
Seusai praktek, rencananya dokbar akan takziah ke rumah Arni, tapi rupanya jenazah Ibunya Arni langsung dibawa ke kampung halaman. Tadi dokbar mendengar berita tersebut dari perawat IGD. dokbar mengirimkan pesan ke Arni, karena pasti masih ga fokus menjawab panggilan telepon.
"dokbar kok malah ga diinfo sama Arni? Bukan main tadi mesra banget berpelukan untuk menguatkan. Secara calon mertua udah ga ada, besok ga praktek dong? Otewe ke kampungnya Arni" ledek perawat IGD.
"Refleks aja sih tadi, dokter IGD juga tadi saya liat melukin Arni juga.. Besok ada jadwal tiga operasi, ga bisa saya tunda" jawab dokbar.
"Refleks yang bagus banget dok, tapi bikin baper deh. Kayanya dokbar sayang banget ya sama Arni. Kenapa ga nikah aja sih dok? Kan Arni juga udah cukup umur malah lebih tua dari dokbar. Saling melengkapi gitu ..." lanjut perawat.
dokbar hanya tersenyum kemudian menuju parkiran untuk pulang.
⬅️
Kedekatan sama Arni awalnya memang hanya sebagai rekan sejawat saja, tapi lama kelamaan timbul rasa nyaman diantara keduanya, sehingga menjadi sahabat tempat saling curhat. Rasanya penat dengan segala aktivitas harus berbincang dengan orang yang belum tentu paham profesi mereka.
Sejak awal mereka tidak ada komitmen apapun dalam hubungan persahabatan tersebut, tapi jika dikemudian hari timbul percikan rasa cinta, maka akan mereka bahas bersama. Tapi selama lima tahun kedekatan keduanya, baik dokbar dan Arni tidak menginginkan menjalin hubungan lebih dari pertemanan. Mereka sangat mendukung satu sama lain sebagai best friend. Mungkin terkesan klise, perbedaan cara pandang terhadap lawan jenislah membuat mereka tidak terlibat hubungan asmara.
Arni punya masa lalu yang kelam. Korban broken home, Ibunya mengalami kekerasan dari mantan suaminya hingga melarikan diri dari kampung halaman ke ibukota, membawa Arni yang saat itu masih balita. Setelah berjuang sekuat tenaga, Ibunya Arni akhirnya bisa kembali ke kampung untuk mengurus perceraiannya di Pengadilan Agama.
Rupanya Ibunya Arni kembali menemukan jodoh yang baru, saat itu Arni beranjak remaja. Kisah pilu akhirnya terjadi, Bapak sambungnya Arni melakukan rudapaksa terhadap Arni ketika Ibunya Arni sedang bekerja. Bahkan Arni hamil saat berusia lima belas tahun akibat perbuatan Bapak sambungnya.
Kembali Ibunya berpisah dengan suami keduanya. Saat itu ada pilihan untuk menggugurkan bayi yang dikandung oleh Arni, tapi tidak dilakukan oleh mereka. Keduanya masih berpikiran waras, anak tersebut tidak bersalah sama sekali.
Arni kemudian dipindahkan ke kampung saudaranya di desa lain. Sempat satu tahun tidak bersekolah, kemudian ikut home schooling hingga tingkat SMA setelah dia melahirkan.
Ibunya Arni menjemput anak dan cucunya kembali tinggal di Jakarta, melanjutkan hidup bersama. Anak tersebut diakui sebagai adik angkatnya Arni, Ibunya Arni membuat kisah versinya sehingga orang sekitar percaya kalo anak itu adalah anak saudaranya Arni yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga diserahkan ke Ibunya Arni.
Sejak kehadiran anak lelaki tersebut, rejeki mengalir deras, Ibunya Arni yang tadinya hanya sebagai karyawan bagian administrasi, akhirnya bisa punya usaha toko sembako dan alat tulis hingga ada tiga cabang. Saat anak tersebut berusia lima tahun, Ibunya Arni sudah punya rumah sendiri yang dibeli secara cash. Arni pun berhasil menamatkan pendidikan keperawatannya dan langsung dapat kerja di Rumah Sakit Cinta Medika hingga sekarang ini. Arni juga sering melakukan homecare pasien-pasien melahirkan yang memintanya untuk diajarkan cara merawat bayi selama empat puluh hari, hal ini dilakukan setelah jam dinas di Rumah Sakit berakhir. Dari pekerjaan-pekerjaannya, Arni bisa mengantongi uang hingga delapan juta rupiah sebulan (jika pasien homecare banyak). Makanya Arni bisa memanjakan dirinya sendiri dengan membeli perhiasan, motor keluaran terbaru bahkan gonta ganti HP sesuka hati. Dia juga sangat royal ke perawat yang ada di ruang bayi.
