HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#

HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#
Stetoskop 52, Keras hati



"Bhree.. mulai sekarang panggil Mbah ya" pinta Pak Daliman.


"Kenapa setahun ini banyak berubah Pak? Apa yang Bapak sedang rencanakan terhadap saya?" tanya Bhree penuh curiga.


Pak Daliman menemui Bhree di asrama, sekarang sudah rutin sebulan sekali pasti datang. Sekedar membawakan makanan atau hadiah berupa barang. Sejauh ini Bhree selalu menolak untuk diajak jalan sama Pak Daliman. Masih merasa risih jika pergi bareng.


"Kita harus secepatnya test DNA" ajak Pak Daliman.


"Bapak menyangsikan saya anak Pak Dasuki?" tanya Bhree.


"Dari kamu lahir kan kita ga pernah ketemu, wajar kan permintaan itu?" ucap Pak Daliman.


"Untuk apa? Kalo saya memang anak Pak Dasuki apa Bapak mau membagi harta yang selalu keluarga Bapak agungkan? kalo saya bukan turunan keluarga, Bapak akan meminta ganti rugi atas biaya pendidikan yang sudah dikeluarkan?" kata Bhree yang kesal dengan permintaan Kakeknya.


"Sulit untuk dijelaskan sekarang Bhree, tapi percayalah.. ini baik buat kamu kedepannya" jawab Pak Daliman.


Bhree menolak mentah-mentah permintaan Pak Daliman, rasanya sudah cukup dia dimusuhi seluruh anggota keluarga, jadi sudah tidak mau memperpanjang urusan lagi.


"Bhree.. kalo udah lulus.. Baiknya kamu cari kerja dulu di tempat lain selama setahun, setelah ini baru bantu keluarga buat mengurus Rumah Sakit Ibu dan Anak yang sedang kita rintis, mungkin sekitar dua tahun lagi baru mulai operasionalnya" pinta Pak Daliman.


"Jangankan setahun, menjauh selamanya dari keluarga Bapak pun saya bersedia. Ingat ya Pak.. Saya terima dana pendidikan ini sebagai bayaran atas ginjal Bapak saya, jangan sampai pengorbanannya sia-sia" ujar Bhree.


"Bhree.. Jangan menutup pintu terlalu keras, suatu hari kamu akan mengetuk pintu itu" nasehat Pak Daliman.


"Saya sudah tidak berniat mengetuk pintu itu lagi Pak.. Jadi kalo sekarang saya membanting pintu itu keras-keras pun, ga ada penyesalan. Stop untuk datang berkunjung kesini lagi. Cukup uang yang diberikan ke saya untuk biaya pendidikan dan biaya hidup, saya ga perlu kasih sayang keluarga" kata Bhree.


"Ga ada manusia sempurna kan Bhree? Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, Allah saja Maha Pemaaf, kenapa sebagai makhluk kita ga bisa melakukan hal itu?" tanya Pak Daliman.


"Karena saya ga sempurna, jadinya masih banyak menyimpan amarah dan kecewa" sahut Bhree.



Sudah sekitar setengah tahun Barra tidak ke tempat Ustadz Amirul, mumpung ada waktu senggang libur semesteran, dia berniat berangkat kesana. Biasanya Sabtu pagi ada kajian, dia berencana ikut mengisi jiwa disana sambil memberikan pelayanan konsultasi medis secara gratis.


Jam delapan pagi Barra sudah sampai disana. Karena cukup ramai, dia kebagian duduk dipinggir. Belum bisa menyapa Walid (Ustadz Amirul sedang tidak ada di tempat). Sekitar jam sepuluh pagi baru Barra bisa bersalaman dengan Walid. Keduanya basa-basi.


"Sibuk sekali ya kuliahnya? lama ga kesini dokter Barra" kata Walid.


"Maaf ya Walid.. Saya memang seperti kehabisan waktu" ucap Barra menyesal.


"Manusia.. kadang diatur oleh waktu, padahal harusnya terbalik. Alhamdulillah masih ingat tempat ini" ujar Walid.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Walid. Ustadz Amirul pulang hari ini?" tanya Barra.


"Lusa kayanya, sedang pergi ke keluarga calon istrinya" jawab Walid.


"Maaf .. bukannya Ustadz sudah menikah?" tanya Barra bingung.


