
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya suatu saat akan jatuh pula, Hari akhirnya secara tidak disengaja tertangkap polisi saat razia surat kendaraan dan dia dimintai keterangan tentang kasus yang menjerat Melati di kantor polisi.
"Beneran Pak Polisi, saya ga tau apa-apa tentang kejahatan itu" ucap Hari berkali-kali saat dimintai keterangan didepan
"Kami hanya meminta keterangan saudara sebagai saksi, jadi kalau merasa tidak terlibat ya diceritakan saja sesuai sepengatahuan saudara" kata penyidik.
"Saudara? Saudaranya siapa Pak? Selama menikah sama Melati, saya ga pernah dikenalin ke saudara-saudaranya, jadi ga kenal Pak sama mereka. Saya juga ga tau mereka dimana" jawab Hari polos cenderung bodoh karena ga nyambung.
Memang terlihat Hari sangat ketakutan berhadapan dengan para penyidik yang bicaranya lantang dan menguliti keterangan hingga ke akar-akarnya.
"Bukan saudaranya tersangka, tapi maksudnya itu Anda. Sekarang bisa diceritakan awal mula bertemu dengan tersangka kemudian menikah hingga kasus ini terkuak" perintah penyidik.
Hari menceritakan semuanya dengan gamblang dan sejujur-jujurnya. Dia memang sebenarnya masih lugu untuk urusan hukum, tapi suhu dibidang menggaet wanita dan kecurangan.
"Jadi Anda menikah siri dengan salah satu korban?" tanya penyidik.
"Iya Pak Polisi, kan Bapaknya yang minta saya menikahi anaknya, bukan saya yang ngejar-ngejar Pak" bual Hari.
"Anda sama sekali tidak tau jika istri Anda akan mengambil organ korban?" lanjut penyidik.
"Demi Tuhan Pak.. saya ga tau, waktu itu pamit mau pulang kampung, tau-tau dapat berita meninggal jatuh di sungai" ucap Hari.
"Korban-korban selanjutnya itu juga dekat dengan Anda, sedekat apa?" tanya penyidik.
"Ada yang tetangga, ada yang karyawan istri saya, ada yang temannya juga. Ya wajar kayanya Pak kalo saya kenal" ujar Hari.
"Ada hubungan spesial?" kata penyidik.
"Ga ada Pak, Bapak liat ada chat dari saya di HP korban?" ucap Hari.
Memang Hari tidak pernah mengirim pesan, kalaupun ada pasti minta langsung dihapus dengan alasan agar ga ketahuan. Selalunya pihak wanita yang menelepon Hari karena Hari yang minta.
"Memang pernah ada HP korban yang masih bisa diselamatkan, itu tidak ada pesan maupun panggilan masuk dari Anda, tapi panggilan keluar ada" jawab penyidik.
"Mereka Pak yang suka godain saya, untung saya kuat iman dan tipe setia, jadi ga tergoda. Sama Lili juga terpaksa Pak, kasian liat keluarganya yang miskin" lanjut Hari.
"Baik saudara Hari, kami harap terus bekerjasama selama proses penyidikan berlangsung" kata penyidik.
"Siap Pak, maaf kemarin saya bingung harus gimana, tapi saya bersedia memberikan kesaksian asal saya jangan ditangkap ya Pak" harap Hari.
"Asalkan Anda bisa bekerjasama dan tidak terlibat, maka tidak akan dikenai hukuman" papar penyidik.
.
Dewi fortuna kembali memayungi Hari, tiga toko sembako milik Melati yang sudah dialihkan menjadi miliknya laku terjual, jadi ada yang take over tempat sekaligus isinya. Memang Hari menjual murah, asal jadi duit aja. Dia ga punya pikiran yang panjang, yang dia tau punya uang banyak tanpa usaha yang keras.
Dengan uang yang ada, Hari kembali bersenang-senang dengan para wanita panggilan. Cukup lama dia tidak menyalurkan hasratnya, selama ini melakukan sendiri untuk menuntaskan keinginan bercintanya.
🌿
dokter Raz berbincang dengan dokbar ketika sudah selesai praktek. Mereka melipir ke coffeshop yang ada di Rumah Sakit.
"Cuma operasi ya jalan satu-satunya?" tanya dokter Raz.
