


Zeky sangat di buat gila. Ia bingung harus apa dalam situasi seperti ini. Karna sebelumnya ia tidak pernah di hadapkan dalam situasi seperti ini.


“Aku bisa jelaskan.” Guzel semakin memaksa dan itu sangat membuat Zeky mati kutu.


“Jangan berbelit. Cepat katakan. Dari mana kau mendapatkan benda seperti ini? Kau Cabul?” tuduh Guzel yang membuat Zeky sangat malu.


“Aku ini pria normal asal kau tau. Aku tidak seperti ini.”


“Lalu apa yang sudah aku lihat dai mobil tadi? jangan kira aku adalah gadis bodoh yang tidak tau apa maksudnya hal itu!” bentak Guzel yang mampu membuat Zeky hampir meledakkan jantungnya.


“Aku hanya terpaksa membawanya.”


“Untuk apa kau membawanya? Apa kau akan menjadikannya barang antik? Sudah lah, jangan mengelak. Kau sudah ketahuan sekarang.” Guzel sudah kehabisan kesabarannya. Ia sangat kesal sama Zeky.


“Aku memang tidak sengaja membawanya. kau harus percaya padaku. Janga menghakimi aku seperti itu.”


Zeky hanya bisa pasrah saat sudah tidak ada jalan lain untuk berbohong. “Ya, aku memang membawanya dari rumah mu.”


“Ck. Kau baru mau mengakuinya sekarang?” pekik Guzel kesal.


“Dari mana kau tau rumah ku?” pekik Guzel tidak percaya. Ia mengira Zeky mengambil dari Mansion Daddynya.


“Tentu saja aku tau. Aku menggaji banyak orang. Dan gaji mereka tidak lah murah setiap bulannya. Mereka adalah orang cerdas yang terpilih. Oleh karna itu, aku bisa tau dimana kau tinggal. Saat itu aku hanya kesal. kau begitu berani padaku. Aku berniat mau memberimu pelajaran karna sudah berani melempar kan sepatu mu pada ku.” Jelas Zeky yang mampu membuat Guzel tidak percaya.


“Hanya itu?”


“Ya. Dan juga, kau tau. Identitas mu sebenarnya sangat mencurigakan. Kau tidak punya riwayat hidup sama sekali selain sesudah bekerja di hotel. Jadi jangan salahkan aku. Menyusup ke rumah mu.” Zeky tidak mau di salahkan sendiri.


Sampai sini Guzel baru faham kalau yang di maksud ‘Rumah’ adalah ‘Kos’ nya dulu.


“Jadi?” ucap Guzel bingung.


Ia mencoba untuk mengingat kembali. Dan ingatanya jatuh pada saat ia mandi dan ia mendengar ada suara berisik dalam kamarnya.


“Kau...!” Guzel baru saja akan berteriak marah karna saat itu ia juga melepas bajunya di dalam kamar. Apa pria itu melihat semuanya?


Namun saat Guzel mau berteriak, Zeky langsung menc*um bibirnya agar Guzel tidak marah. Adegan itu dilihat banya orang. Salah satu dari pria dewasa yang ada di sana, menepuk pundak Zeky.


Zeky maupun Guzel sama – sama kaget ada orang ketiga yang mengganggu aktivitas mereka. Zeky ingin memukul pria itu, tapi ia urungkan saat pria itu berkata.


“Aku kemari bersama dengan anak perempuan ku yang sudah duduk di bangku sd.” Ucap pria itu sambil menunjuk dimana anaknya berada.


“Tidak bisakah kalian melakukan hal itu di tempat lain. Tadi anak ku bertanya dan aku juga bingung harus bilang apa. jadi, mengertilah.” Ucap pria itu.


“Maaf.” Ucap Zeky sambil menunjukkan muka merasa bersalah.


Sedangkan Guzel malu bukan main. Tanpa pamit, ia langsung pergi meninggalkan kedua pria itu.


“Gila.” Umpat Guzel.


Bersambung....