"Istrinya pasca tertabrak motor sebulan yang lalu, kakinya jadi pendek sebelah, bisa dibilang pincang. Sudah ga bisa menemani suaminya berdakwah. Istrinya sendiri yang menjodohkan Ustadz sama temannya di kampung" jelas Walid.


"Ya Allah.. maaf, apa saya boleh liat kondisi Bu Ustadz?" tanya Barra.


"Nanti ditemani Ummi ya" jawab Walid.


.


Barra ditemani banyak keluarga Ustadz Amirul untuk melihat kondisi istri Ustadz Amirul.


"Sekarang masih susah buat jalan?" tanya dokbar.


"Ga bisa jauh dok, kalo seputaran rumah aja bisa. Tapi kaki suka lemes sendiri dan bisa langsung jatuh. Ini juga jadi panjang sebelah, agak lama buat jalan, berat banget langkahnya" jawab istrinya Ustadz.


"Keberatan ga kalo saya lihat kakinya? Kemarin yang patah dibagian mana?" tanya Barra lagi.


"Gapapa dok, ini kan untuk memeriksa kondisi kaki saya, bukan sengaja ingin melihat aurat. Saya paham dokter sedang melakukan tugas sebagai seorang dokter. Jadi bagian yang patah itu didaerah paha dok" cerita istrinya Ustadz Amirul.


Barra memeriksa dan melihat kondisi kakinya istri Ustadz Amirul, memang ada selisih sekitar lima centimeter yang membuatnya jadi pincang ketika berjalan.


"Jadi agak bengkok ya. Maaf sebelumnya, apa sudah pernah di operasi atau terapi?" tanya Barra.


"Ga operasi dok, saya takut, jadinya berobat ke dukun patah tulang aja. Padahal seminggu kemudian saya bisa jalan biasa dok, lama kelamaan jadi pincang begini. Pernah terapi kretek-kretek yang katanya bisa buat nyamain tingginya tulang, eh malah tambah parah dok" ungkap istrinya Ustadz Amirul.


Mengobati patah tulang dengan pergi ke pengobatan alternatif masih menjadi pilihan sebagian masyarakat, itu memang menjadi hak pasien, namun dokter seringkali mengingatkan bahwa penanganan yang salah pada masalah tulang dan sendi bisa berakibat fatal.


Walid dan beberapa santrinya masuk kedalam ruangan, duduk bersama disana.


"Maksudnya bagaimana ya dok?" tanya istrinya Ustadz Amirul.


"Tulang merupakan organ yang bisa menyembuhkan diri sendiri dengan regenerasi. Jadi, ketika tulang patah atau mengalami trauma, apabila didiamkan, tulang bisa saja sembuh dan menyambung kembali. Disinilah peran dokter ortopedi, yang memposisikan patahan tulang dalam posisi yang tepat sehingga penyembuhan bisa berjalan dengan maksimal dan tulang berada pada posisi yang benar" jelas Barra.


"Berarti tanpa ke dukun patah tulang semua bisa balik kesemula dok?" tanya Walid.


"Saya kasih contoh ya, kasusnya patah tulang dibagian kaki, dukun tulang yang tidak pakai data foto Rontgen, biasanya membungkus kaki dengan kain atau alat penyangga lainnya, posisi tulang yang patah tidak berada di tempat seharusnya, tidak tau tinggi sebelah atau melengkung. Sehingga, ketika tulang menyambung kembali dan pasien sembuh, dia tidak dapat berjalan normal alias pincang" papar dokbar.


"Soalnya kalo dokter pasti lama dok, operasinya berdarah-darah dan terapi ini itu" sambung Ummi.


"Tidak semua masalah tulang dan sendi membutuhkan operasi. Kalaupun harus menjalani operasi, saat ini sudah ada teknik operasi sayatan kecil atau prosedur minimally invasive. Bisa jadi saat itu Ibu tidak mengalami patah tulang, mungkin sedikit bergeser" ucap dokbar.


"Kalo sekarang baru akan melakukan operasi apa masih bisa?" tanya istrinya Ustadz Amirul.