"Iya dok, hanya itu yang saya sarankan. Pasti sakit itu buat jalan kalo semakin lama ga diperbaiki. Semakin cepat lebih baik dok" ujar dokbar.
"Bulan depan asisten saya akan menikah, istri saya pasti repot bantu ngurusin, masih saudara pula. Kira-kira pasca operasi bisa beraktivitas lagi itu berapa hari?" ujar dokter Raz.
"Dua tiga hari kan biasanya kembali belajar berjalan pakai alat bantu ya dok, untuk aktivitas normal memang perlu beberapa bulan. Jika Bu Hana maunya setelah acara ya gapapa dok, senyamannya saja" kata dokbar.
"Belakangan ini memang agak sering sakit, bahkan katanya kaya ketarik gitu bagian pahanya" lapor dokter Raz.
"Maaf banget ya dok, saya paham dokter Raz pengantin baru, mungkin perlu untuk mengubah cara berhubungan. Jangan ada tekanan di area paha dari Bu Hana" saran dokbar.
"Sudah dok, kita juga sadar usia, ga gaya yang aneh-aneh. Tapi memang sudah sangat bermasalah sepertinya" ujar dokter Raz.
"Kalo Bu Hana oke, kita jadwalkan tiga hari lagi saja dok, untuk recovery nanti fisio tiap hari. Ketika beraktivitas untuk yang agak lama mungkin bisa pakai kursi roda dulu, tapi kalo di rumah ya harus belajar jalan pakai tongkat penyangga. Lagipula ini kan yang nikah masih saudara ya dok, mungkin masih bisa dialihkan ke saudara yang lainnya untuk bantu-bantu urus. Bu Hana bagian yang ringan-ringan saja" saran dokbar.
"Iya sih..nanti saya bilang ke istri dulu" ujar dokter Raz.
"Maaf ya dok, kemarin juga pas periksa bagian kaki, saya melihat banyak luka seperti bekas tindak kekerasan, dugaan saya itu terkena benda tumpul dan ada juga seperti terkena raket nyamuk" papar dokbar hati-hati.
"Maaf dok, jadi membuka hal pribadi" pinta dokbar.
"Ga masalah.. baru sama dokbar dia nyaman memperlihatkan bekas-bekas KDRT, sama saya aja kadang masih malu dan ga mau bahas banyak" ujar dokter Raz.
"Saya ga ada apa-apa loh dok sama Bu Hana, beliau saya hormati seperti saya menghormati dokter Raz" buru-buru dokbar klarifikasi.
"Saya paham kok.. Santai aja, malah saya senang kalo dia bisa bercerita dengan orang lain, biar agak terbuka wawasannya" ujar dokter Raz.
"Oh ya dok.. Saya dengar mau buka Klinik baru ya? Bolehlah saya kirim CV" kata dokbar.
"Bingung bayarnya nanti.. Hahahaha.. Tapi boleh dicoba di Klinik yang sudah lama aja. Disana sudah ada dokter obsgyn, penyakit dalam dan saya dokter anaknya. Jika tidak terlalu memerlukan alat yang mahal, bisa dok nanti praktek disana" jelas dokter Raz.
"Paling kan hanya konsultasi aja ya dok, nanti akan dirujuk jika memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut. Asalkan ada fasilitas radiologi dan laboratorium saja sudah cukup dok" ucap dokbar.
"Kalo di Klinik Pondok Indah itu kebetulan sebelahnya ada laboratorium, radiologi dan fisioterapi.. Gunung Sahara dok.. Yang terkenal itu. Kami kerjasama dengan mereka, jadi pemeriksaan penunjang di mereka, pasien juga mereka yang akan antar jemput, tinggal angkat telepon" ungkap dokter Raz.
"Mungkin nanti dibikin tinjauan bisnisnya dulu dok, semoga bisa ya saya praktek disana" harap dokbar.
"Kenapa ga ke Rumah Sakit lain? Saya dengar dokbar banyak diminta untuk buka praktek disana" tanya dokter Raz.
"Jaraknya jauh dok, di Cinta Medika ini kan saya full time, jadi mau cari yang ga perlu ada tindakan operasi juga. Khawatir ga bisa bagi waktu" jelas dokbar.
"Lagi ngejar setoran buat nikah? Sama Arni gimana? Kemarin ga ikut ke pemakaman Ibunya?" ledek dokter Raz.
