Hotel De Amor

Hotel De Amor
Restoran



“Selamat siang.” Sapa Guzel dengan senyum teramahnya.


“Ya, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang pria paruh baya, yang merupakan manager di retoran terkenal itu.


“Perkenalkan nama saya Guzel, saya ingin melamar pekerjaan di sini.” Tutur Guzel dengan lembut.


“Oh ya, beruntung sekali restoran ini kedatangan dewi dari kayangan untuk bekerja di sini. Pasti pengunjung akan semakin meningkat. Jika mereka tau kalau ada gadis secantik ini berkerja di sini.” Kata pria itu dengan tulus.


“Terima kasih, pak.”


“Ya. Kau bisa mulai bekerja besok. Saya akan beri info selanjutnya untuk tugas yang akan kamu kerjakan besok pagi.” Ucap si manager senang, sepertinya ia harus bersiap untuk menyambut para pelanggan yang akan datang lebih banyak esok hari di setiap harinya.


“Baiklah. Terima kasih, pak.” Kata Guzel dengan senang.


‘Sepertinya hari yang baik sedang berpihak pada ku. Terima kasih, Tuhan.’ Pikir Guzel.


“Siapa bilang kau bisa bekerja, disini?” terdengat suara bariton yang terkesan sangat menakutkan di telingannya.


‘Bukankah ini suara orang gila yang menakutkan itu?’ Guzel menebak dalam hati kalau itu adalah suara Zeky.


Guzel tak ingin penasaran, oleh karna itu ia langsung berbalik. Melihat siapa orang yang telah melarang dirinya untuk bekrja, Guzel sangat terkejut ketika melihat Zeky ada di sini.


“Pak, kalau begitu saya permisi pulang ya, saya akan datang lagi besok pagi.” Guzel berpamitan kepada sang manager restoran. Guzel sengaja berkata seperti itu karna ia ingin menghindar dari Zeky.


Sebelum si manager menjawab, Zeky sudah menyela duluan. “Sudah ku bilang, kau tidak boleh bekerja di sini!”


“Hey, siapa kamu, bisa melarang ku?” teriak Guzel kesal. Kenapa juga pria menyebalkan ini melarang dia untuk bekerja.


“Aku...?” Zeky terdiam sejenak karna bingung mau bilang apa. Namun sedetik kemudian ia tersenyum sinis sambil berkata.


“Aku adalah suami mu. Kau ini, di saat suami sedang sakit, tidak di rawat malah kau memilih keluyuran kemana - mana sampai suami mu yang tampan ini harus mencari mu.” Ucap Zeky dengan raut yang sangat menyedihkan. Ia hanya mengharapkan rasa iba dari pria paruh baya yang telah mempekerjakan Guzel.


“Apa?” Guzel bereteriak syok. Apa yang di katakan bos gila nya ini?


“Sejak kapan kita...” ingin Guzel berbicara lagi, namun langsung di putus sama si manager.


“Sudah lah. Keluar kalian berdua dari tempat ini. Dan untuk kamu nyonya, seharusnya kau harus bisa merawat suami mu dengan sepenuh hati. Kau lihat bukan, suami mu sdang sakit. Kau malah meninggalkan nya sendiri. Kau fikir dengan wajah cantik mu itu, kau bisa melakukan apa saja sesuai yang kamu ingin kan? Jangan terlalu naif nyonya. Wajah cantik yang nyonya miliki akan sirna ketika anda sudah tua. Jadi jangan kualat sama suami. Kalau aku yang punya istri kayak nyonya, aku pasti sudah mengubur nyonya, dan mengganti dengan yang baru. Yang lebih tulus dari nyonya.” Kata sang manager kesal. Dia juga pria, tapi melihat orang lain di rendahkan seperti itu, membuat dia tambah kesal saja.


“Apa yang kamu bilang?” kata Guzel pelan karna ia sedang tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.


“Sebaiknya kita pulang, dan bicara baik - baik.” Ucap Zeky semakin menambah suasana keruh di tempat itu. Sial. Hal itu membuat Guzel sangat malu.


“Mari Nyonya, kita pulang.” Ucap sekertaris Kai sambil menahan tawanya.


Guzel ingin menolak serta memberontak. Namun ia mendapat tatapan tidak suka dari manager, dan beberapa pengunjung restoran yang mendengar percakapan mereka tadi. Dengan hati yang sangat jengkel, Guzel pun pergi mengikuti langkah si bos gila yang penuh kharisma itu.