Rasa sakit terhadap lelaki, membuat Arni tumbuh jadi wanita yang keras dan menutup hatinya rapat-rapat. Dia khawatir lelaki lain tidak bisa menerimanya. Status secara hukum memang masih perawan, tapi kenyataannya dia adalah Ibu dari seorang anak yang saat ini sudah berusia empat belas tahun dan duduk di bangku SMP.
dokbar menjadi satu-satunya lelaki yang membuat Arni nyaman sehingga dia bisa membuka rahasia terbesar dalam hidupnya.
dokbar tidak menjudge apapun terhadap pilihan Arni dan Ibunya. Pelan-pelan Arni bisa belajar terbuka terhadap laki-laki. Selama berteman dengan dokbar, pernah ada lelaki yang mendekati Arni, tapi ketika sudah serius, ujung-ujungnya mundur karena masa lalu.
➡️
"Yo... progres pembangunan Klinik udah sampe mana?" tanya dokter Raz ke asistennya, Aryo.
"Alhamdulillah sudah delapan puluh lima persen dok, bangunan tinggal finishing, untuk alat medis dan lainnya juga akan masuk bertahap bulan depan. Rekrutmen pegawai Klinik juga sudah dimulai oleh cabang Pondok Indah, bulan depan akan training disana jadi pas ini siap ya tinggal pindah kesini aja karyawannya" jawab Aryo panjang lebar.
"Kamu jangan lamaran dulu deh bulan depan, kan tradisi keluarga kamu itu abis lamaran ga lama terus nikah. Ditunda dulu sampai pembangunan selesai atau setelah grand opening sekalian" pinta dokter Raz.
"dok.. Ini saya udah ketunda setahun karena Neneknya dia meninggal, katanya ga boleh ada pernikahan kalo belum setahun. Terus sekarang mau ditunda lagi sekitar dua bulan? Keburu disamber orang dok" kata Aryo.
"Kamu tuh bakalan ribet, banyak yang diurus sampai gedung ini jadi plus persiapan grand opening" lanjut dokter Raz.
"Udah sepakat dok, kalo mundur lagi bisa tahun depan baru bisa nikah, soalnya ini dulu-duluan sama adiknya" jawab Aryo.
Aryo mulai kusut pikirannya, dokter Raz memang tipe orang yang totalitas banget. Jadi Aryo menjadi andalan dokter Raz dalam proyek Klinik ini.
"Gimana ini rencana kawin? Udah mah cewe ini kembang desa, meleng dikit habis diambil orang. Ahhaaaa.... minta bantuan Bu Hana aja ah, dokter Raz kayanya lagi bucin abis sama istrinya, pasti bisa kalah sama rayuan Bu Hana" ide Aryo dalam hatinya.
.
Setelah Aryo bercerita ke Hana, langsung saja Hana berbincang dengan suaminya.
"Ga baik kan Mas menunda-nunda perkara ini, kalo mereka udah siap nikah ya gapapa nikah aja. Toh Aryo setelah nikah bakalan balik kerja lagi. Emang istrinya mau dikasih makan apa kalo dia resign?" ucap Hana.
"Mas takut dia resign, kan belum tentu istrinya mau ikut ke Jakarta" papar dokter Raz.
"Mas dengar selentingan katanya kalo udah nikah, Aryo mau tinggal di desa aja, mau buat usaha sendiri" ucap dokter Raz.
"Pasti karena Mas sangat mengandalkan dia, jadinya khawatirnya berlebih. Udah pernah tanya belum ke Aryo gimana dia kalo dah nikah? jangan banyak denger kata orang" saran Hana.
Aryo ini masih saudara jauhnya dokter Raz, acara lamaran akan berlangsung di Semarang, rumah pacarnya Aryo.
Karena ada long weekend, akhirnya dokter Raz sekalian mengajak anak-anak untuk ke tempat Mbahnya di Jogjakarta, tapi nanti ikut acaranya Aryo dulu.
.
