Hotel De Amor

Hotel De Amor
Saya punya banyak hutang



Saya punya banyak hutang


“Apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Zeky heran, apa yang membuat Guzel terdengar serius.


“Sebenarnya ini sangat memalukan, Tuan. Tapi saya tidak punya pilihan lain, selain mengatakannya kepada anda.” Kata Guzel. Dari nada suaranya, terdengar ia sepertinya sangat malu untuk mengatakannya.


“Tidak apa. katakan saja apa yang sedang kau fikirkan.” Ucap Zeky meyakinkan.


“Tuan, saya akan merawat anda dengan baik. Tapi, boleh kah saya mencari pekerjaan?” tanya Guzel dengan nada selembut mungkin. Namun sepertinya Zeky sangat tidak suka dengan keinginan Guzel.


“Kau sedang menggali lubang kubur mu sendiri? Kau mau melarikan diri dari tugas mu?” ucap Zeky seakan tidak suka. Karna memang ia tidak suka.


“Itu Tuan. Saya sebenarnya mau memberi tau anda kalau saya ini punya hutang.” Ucap Guzel. Ia mendapatkan ide untuk bilang kalau ia punya hutang, agar ia bisa mendapatkan uang.


“Hutang?” pekik Zeky tidak percaya.


“Ya, saya tidak bisa hidup dengan tenang kalau saya belum membayar hutang saya.” Ucap Guzel dengan nada yang memelas mungkin agar Zeky menyetujuinya.


“Ck, memangnya berapa hutang yang kau punya?” tanya Zeky kemudian.


“Tuan, anda tidak akan menyangka kalau saya mempunyai hutang sebanyak ini.”Guzel tidak habis fikir, buat apa juga, bosnya ingin tau berepe hutangnya.


“Ck, bilang saja, berapa hutang yang kau punya?” pekik Zeky tidak sabar. Apa benar wanita ini punya hutang?


“Itu tuan, 500 juta.” Ucap Guzel dengan memejamkan matanya. Ia sangat malu sekarang. Ia tidak pernah berhutang. Jika saja pria ini mengizinkannya bekerja, ia akan mudah mendapatkan uang.


“Tuan. Saya ini lulusan universitas yang sangat bagus. Saya harus membayar banyak untuk kuliah saya. Dan saya berhutang sebanyak itu untuk kebutuhan kuliah saya.” Damn. Guzel berbohong lagi. Biarlah nanti ia akan minta maaf pada pria ini untuk kebenarannya.


“Kau itu hanya terlalu naif. Sudah tau kalau tidak punya uang. Masih saja ingin kuliah di tempat yang bagus. Semua kampus itu sama. Tergantung kamu belajarnya gimana.” Ucap Zeky sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.


‘Kau memang suka menuduh. Biarlah, nanti aku akan membalas mu kalau aku sudah kembali ke rumah daddy.’ Pikir Guzel dalam hati.


“Lalu apa yang harus saya lakukan tuan? Saya ingin bekerja. Saya akan merawat anda. Saya akan memandikan anda di pagi hari, masak dan menyuapi anda. Saat jam istirahat siang, saya akan kembali pulang untuk menyuapi anda. Dan jam malam nanti saya akan kembali mengurus anda sebelum anda tertidur, bagaimana? Jadi saya punya waktu untuk cari uang.” Ucap Guzel dengan mata berbinar. Semoga saja si buta ini menyetujui.


“Itu yang kau ingin kan?” tanya Zeky dengan mendelik. Ia ngga suka dengan semua keinginan Guzel. Dan ia harus lakukan apapun agar Guzel selalu stand by bersamanya 24 jam.


“Iya, Tuan. Saya akan memprioritas kan anda lebih dari pekerjaan saya nantinya. Dan tenang saja. Saya tidak akan melarikan diri. karna saya tidak mau di hukum sekertaris Kai lagi.”


“Baiklah aku sudah buat keputusan.”


“Benarkah Tuan? Lalu apakah saya boleh bekerja?”


“Tidak boleh.”


What? Guzel hanya bisa mendengus kesal lalu 500 jutanya gimana?


Bersambung.