"Saya ada jadwal operasi dok, tapi sudah berkabar sama Arni. Saya sama dia ga ada apa-apa dok, just friend" kata dokbar.
"Bhree juga just friend? Udah dibawa dampingin acara dan dikenalin ke orang tua, pastinya more than dong ya" goda dokter Raz.
"Kayanya part ini saya harus belajar banyak dari dokter Raz. Sebenarnya mau aja saya menjalin hubungan dok, tapi masih agak ngeri kalo ditolak. Jadinya mau cari yang sepadan aja biar ga repot" curhat dokbar.
"Kalo udah ada yang klik dihati, pepet terus aja. Percaya deh, kalo udah jodoh akan Allah aturkan yang terbaik disaat yang tepat. Mungkin dimasa lalu kita kurang beruntung, bukan berarti masa depan nasibnya sama kan? Mulai sekarang coba bersikap serius, jangan semua yang single di Rumah Sakit dikasih harapan ... Hahahaha" tutur dokter Raz.
"Itulah dok, saya seperti itu karena menganggap semua sebagai teman, nyatanya pada salah tanggap sama saya. Baiklah dok, kedepannya saya coba buat ga terkesan kasih harapan palsu ke semua wanita" sahut dokbar.
⭐
Sore ini Bhree ikut belanja bulanan sama pekerja di rumah Pak Daliman, tidak sengaja ketemu sama Bobby, bidan Kokom dan Luna, ketiganya sedang asyik berbelanja.
"Bhreeee ..." ucap Luna ketika troli mereka tidak sengaja bertabrakan.
"Lun... " jawab Bhree sambil mendekati bidan Kokom untuk bersalaman.
Bobby dan Luna terlihat ga nyaman bertemu dengan Bhree disaat seperti ini. Bhree paham kondisinya, kemudian pamit terlebih dahulu.
Bhree kemudian bilang ke para asisten rumah tangganya Pak Daliman bahwa dia mau ada yang dicari dan ga perlu nunggu karena akan pulang sendiri naik taksi.
.
Sebenarnya Bhree sudah tau kalo Luna menaruh hati ke Bobby sejak mereka masih kuliah. Saat itu kan Luna selalu jadi bantalannya Bhree ketika Bobby datang berkunjung ke asrama. Rupanya lama kelamaan ngobrol sama Bobby, memercikkan rasa suka Luna terhadap Bobby.
Memang Luna berusaha sekuat tenaga untuk tidak menampakkan hal ini didepan Bhree dan Bobby, mengingat Bobby amat mencintai Bhree. Bagi Luna, persahabatan mereka lebih penting dibandingkan hubungan asmara.
Setelah Bobby dan Bhree resmi berpisah, Luna menjadi teman curhatnya Bobby. Awalnya Bobby ingin tau apakah benar lelaki yang bertemu di Mall (dokbar) adalah kekasih barunya Bhree. Luna terkadang suka keceplosan, dia bilang Bhree masih cinta sama Tama, cinta pertamanya. Jadi pasti akan sulit move on.
Bhree memutuskan untuk nonton film di bioskop, bukan karena dia kecewa terhadap Luna, tapi dia tau sekarang ini pasti Luna sedang menghubunginya dan mengirim banyak pesan penjelasan.
Seusai nonton, Bhree hendak memesan taksi atau ojek online (mana yang cepat dapat aja). Mungkin karena awal bulan, susah dapat taksi online sebab banyak yang pesan juga. Ditambah jalanan macet, weekend seperti ini memang banyak orang yang keluar jalan-jalan bersama keluarga. Bhree berjalan menuju keluar pintu masuk Mall, siapa tau bisa dapat taksi disana.
Ada mobil menepi didekat Bhree. Klakson berbunyi, Bhree langsung melihat kearah asal suara. Kaca mobil diturunkan.
"Bhree.. lagi nunggu siapa?" sapa dokbar.
"dok.. nunggu dapat taksi dok, soalnya dari tadi ga dapet-dapet, makanya tunggu disini aja siapa tau dapet" jelas Bhree.
"Saya anter pulang aja, kan kita searah. Terserah deh nanti mau turun dimana, lagian udah mau hujan, dari tadi gluduk terus. Tau sendiri kalo taksi bakalan susah dapet kalo hujan" ungkap dokbar.
Bhree menerima tawaran dokbar, karena memang sepertinya akan turun hujan. Bhree naik kedalam mobil.