HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#

HOSPITAL #LIVE, LOVE & LAUGH#
Stetoskop 78, Bertemu lagi



"dok.. saya belum bisa nyari celah buat nyulik Bhree" lapor Hari ke dokter Amalia saat mengantar ke Klinik kecantikan.


"Kenapa?" tanya dokter Amalia.


"Dia lewat jalur utama terus, ramai kondisi jalannya, saya ga berani ambil resiko" ucap Hari.


"Tapi ga bisa kelamaan, Papa bisa bertindak lebih cepat dari kita" kata dokter Amalia penuh emosi.


"Baik dok.. akan segera saya eksekusi. Kemarin Pak Zaki sudah coba masukin orang merusak mesin motornya Bhree, tapi malah motornya bisa sampe rumah dengan selamat" janji Hari.


🌿


Mas Wisnu mendapatkan pekerjaan dari Tama, keduanya memang kerjasama sejak lama, semua foto produk kaos produksinya Tama adalah hasil jepretan Mas Wisnu.


Mereka memang sudah saling kenal sejak masih ada Bhree, setelah Bhree menghilang keduanya lebih dekat bahkan Tama sering curhat ke Mas Wisnu.


"Koleksi baru lagi Tam?" tanya Mas Wisnu sambil melihat tumpukan kaos yang dibawa Tama ke studio foto milik Mas Wisnu.


"Ya Mas.. kaos couple" jawab Tama.


"Hehehe.. masa kalah sama kaos. Kaos aja couple, yang punya masih aja single" ledek Mas Wisnu.


"Eh iya Mas.. kenal Uli kan? Dia ketemu sama Bhree di daerah Tangerang beberapa hari yang lalu" lapor Tama.


Mas Wisnu coba pura-pura kaget karena dia tau kalo Bhree masih belum siap ketemu sama Tama.


"Saya bakalan tanya ke Klinik kecantikan itu buat cari info tentang Bhree" kata Tama antusias.


Mas Wisnu hanya manggut-manggut.


"Ini Mas.. liat deh Mas ... cantik kan dia sekarang?" ujar Tama sambil memperlihatkan wallpaper HP nya.


"Dapat foto dari mana?" korek Mas Wisnu.


"Dari Uli.. Pas ketemu mereka sempet foto bareng" jawab Tama.


"Aslinya lebih cantik, badannya proporsional, kulitnya bersih dan sehat, mukanya jadi lebih manis" ungkap Mas Wisnu.


"Kok Mas tau? Udah pernah ketemu sama dia?" kata Tama heran.


"Oh... ngga .. ngga.. Saya ini udah punya pengalaman banyak motoin cewe, jadi dengan hasil foto kaya gimana juga saya udah kebayang realnya gimana. Apalagi pake kamera HP dan ga pake filter, gampang banget deskripsiin sosok sebenarnya kaya gimana" Mas Wisnu coba ngeles.


"Iya juga sih .. Mas pasti pahamlah yang kaya gini" sahut Tama.


"Masih nunggu dia? Kalo dia udah nikah gimana?" tanya Mas Wisnu.


"Kayanya feeling saya mah belum nikah dia" kata Tama dengan pedenya.


"Kalo dia udah punya pacar atau tunangan?" lanjut Mas Wisnu.


"Yang penting.. Saya akan kembali mengutarakan rasa yang tersimpan selama ini. Urusan dia terima atau ngga ya terserah dia" ungkap Tama.


"Saran Mas.. Jangan terlalu berharap sama Bhree. Lima tahun ini cukup bisa membuat seseorang berubah kan?" nasehat Mas Wisnu.


"Sulit Mas.. Saya udah mentok banget sama dia. Sampe rasanya ga sanggup membuka hati buat wanita lain. Dia wanita pertama yang mampu mengisi hati ini Mas" jawab Tama melankolis.


"Keluarga udah ngarepin kamu cepet nikah Tam. Udah pala tiga kan beberapa bulan lagi. Adik kamu aja udah jadi dokter umum, nanti keburu kebalap sama dia" kata Mas Wisnu.


"Ga bisa Mas" ujar Tama.


"Kalo kamu berkeras kaya gitu, siap-siap patah hati bahkan menyiapkan diri untuk ga berharap banyak. Mas cuma khawatir Bhree udah ada yang punya" kata Mas Wisnu lagi.


"Dari nadanya kok kayanya Mas yakin banget kalo Bhree itu udah ada pendamping ya? Mas pernah dikasih tau sama dia? Mas udah pernah ketemuan selama lima tahun terakhir ini sama dia?" cecar Tama.


"Kamu kesini kan buat urusan bisnis ya, kenapa kita jadi bahas Bhree sih. Fokus.. fokus... " ucap Mas Wisnu yang sengaja memberhentikan pembicaraan tentang Bhree karena khawatir keceplosan.


