HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#

HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#
Stetoskop 62, Pengantin baru



"Abang cemburu ya karena mantan mau nikah lagi?" oceh Melati yang kesal melihat Hari jadi marah-marah terus sudah seminggu ini.


"Cemburu? Heloooo... emang dia siapa? Masih jauh kelas lah sama istri Abang tersayang ini" rayu Hari.


"Bang.. Kenapa Abang ga pernah bolehin kenalan sama mantan istri Abang? Cuma tau namanya Hana. Kan penasaran kaya gimana orangnya" kata Melati.


"Ga penting .. Orangnya jelek pake banget, nyesel nikah sama dia juga, ya abis mau gimana lagi .. didukunin sama dia jadinya bertekuk lutut deh" sahut Hari.


"Bang ... Udah banyak uang yang dikeluarkan buat ambil hak asuh Nabila. Sekitar dua puluh juta, mana Bang hasilnya? Tau gitu mending angkat anak dari panti asuhan" tanya Melati.


"Jangan berisik aja.. Emangnya gampang ambil hak asuh anak" jawab Hari tersinggung.


"Kalo Abang ga bisa, biar saya yang selesaikan. Nabila itu kan anak kandung Abang, pasti bisalah diambil dari Ibunya. Saya mau bantu Abang buat dapat keadilan, makanya saya perlu ketemu sama Hana" ungkap Melati.


"Otak ini rasanya udah penuh, jangan ditambahin ocehan yang aneh-aneh dulu. Mau tidur.." kata Hari.


"Oh ya Bang .. besok ada pembantu baru datang, tadinya dia kerja sama teman, karena mau pindah keluar negeri jadinya diambil aja deh. Cape kalo ga ada pembantu di rumah" lapor Melati.


"Oke..." jawab Hari malas-malasan.


"Masih muda tapi gercep Bang kerjanya, serba bisa.. masakannya enak, pinter bebenah, efisien banget sama waktu. Pokoknya ga nyesel deh bayar dia lebih tinggi dikit dari rata-rata" lanjut Melati.


"Oke .." sahut Hari.


"Bang .. Ga mau ambil jatah nih? Mumpung abis spa bagian itu .. Biasanya Abang langsung tegrep kalo abis perawatan" rayu Melati sambil memeluk Hari dari belakang.


"Abang lagi cape" tolak Hari.


Rupanya Hari sedang tidak mood sama istrinya. Tapi Melati sedang ingin bercinta, akhirnya dilayani oleh Hari dengan ogah-ogahan dengan syarat Melati yang lebih aktif.


♥️


Pagi hari, para wanita sibuk di dapur. Anak dan keponakan dokter Raz kembali tidur selepas sholat subuh karena habis begadang nonton film.


"De... coffee please.." teriak dokter Raz.


"Jangan teriak gitu Raz.. yang lembut sama istri" saran Ummi.


"Tau nih Mas Raz .. Untung dapat modelan kaya Mba Hana yang orangnya pendiam, kalo saya mah udah ngereog diteriakin kaya gitu sama suami" kata adiknya dokter Raz.


Hana keluar dari dapur dan bertanya siapa aja yang mau dibuatkan kopi. Hampir semua mau. Hana bergegas kembali ke dapur dan membuatkan minuman.


"Mas katanya kurang tidur, kok malah ngopi? nanti malah makin melek" tanya adik iparnya dokter Raz.


"Lah emang Mas Raz masih mau melek-melek. Secara semalam kurang tidur gara-gara dipanggil tetangga yang kena serangan jantung. Jadi ya pagi ini mau berduaan sama Mba Hana buat pengganti tadi malam" ledek adiknya dokter Raz.


"Kaya ga ada ntar malam aja Mas" sahut sepupunya dokter Raz.


"Kaya ga pernah ngerasain aja jadi manten anyar" sahut Pakdenya dokter Raz.


"Ini kenapa pada berisik banget .. udah kaya burung cucak rowo" mulai dokter Raz buka suara.


dokter Raz merebahkan badannya di karpet berbulu dengan posisi kepala menyender ke bantal malasnya.


"Kalo ngantuk ya tidur aja Raz, istirahat sana" ujar Abinya dokter Raz.


"Cukup tidur kok semalam, cuma badan mulai berasa kurang fit aja, kecapean sebulan nyiapin pernikahan dan bisnis baru" kata dokter Raz.


"Ada proyek baru Raz?" tanya Pakdenya dokter Raz.