"Bisa saja Bu untuk tindakan perbaikan, tapi ada prosedur yang harus dijalani, kita tidak tau bagaimana kondisi tulang sekarang ini. Saya rekomendasikan konsultasi ke Profesor Andjar dan dokter Redy untuk membantu Bu. Beliau dosen-dosen saya. Kira-kira kapan mau konsultasi?" kata dokbar.


"Saya bicarakan dulu sama Pak Ustadz" jawab istrinya Ustadz Amirul.


"Silahkan Bu, nanti hubungi saya saja untuk membantu. Ada juga jenis operasi yang dicover BPJS, jadi nanti setelah keluar diagnosa, bisa dilaporkan ke BPJS" lanjut dokbar.


"Makasih ya dok penjelasannya, setidaknya saya jadi tau sedikit tentang tulang" ungkap istrinya Ustadz Amirul.


"Saya belum bisa banyak memberikan saran dan sebagainya karena kami pihak medis dalam menegakkan diagnosa perlu hasil penunjang seperti Rontgen dan laboratorium" kata dokbar.


.


Setelah itu lumayan banyak yang antri untuk konsultasi dengan dokbar. Karena dokbar hanya membawa alat standar, jadinya tidak bisa memberikan obat. Dia menuliskan resep ke pasien untuk ditebus sendiri di Apotek.



Produksi kaos sudah ditingkatkan, tapi masih juga beberapa kali pembeli tidak kebagian. Tama juga sedang mencari vendor kaos yang baru lagi agar bisa cepat repeat produksi jika barang habis.


Diva memang sangat membantu dalam penjualan kaos karena dia yang melakukan live jualan di media sosial milik Tama. Gayanya yang serasa masih artis, membuat ga pake malu-malu saat berdagang dan tau bagaimana mengemas live jualan menjadi sesuatu yang menarik untuk ditonton dan pastinya menarik minat untuk check out kaos yang ditawarkan.


"Ga minat buka hati buat Diva?" tembak Uli.


"Ga" jawab Tama sambil mengedit video.


"Bhree dah ga ada kabar, bak ditelan bumi. Masih ngarep?" tanya Uli.


"Ini masalah hati .. mana bisa ditukar gitu aja" kata Tama.


"Orang tua udah kecewa sama anak pertamanya, pasti ga mau kejadian menimpa anaknya yang lain. Inget Bang.. Orang tua sekarang sering keluar masuk Rumah Sakit gantian" ujar Uli.


"Ini pesan titipan?" tanya Tama.


"Ga.. cuma mau liat Bang Tama kaya dulu lagi, ceria, bahagia, enjoy dan asyik sama kita-kita" ungkap Uli.


"Kita semua kan makin lama makin dewasa, pasti akan ada perubahan dong. Masa masih mau seneng-seneng doang. Saatnya bikin goal baru, target punya rumah dan bikin Ruko buat kantor sebentar lagi tercapai" papar Tama.


"Bang.. Bhree cuma sebentar mampir, kenapa susah banget dilupain?" lanjut Bima.


"Bagi orang-orang mungkin dia ga spesial, tapi urusan hati ga bisa ikut teori orang kan? Suatu saat dia akan balik ke Jakarta, mungkin sekarang dia lagi mempersiapkan diri buat masuk ke Jakarta dengan skill barunya" ujar Tama.


"Hampir tiga tahun Bang.. kalo dia balik masih single, lah kalo udah nikah gimana?" tanya Bima.


"Dia masih muda kali, masa udah kawin" jawab Tama.


Diva baru selesai live jualan. Dia duduk disebelahnya Uli.


"Laku berapa kaosnya?" tanya Tama.


"Alhamdulillah Bang.. Stok kita yang sisa seratus pieces udah sold out dalam waktu satu jam aja. Ini saya lagi rekapan biar pembelinya transfer terus barang bisa kita kirim-kirim" jawab Farah.


"Alhamdulillah.. besok rencananya barang akan masuk dengan gambar dan tulisan yang baru. Sekitar lima belas kodi dulu, kan Minggu depan kita bakalan pindah ke Ruko yang baru. Sisanya tiga puluh lima kodi akan masuk ke Ruko yang baru" kata Tama.


"Beneran kita pindah kesana? Ga sabar deh.. Soalnya disana kan tiga setengah lantai dan lebih luas. Jadinya enak buat live jualan, bisa pajang-pajang barang lebih bagus lagi" ucap Diva antusias.