Dream Wedding

Dream Wedding
Ekstra part 3 [End]



Dian mengusap punggung suaminya. Ia menatap khawatir sang suami


“Gimana by, udah baikan?”


Ilyas mengangguk “Mungkin hanya masuk angin.” jawabnya mengangguk lemah


Pagi ini Ilyas tiba-tiba mual-mual tidak jelas. Dengan sigap Dian menemani suami nya.


“Kita kembali ke ranjang yah.”


Ilyas mengangguk lemah, Dian memapah Ilyas ke kasur. Ia mendudukkan sang suami dan menyandarkan punggung Ilyas di sandaran kasur.


Terlihat jelas wajah khawatir terpampang di wajah cantik Dian “Kita ke rumah sakit yah by, atau kita panggil dokter Aldi ajah.” Menangkup wajah suaminya yang pucat


“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.” Menyandarkan kepalanya di bahu sang istri


“Enggak.. enggak.. pokoknya Dian bakalan panggil dokter Aldi.” Dian tetap kekeuh, mana dia lapar lagi. Segera Dian mengambil ponselnya dan menghubungi dokter Aldi. Setelah nya ia kembali duduk di samping Ilyas.


Ia mengelus punggung suaminya yang sedang bersandar di dada.


Tok.. tok.. tok..


“Ibu.. ini kami.. kami masuk yah..” Seru ketiga bocah diluar


Ceklek..


Ketiga kurcaci masuk kedalam dengan berlari “Ibu.. ibu..” Teriak ketiganya sembari berlari mendekati ranjang


“Husstt..” Menaruh jari telunjuk di bibirnya “Jangan berisik.”


Ketiga nya sontak berhenti dan saling tatap. Bocah berusia 6 tahun tersebut melihat ibunya dengan tatapan heran


“Ada apa ibu?” Dylan bertanya


“Ayah kenapa?” Ilmy juga ikut bertanya


“Ayah sakit, jadi jangan berisik yah.”


Ketiga bocah itu saling pandang lalu sama-sama menaruh telunjuknya di bibir “Husstt..” lalu pelan-pelan berjalan mendekati orang tuanya


Dian terkikik geli melihat ketiga anaknya. Ilyas melirik sang istri lalu mengangkat kepala melihat ketiga anak-anaknya yang mendekat


“Ayah, ayah kenapa?” Ilmy cepat-cepat naik keatas ranjang di bantu Delon dan Dylan


Mengelus kepala sang putri “Ayah baik-baik saja.” Jawabnya sembari tersenyum


“Benarkah? Tapi ayah pucat bangat.” Memegang pipi sang ayah


“Ayah benar-benar tidak apa-apa ‘kan?” Dylan yang sudah duduk bersila di samping Ilmy yang juga duduk bersila ikut bertanya


Mengulas senyum tipis “Ayah benar-benar tidak apa-apa.”


“Sungguh?” Delon yang ada di pangkuan ibunya bertanya dengan mata bulat yang berkedip-kedip.


Ilyas semakin tersenyum lebar “Iya.” Ilyas sungguh tidak terbiasa melihat mata putra sulungnya yang sangat mirip dengan nya namun lebih menggemaskan.


“Apa ada yang bisa kami bantu, ibu?” Tanya Ilmy, dia berharap di beri tugas mengambil air agar dia bisa bermain air. Ilmy tidak bisa main air sebelum di izinkan.


Dian tersenyum hangat “Ada.”


“Benarkah?” Dylan ikut menimpali


Dian mengangguk “Temani ayah disini, jangan ribut. Bisa?” Mengusap lembut rambut Dylan dan juga Ilmy


Mereka bertiga mengangguk antusias “Bisa..” seru mereka bersemangat


Tok.. tok.. tok..


“Tuan, nyonya. Dokter Aldi sudah datang.”


“Biar aku yang buka.” Delon segera turun dari pangkuan ibunya lalu berlari membuka pintu


“Selamat pagi, tuan muda Delon.” Sapa Aldi


Delon hanya mengangguk dengan wajah datar khas, mirip seperti ayahnya. “Ayah dan ibu sudah menunggu.”


“Baiklah ayo kita masuk.”