Sesampainya di rumah calon istrinya Aryo, ramai penduduk sudah berkumpul. Apalagi Aryo turun dari mobil mewah milik dokter Raz, auto penilaian masyarakat jadi melambung tinggi.
Kue-kue dan hantaran buah tangan diberikan ke keluarga calon istrinya Aryo. Hana sampai memesan sepuluh loyang kue dari Jakarta untuk acara ini.
Acara berlangsung secara penuh rasa kekeluargaan. Pihak keluarga wanita malah terlihat sungkan karena memang rombongan Aryo lebih kekinian penampilannya, sedangkan mereka sangat sederhana.
"Mohon maaf ya semua, penerimaan kami seadanya seperti ini" ujar Bapak Kepala Dusun yang menjadi wakil keluarga pihak wanita.
Kemudian acara dilanjutkan dengan perbincangan ke hal yang lebih serius.
"Baiklah semua, tadi diminta urun rembuk, saya akan mengutarakan ide pribadi. Pihak wanita menjawab sekitar dua bulan lagi akan dilangsungkan akad nikah. Bagaimana kalo sebulan lagi?" tutur dokter Raz.
Aryo tampaknya kaget sama usulan dokter Raz, padahal dia sudah memperhitungkan biaya pernikahan bisa didapatkan dari bonus tahunan yang akan cair sekitar dua bulan kedepan.
"Monggo pihak keluarga yang masih pakai hitungan weton untuk dihitung ulang, apakah memungkinkan" lanjut dokter Raz.
"Sambil menunggu dihitung ulang, kita menikmati sajian yang sudah disediakan oleh tuan rumah" aja Pak Kadus.
Akhirnya disepakati pernikahan akan dilangsungkan sebulan dari sekarang dan akan diadakan di Semarang.
dokter Raz meminta Aryo dan orang tuanya semobil dengannya dan Hana. Orang tua dokter Raz semobil dengan anak-anak dokter Raz. Mereka rencananya mau keliling dulu di Semarang, kebetulan orang tua dokter Raz termasuk Mbah holan (hobi jalan), jadi sangat antusias mengikuti keinginan cucu-cucunya.
"Berapa kira-kira butuh biayanya Yo?" tembak dokter Raz yang duduk disampingnya Aryo yang tengah membawa mobil.
"Kan cuma di rumah aja dok, ga mewah.. Sederhana saja" jawab Aryo.
"Sederhana kan juga harus bayar KUA, cetak undangan, selametan, makanan buat yang diundang..." papar dokter Raz.
"Saya kurang tau dok, mungkin bisa tanya ke Ibu, biasanya lebih paham" ucap Aryo.
"Begini Yo.. bonus tahunan kan sebulan gaji, Minggu depan saya keluarkan, sama tambahan sepuluh juta dari saya buat tambahan" ungkap dokter Raz.
"Alhamdulillah dok.. Makasih banyak ya dok.. semoga berkah, lancar rejekinya, Kliniknya banyak pasien dan siapa tau ada rejeki punya anak lagi ya" tutur Aryo tulus.
"Udah tua Yo.. Anak-anak juga udah besar semua, masa masih punya adik" jawab Hana.
"Ya kan kalo ada rejekinya, mana bisa kita tolak" ujar Aryo.
Sebenarnya dokter Raz memang menginginkan anak dalam pernikahannya dengan Hana, tapi Hana merasa sudah cukup dengan tiga anak saja.
✨
Sebenarnya Hari kini juga sedang dicari oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Meskipun Melati tidak sama sekali menyebut namanya, tapi Lili adalah korban yang diketahui merupakan istrinya Hari setelah ditelusuri ke pihak keluarga. Tetangga rumah juga memberikan keterangan kalo Hari juga akrab dengan korban-korban lainnya.
Hari makin banyak didalam mobil jika menunggu dokter Amalia praktek, dia tidak lagi nongkrong dimanapun. Hari juga lebih banyak di rumah agar tidak ada yang mengenalinya. Nomer HP sudah ganti dan semua media sosial sudah dihapus.
"Gw jadi ga tenang gini hidupnya.. Gara-gara wanita gila itu nih. Pantes duitnya banyak, gampang banget ngeluarin duit, royal, kesannya menolong.. Ga taunya semua dijadiin korban. Untung dia ga minat sama organ gw. Tau kali dia kalo organ gw pasti jelek, secara doyan minum alkohol dan rokok" ujar Hari sambil membaca perkembangan berita tentang Melati disitus berita online.