
58 Guzel akan pulang
Setelah sebulan penuh berjuang, Guzel berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari 1 M. Berkat kepintarannya dalam mengelola bisnisnya, ia sekarang sudah memiliki lebih dari 50 karyawan.
“Kerja bagus, Zel.” Puji Raisa tulus.
“Ya. Semua juga berkat dukungan dan bantuan mu. Terima kasih ya, sudah mau menjadi partner ku.”
“Tidak perlu sungkan. Jadi kapan kau akan kembali kerumah orang tua mu? Aunty pasti akan sangat merindukan mu.” Ucap raisa dengan senang.
“Ya. Kau benar. Aku akan pulang kerumah dulu, sebelum kencan malam ini.” Kata Guzel sambil tersipu.
“Oho.. yang sudah punya pacar.” Ledek Raisa.
“Jangan begitu.” Guzel sedikit memukul pelan teman baiknya itu karna ia sangat malu.
“Baiklah. Segera lah menikah. Dan beri aku keponakan – keponakan yang lucu.” Raisa masih tidak bisa berhenti.
“Ck, sudahlah. Pacaran saja belum, sudah mikir nikah. Jangan bergurau. Pergi sana.” Usir Guzel bicanda.
“Oho.. sudah tidak tahan ya. Penegen segera ketemu.” Raisa masih tidak mau berhenti.
“Sudah.. pergi.”
“Iya iya..” ucap raisa dan langsung beranjak dari sana.
...........................
Sekertaris Kai memasuki ruangan Ceo dan langsung menaruh tumpukan berkas di atas meja. Zeky yang sedang duduk di kursi sambil melamun tidak menghiraukanya sama sekali.
“Tuan, ini sudah satu bulan. Dan anda tidak mau bekerja sama sekali. ini tidak seperti anda yang biasanya.” Sekertaris Kai mengungkapkan kekesalannya.
“..........”
“Apa ini karna nona Guzel?”
“......”
Karna tidak ada jawaban, sekertaris Kai pergi begitu saja tanpa pamit. Percuma juga pamit, yang di pamiti tidak akan merespon sama sekali.
“Ya, Nona. Anda ada di mana sekarang? Apa anda baik – baik saja? Nona, asal anda tau. Sekarang Tuan muda menjadi sangat gila saat anda tidak ada kabar.” Teriak sekertaris Kai antusias.
Ia senang. Dengan kembalinya Guzel, ia tidak perlu kerja lembur lagi, karna Zeky akan menangan sebagian urusannya sendiri.
“He.. He.. Hee... apa separah itu.” Guzel tertawa senang mendengar itu. Ia terhibur.
“Ya. Nona harus kembali.”
“Baiklah. Karna sudah saatnya aku untuk kembali.”
“Benarkah Nona? Ahh.. terima kasih Tuhan.” Sekertaris Kai sangat senang mendengar itu, bahkan melakukan sujud sukur.
Guzel yang berada di ujung telephon hanya bisa heran. Kenapa sekertaris Kai terdengar sangat senang sekali dengan kepulangannya? Tapi, yah. Bodoh amat lah.
............................
Saat perjalanan pulang, Zeky masih saja melamun. “Sudah sampai, Tuan.” Sekertaris Kai mempersilahkan sambil membukakan pintu.
Zeky awalnya masih tidak sadar. Tapi ia sedikit bingung saat mendengar keramaian. Kenapa mansion utama terdengar sangat ramai?
Setelah sadar dari lamunannya, Zeky ingin sekali menenggelamkan sekertaris Kai ke dalam sumur.
“kenapa kau membawa ku kerestoran, bukannya ke mansion?” teriak Zeky namun ia heran, tidak menemukan keberadaan sekertaris Kai di sana.
“Kemana anak buah laknut itu pergi?”
Sebelum Zeky menemukan keberadaan sekertaris Kai, seorang pria menarik paksa dirinya agar segera masuk ke dalam restoran.
“Lepaskan aku. Lepaskan.” Zeky mencoba memberontak, namun usahanya sia – sia.
Zeky heran. Siapa mereka? kenapa Zeky bisa kalah dengan mereka?
Setelah memasuki restoran. Mereka meninggalkan Zeky sendiri saja di sebuah meja makan yang penuh dengan makanan.
Awalnya tempat itu terlihat hanya remang – remang. Karna hanya lampu kecil saja yang di nyalakan. Namun beberapa saat kemudian....
Bersambung.....