‘Lihat saja, tunggu pembalasan ku!’ pekik Guzel hanya dalam batinnya.


“Hey, kau. Kenapa kau berani sekali berkata hal yang tidak benar di depan manager tadi? aku sudah mengundurkan diri dari pekerjaan ku sebelumnya. Dan kau sekarang sudah bukan lagi bos ku. Kenapa kau masih saja ingin mencampuri urusan ku?” teriak Guzel kesal setengah mati.


“Ck, kau sudah lupa dengan tugas mu? Kau belum menyelesaikannya.”


“Tugas apa? perasaan aku tidak punya hutang apa - apa dengan mu.”


“Baiklah, aku akan menganggap kau tidak punya hutang dengan ku. Tapi dengan syarat, kau harus memberikan bukti pada ku bahwa kau tidak bersalah dalam peristiwa penabrakan itu. Dan selama kau belum membuktikannya, maka kau harus bekerja dengan ku. Kau harus merawatku sampai sembuh tanpa gaji. Setiap aturan ku harus kau patuhi. Dan lagi, jangan membantah perkataan ku. Kalau kau berani melanggar, kau akan kena denda.” Kata Zeky kemudian.


“Kau ini benar - benar kejam, pada orang miskin seperti aku. Kau tau bukan, kalau aku sedang tidak punya uang sama sekali. Dan kau dengan santainya bilang kalau aku akan di denda. Lalu aku harus membayarnya dengan apa!” teriak Guzel kesal. Entah kenapa ia sangat tidak bisa santai pada orang buta satu ini.


Zeky tersenyum smirk mendengar itu, “Kau bisa membayarnya dengan tubuh mu, bukan?” ucap Zeky tanpa rasa bersalah.


Sedangkan Guzel yang saat itu merasa di lecehkan, langsung mendekati Zeky, dan tak lama kemudian terdengar suara.


‘Dduk....!’ Guzel menendang tempat di mana adik kebanggan Zeky berada.


“Shitttttt!!!!” Zeky hanya bisa mengumpat sambil memegangi keberadaan pusakanya itu.


“Tuan, anda baik baik saja?” sekertaris Kai sangat terkejut dengan kenekatan seorang Guzel. Semakin lama, keberanian gadis ini semakin menjadi. Apa dia tidak takut kalau Zeky akan segera melenyapkan nyawanya?


“Lain kali jangan meremeh kan ku lagi. Atau kau akan menerima yang lebih parah dari ini.” Ancam Guzel yang kemudian langsung pergi meninggalkan tempat itu.


“Kau, gadis nakal. Tunggu saja pembalasan ku.” Teriak Zeky tanpa melihat kearah Guzel, karna ia tidak tau, dimana keberadaan gadis itu.


“Ciiiih, kau tidak akan bisa menangkap ku lagi. Ingat itu!” teriak Guzel yang langsung menghilang di kerumunan orang.


Sedangkan sekertaris Kai lebih memilih untuk menolong Tuannya dan membawanya masuk kedalam mobil.


“Kai, jangan biar kan gadis bar bar itu lolos. Cepat suruh orang untuk mengikuti kemana pun ia pergi. Dan culik dia. Bawa ke mansion kedua. Ia akan menerima akibatnya. Setelah kelakuannya pada ku hari ini, aku tidak akan membiarkan dia bernafas lega setelah ini.” Suruh Zeky sambil mengumpat.


Ia sangat kesal dengan keberanian gadis itu. Punya nyawa berapa dia, berani menentang seorang Zeky?


“Baik, Tuan.”


....................................................


Sedangkan Guzel, masih sedang bersantai di kos nya. Tanpa tau kalau ada bahaya yang sedang mengintainya.


“Benar benar menyebalkan tu orang. Padahal aku tidak bersalah, sama sekali. atas dasar apa dia berani menuduh ku seperti itu? Huft, bagaimana bisa orang labil seperti dia bisa memimpin sebuah perusahaan besar?” Gerutu Guzel tidak habis fikir.


Namun Guzel sangat terkejut saat ada sebuah tangan menutupi mulutnya. Dan Guzel langsung pingsan saat sebuah suntik bius berhasil melumpuhkannya.


Siapa itu?


Bersambung.....