Mas Wisnu memang taunya Bhree tengah menjalin hubungan dengan Bobby, bahkan sudah dikasih tau oleh Walid kalo sebentar lagi lamaran resmi akan dilakukan keluarga Bobby ke Bhree. Mereka akan segera menikah dalam waktu dekat.


🌿


"De.. baju batik lengan pendek yang kita beliin buat Barra, tadi dipake sama dia buat praktek, Pas banget sama dia" adu dokter Raz.


"Alhamdulillah.." jawab Hana.


"Dia juga tanya kabar kamu sama Nabila" lanjut dokter Raz.


"Perhatian banget ya dokter Barra. Oh iya Mas, bisa tolong jadwalin konsul ke dokter Barra? Rasanya bagian paha sering sakit, ngilu bagian tulangnya. Obat yang Mas kasih paling sekedar ngilangin sebentar aja" papar Hana.


"Dia ada tiap hari, dari Senin sampai Sabtu, jadwalnya juga dari pagi sampai sore. Kayanya dia belum praktek di tempat lain, jadi masih full di Cinta Medika. Sekarang maunya kapan?" jelas dokter Raz.


"Besok bisa?" tanya Hana.


"Mas kan besok jadwal pagi, mau ikut sekalian? Nanti bisa langsung daftar" ajak dokter Raz.


"Siangan aja Mas, mau ngurusin anak-anak dulu. Gampanglah nanti naik taksi" kata Hana.


"Oke.. Nanti didaftarin diatas jam satu aja ya?" tanya dokter Raz.


"Boleh.. " jawab Hana.


🌿


Jam satu siang, Arni histeris di IGD, Ibunya meninggal dunia. Arni memang hanya hidup berdua dengan Ibunya selama ini. Perawat IGD coba menenangkan Arni, tapi tangisnya malah makin kencang.


dokbar yang baru selesai melakukan tindakan operasi akan balik ke poli untuk melanjutkan konsultasi pasien rawat jalan.


"dok.. Arni lagi histeris di IGD, Ibunya meninggal" lapor security yang berjaga didepan lift.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun" jawab dokbar.


dokbar berjalan mendekati bagian pendaftaran.


"Ada pasien yang nunggu ga?" tanya dokbar.


"Sudah diinformasikan nanti jam dua dokbar baru akan mulai buka poli lagi karena ada operasi" jawab bagian pendaftaran.


"Ok.. makasih" jawab dokbar.


dokbar bergegas menuju IGD. Tidak terlalu ramai pasien, tapi Arni membuat suasana jadi agak ramai. Keluarga Arni juga mulai ada yang berdatangan, dari keluarga Ibunya.


Memasuki IGD, dokbar langsung menuju ke Arni untuk memberikan support.


"Ni .. Saya turut berdukacita yang sedalam-dalamnya, semoga Ibu diampuni segala dosanya. Kamu yang tabah ya.." kata dokbar ketika berada disebelahnya Arni.


Bhree sedang mengantarkan pasien obsgyn yang akan kuret, jadi akan dipasang infus dulu di IGD sebelum naik ke ruang tindakan.


Bhree melihat dokbar yang dengan sabar mengusap air matanya Arni.


"Kak.. Pasien rencana tindakan, mau pasang infus dulu disini" lapor Bhree kepada perawat IGD.


"Iya.. Perlu bantuan?" jawab perawat IGD.


"Gapapa Kak.. bisa kok" kata Bhree.


"Ok.. Soalnya kita lagi bantu tenangin Arni. Tuh liat aja, baru sama dokbar dia bisa diam" lapor perawat IGD.


Bhree hanya tersenyum.


"Abis ini pasti dokbar ribet deh, langsung buru-buru pulang buat takziah ke rumah Arni" duga perawat lainnya.


Pasien obsgyn dijemput oleh Bidan yang berdinas di ruang VK untuk persiapan tindakan. Bhree merapihkan sisa sampah ketika tindakan pemasangan infus.


"Ya Allah.. Arni.. Arni..." ucap dokbar kaget.


Arni kembali pingsan. dokbar merebahkan tubuhnya Arni di bed periksa. Perawat IGD memberikan oksigen melalui selang. Dokter IGD membantu menangani Arni.


dokbar berdiri disamping jenazah Ibunya Arni untuk memanjatkan do'a kemudian pamit ke keluarga untuk meneruskan praktek poli.


.


"dok.. ada sepuluh pasien ya" lapor perawat poli sambil meletakkan medical record pasien.


"Ya.." jawab dokbar sambil memakai snelli.


"Arni gimana dok?" tanya perawat.


"Lagi perawatan dulu biar stabil, nanti baru pulang" jawab perawat.