"InsyaAllah Pakde .. perijinan buat Klinik dan Apotek yang baru udah turun. Lokasinya di Depok.. yang kearah Sawangan ga jauh dari pintu tol" jelas dokter Raz.


"Punya sendiri atau barengan teman?" tanya Pakdenya dokter Raz.


"Alhamdulillah punya sendiri, tapi ada pinjaman dari Bank Syariah yang memang sudah lama menjalin kerjasama, ga boleh saya lunasin pinjaman... Langsung aja gas ke pinjaman lainnya... Hehehe" jelas dokter Raz.


"Makin jaya aja nih keponakan yang satu ini, jangan lupa ajak saudara yang belum punya pekerjaan" ingat Pakdenya dokter Raz.


"Alhamdulillah rejeki .. Untuk karyawan kan memang selalu ada keluarga yang Raz kasih kesempatan buat maju bersama di Klinik. Pakde kan tau kalo Raz maunya benar-benar orang yang niat kerja" kata dokter Raz.


Hana mengeluarkan minuman dan ikut bergabung dengan semua.


"De... Tolong pijitin kepala deh, rada-rada pusing nih" pinta dokter Raz.


"Pusing malah minum kopi Mas" jawab Hana.


"Udah kebiasaan" kata dokter Raz.


"Begitu memang Mba, Mas Raz itu wajib ngopi sehari sekali, kayanya kalo belum ngopi ada yang kurang" sahut iparnya dokter Raz.


Siang ini seluruh keluarga akan pulang termasuk orang tua dokter Raz. Pengantin baru diberi hadiah menginap di Hotel selama dua hari, tidak jauh dari kediaman mereka. Sekedar untuk staycation. Hana sudah merapihkan bawaannya dan nanti sekitar jam dua siang baru jalan berdua dengan suaminya.


.


Hana masuk ke kamar mandi, menggosok gigi dan cuci muka. dokter Raz yang tadi ke minimarket yang ada di lobby Hotel (untuk mencari cemilan) sudah masuk kembali ke kamar dan langsung mematikan lampu utama di kamar tersebut. Sekarang yang menyala hanya lampu yang ada diatas kepala tempat tidur.


Begitu keluar dari kamar mandi, Hana langsung panik dan berlari kemudian jatuh terduduk di pojok kamar. dokter Raz yang kaget langsung menolong Hana.


"De...kenapa? Lantainya licin?" tanya dokter Raz.


"De...." dokter Raz kembali memanggil.


dokter Raz paham kalo Hana seperti terkena serangan panik ketika lampu temaram seperti ini. Beliau langsung menyalakan lampu utama lagi.


"De.... ini minum dulu" sambil memberikan segelas air putih ke Hana.


"Jauh-jauh dari saya Mas ...." Hana langsung mendorong tubuh dokter Raz yang berjongkok dihadapannya.


"De...are u oke?" dokter Raz mencoba mendekati Hana.


"Tolong Mas, jangan mendekat" Hana makin histeris dan tampak makin panik.


"Kamu takut gelap?" ucap dokter Raz.


Hana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Oke... tenang.. tarik napas panjang secara perlahan, hembuskan pelan-pelan juga. Ayo bangun, istirahat di tempat tidur aja ya" saran dokter Raz.


Hana masih terpaku dipojok ruangan.


"Jangan takut De, Mas ada disini, Mas janji ga akan matiin lampu lagi" janji dokter Raz.


dokter Raz memang terbiasa tidur dalam kegelapan kamarnya, tidak terbiasa terang benderang seperti ini.


Pelan-pelan Hana mencoba untuk berdiri, dia ga mau dibantu oleh suaminya. Dia berjalan perlahan menuju tempat tidur. dokter Raz hanya diam sambil mengawasi dari jauh.


"Apalagi yang buat kamu takut De? selain gelap ya" kata dokter Raz dengan lembut.


Hana duduk ditepi tempat tidur dengan wajah ketakutan. Bibirnya tercekat tak mampu berkata, hanya ada bulir air mata yang coba ditahannya sambil menggigit bantal.


"Oke.. istirahat ya, mau Mas ambilkan air hangat atau apa yang bisa buat nyaman?" tawar dokter Raz


Hana menggeleng. Sebagai seorang dokter, Farraz paham jika Hana punya trauma yang mendalam terhadap gelap. Farraz pernah bekerja sama dengan LSM yang membela wanita korban KDRT, terutama kejahatan seksual. Dan Farraz bisa melihat dari mata Hana, ada trauma yang sama dengan wanita-wanita yang pernah beliau bantu.