"Oh ya dok.. ada istrinya dokter Raz mau konsultasi, minta jam sore aja sekalian dokter Raz balik kesini" kata perawat.


"Ok" jawab dokbar lagi.


.


dokter Raz datang bersama Hana ke ruangan poli orthopedi.


"Sore dok" sapa Hana.


"dokter Raz.. Bu Hana.. Silahkan duduk, ada keluhan apa nih? Pengantin baru udah konsul ke orthopedi aja.. alon-alon Pak dokter, ingat udah berumur" ledek dokbar.


dokter Raz dan Hana tertawa kecil.


"Kesannya kebanyakan gaya ya.. Padahal mah emang faktor U yang membuat tulang ga sekuat dulu..hehehe .." sahut dokter Raz.


"Bukan saya yang ngomong ya" kata dokbar.


"Langsung bilang aja keluhannya apa, jadinya dokter Barra bisa mendiagnosa" lanjut dokbar.


Hana terlihat kurang nyaman.


"Sust.. bisa keluar dulu? Nanti kalo saya minta bantuan baru masuk lagi" pinta dokbar.


Perawat keluar dari ruangan poli.


"Silahkan Bu.. mungkin lebih nyaman kalo hanya kita saja" ucap dokbar.


"Terima kasih sudah paham dok. Jadi kaki saya sering berasa sakit, terutama bagian paha dok" buka Hana.


"Pernah patah tulang ga Bu?" tanya dokbar.


dokter Raz melihat kearah Hana, karena memang Hana belum pernah cerita. Hana pun tampak ragu.


"Saya kurang tau patah atau tidak, dulu hanya ke alternatif katanya tulang geser" jawab Hana.


"Nyeri ya kalo duduk lama terus berjalan. Kaya berasa ketarik bagian paha?" tanya dokbar lagi.


"Iya dok, kalo udah begitu paling saya rebahan aja" ujar Hana.


"Saya lihat dulu ya.. Ibu berdiri lepas alas kaki" pinta dokbar.


Hana berdiri, dokbar mengamati bahkan sampai jongkok untuk melihat tinggi kaki.


"Silahkan naik ke bed"" pinta dokbar lagi.


Hana agak malu karena bagian paha dibuka untuk dilihat oleh dokbar.


"Ga usah malu, kan ada Mas, lagi pula ini didepan dokter, dia ga bermaksud buat melakukan pelecehan tapi sedang melakukan tugasnya. dokter obsgyn juga banyakan lelaki, tapi mereka kan menjalankan profesi" kata dokter Raz menenangkan.


Memang dibagian kakinya Hana kurang mulus, masih ada bekas-bekas luka yang Hari torehkan saat mereka masih berumah tangga. dokter Raz rupanya kurang teliti mengamati kakinya Hana.


"Di rontgen dulu ya Bu, kalo saya lihat sepertinya pernah patah ini dibagian paha. Jadinya bagian bawah juga kebawa sakit. Kalo berdiri tegap ada selisih beberapa centi, memang sekilas tidak terlihat kalo Ibu agak pincang" papar dokbar.


"Solusinya gimana dok?" tanya dokter Raz penasaran.


"Kita lihat dulu hasil rontgennya ya dok, jadi bisa kita rencanakan tindakan lanjutan" kata dokbar.


.


Setelah hasil basahan foto rontgen diberikan ke dokbar, kembali Hana dan dokter Raz berdiskusi.


"Benar seperti dugaan saya dok, ini ada patah dibagian paha, udah lama dan tidak pernah ke dokter ya, cuma berobat alternatif, jadi nyambungnya agak miring" ungkap dokbar sambil menunjuk foto rontgen.


"Iya dok.. Ga ada biayanya kalo ke Rumah Sakit, kan biasanya kalo ke dokter pasti operasi" jawab Hana jujur.


dokbar sepertinya cepat menarik kesimpulan tentang masa lalu Hana yang kekurangan sebelum bersama dokter Raz.


"Saran saya operasi untuk memperbaiki tulang yang patah agar posisinya seperti semula, kalo sekarang kan agak bengkok. Memang proses recoverynya ga cepat ya, dibutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mulai fisioterapi berjalan dan bisa normal kembali sekitar tiga bulan kedepan" jelas dokbar.


"Lama ya dok" jawab Hana.


"Ga ada yang instan Bu, mungkin kalo dulu tertangani dengan cepat dan tepat, akan lebih pendek waktu pemulihannya" kata dokbar.


"Ya dijadwalkan aja dok, tahap persiapannya seperti apa. Lebih cepat lebih baik kan?" saran dokter Raz.


"Saya kembalikan ke pasien, jika ingin operasi saya siap, jika masih takut dan pikir-pikir ya silahkan. Tapi saya tulis rujukan rencana operasi ya dok" ujar dokbar.