"De.... coba berbaring... Mas ga akan mendekat kalo kamu ga nyaman. Mas bisa tidur di sofa" kata dokter Raz.


dokter Raz mengambil bantal untuk dipindahkan ke sofa. Beliau terus siaga sambil memandangi istrinya. Hana membelakangi suaminya, masih terlihat bahunya Hana naik turun, pertanda Hana masih menangis.


dokter Raz mencoba mencari informasi tentang gangguan psikomatis (gangguan yang menimbulkan trauma mendalam), sesekali juga mencoba mengingat memorinya dulu saat mendampingi para wanita korban KDRT.


Jam dua malam Hana terbangun, hendak sholat, dia kaget melihat suaminya tengah berdzikir diatas sajadah. Karena merasa ada yang memperhatikan, dokter Raz menoleh kebelakang.


"Tenang De, Mas cuma sholat aja didekat kamu, biar kita sama-sama tenang" jelas dokter Raz.


Hana mulai menangis lagi, tapi kali ini Hana langsung memeluk suaminya dari belakang.


"Jangan berbalik Mas...." pinta Hana.


dokter Raz yang memang sudah siap membalikkan tubuhnya akhirnya membatalkan niatnya. Beliau mencoba menikmati pelukan pertama dari Hana. Pelukan yang sudah lama tidak dirasakan. Sebagai lelaki normal, hasratnya tiba-tiba bergejolak.


"Saya takut Mas...." Hana mulai bicara sangat pelan sekali.


Dokter Raz tetap diam menyimak.


"Ini yang dikhawatirkan kalo menikah lagi" lanjut Hana.


dokter Raz menarik nafas panjang. Kemudian melepaskan tangan Hana dari pinggangnya, kini keduanya saling berhadapan.


"De.... Mas ini bukan lelaki yang menyakiti kamu, pandang ... pandang De" pinta dokter Raz.


Hana menunduk.


"De.... kamu sakit... sekarang ada dua pilihan.. mau sembuh kan? Yang pertama kita cari psikolog atau pilihan kedua menceritakan semua ke Mas. Mas bisa jaga rahasia. Mas coba cari solusi yang ternyaman buat kamu" rayu dokter Raz.


Hana langsung memeluk suaminya, entah keberanian dari mana, seorang Hana bisa melakukan hal itu. Dada Farraz terasa hangat menyentuh kepalanya Hana. Belaian tangan Farraz dipunggung Hana pun mampu menenangkan.


"Mas.. Entah kapan rasa ini hadir, tapi Mas tepat sesuai dugaan .. Mas adalah lelaki yang ada dalam do'a Hana" ujar Hana dalam hatinya.


Lama mereka menikmati pelukan itu tanpa kata, hingga Hana tertidur pulas dalam dekapan sang suami.


"De... bangun dulu.. Pindah ke tempat tidur" Farraz membangunkan Hana.


*Para readers jangan ngarep ada adegan dokter Raz angkat tubuh istrinya ke tempat tidur ya, secara pasangan senior.. terhalang faktor U buat adegan semesra itu😁. Kan ga lucu, abis staycation eh pulangnya manggil tukang urut gegara jatoh berdua*.


Hana kini sudah berbaring, Farraz menarik selimut untuk Hana, kemudian mengecup keningnya Hana, kali kedua setelah yang pertama sesaat setelah akad nikah.


Farraz kembali ke sofa untuk merehatkan tubuhnya, HP miliknya sudah di non aktifkan.


"De.. kamu harus sembuh.. Hari... berani kamu ganggu dia lagi.. siap-siap aja masuk jeruji besi" ancam dokter Raz.


Pesan :


Kalo ga ada aral melintang, InsyaAllah jadwal update 2 hari sekali udah disiapin. Biasanya belum jadwal tayang Alhamdulillah udah lulus dari tim editor. Jamnya pun di setting jam 10 pagi, kalo mulur mungkin kan NT juga harus up cerita author lain yang tgl dan waktunya sama. Jadi santai aja ya ga usah minta up, selagi bisa akan author upayakan konsisten. Menulis bukan sekedar banyak2an dan sering2 up, tapi kualitas harus tetap dijaga dong, biar ga kaya lapak lainnya.


Spread love


BundaDM