“Assalamu'alaikum nyonya, tuan,”


“Wa'alaikum salam.” Jawab ke empat orang didalam


“Tuan Ilyas kenapa?”


“Sakit paman.” Seru si kecil Ilmy


“Hmm sakit apa?”


“Yah mana Il tau, ayah ‘kan belum di periksa.” Menggeleng tak percaya melihat Aldi


“Iya, paman Aldi ada-ada saja.” Dylan ikut menimpali


“Sudah.. sudah..” Dian membuka suara. Ia tidak tega melihat suami yang terlihat sangat pucat dan masih mencoba pura-pura kuat di hadapan anak-anak. “Dok, tolong periksa suamiku.”


“Baiklah.” Aldi pun mulai memeriksa Ilyas. Keningnya berkerut, namun detik kemudian ia tersenyum


“Hehe maaf tuan. Tapi sepertinya yang perlu di periksa disini adalah nyonya.” Melirik Dian yang tengah duduk di samping sang suami


“Maksudnya? Istriku Tidak sakit!” Geram Ilyas. Ia paling benci jika ada yang mengatakan hal buruk tentang keluarga kecilnya


“Bukan seperti itu.” Memutar bola mata malas melihat tingkah posesif Ilyas yang tidak pernah berubah. Lalu beralih melihat Dian “Apa anda punya tes pack, Nyonya?”


Perkataan Aldi sontak membuat Dian dan juga Ilyas saling pandang dengan tatapan tak percaya.


“Ada dok.. ada.”


“Baiklah, anda tau sendiri cara memakai nya bukan.”


Dengan semangat empat lima Dian mengambil tes pack dan membawanya kedalam kamar mandi. Ilyas yang tadi lemah langsung segar kembali.


Seperti 6 tahun lalu saat Dian dinyatakan hamil di triple. Ia mondar-mandir tak jelas di depan pintu kamar mandi.


“Deja vu.” Gumam Aldi melihat tingkah atasannya


Namun ada perbedaan sekarang, di dalam kamar ada tiga kurcaci yang ikut menonton ayah mereka jalan mondar-mandir didalam kamar mandi. Sedari tadi mereka hanya diam dan tidak bertanya lebih.


Mereka selalu di ajarkan agar tidak pernah menyela saat orang tua berbicara. Karena itu mereka hanya diam.


Dylan memeluk kaki ayahnya yang berjalan mondar-mandir. Ia bergelantungan di betis sang ayah dan menikmati nya. Sedangkan Ilmy berdiri bengong menatap pintu kamar mandi tempat ibunya masuk. Berbeda dengan Delon yang hanya berdiri di samping Aldi memperhatikan sang ayah dan juga kedua adiknya.


“Apa yang sebenarnya terjadi, paman?” Tanya Delon mendongak melihat Aldi


“Tunggu saja, paman yakin kau akan sangat bahagia nanti.”


Delon menyerngit lalu mengedikkan kedua bahu. Lagi pula saat sang ibu keluar dari dalam kamar mandi, ia juga pasti akan tau.


Ceklek..


Dian keluar dari dalam kamar mandi dengan mata yang berkaca-kaca. Melihat hal itu sontak membuat Ilyas segera memeluk istri nya diikuti oleh Ilmy yang sudah dari Tadi menunggu beserta Dylan yang langsung melepas kaki ayahnya lalu ikut memeluk ibunya.


“Hmm ada apa?” Tanya Ilyas mengelus pipi istrinya.


“Hiks.. by.. ga.. garis dua..” Menunjukkan tes pack yang tadi di pakai


Ilyas terdiam, sedetik kemudian ia tersenyum lebar lalu kembali memeluk istrinya. Rupanya tangis yang keluar dari mata Dian adalah tangisan haru.


“Huaaa.. hiks.. ibu.. apa ibu sakit.. hiks..” Lengkingan suara tersebut membuat mereka semua tersentak dan sontak menoleh kearah Ilmy yang sudah menangis kencang sambil memeluk kaki ibunya


“Ohh sayang.. bukan seperti itu.” Dian hendak menggendong Ilmy, namun Ilyas segera mengambil alih. Ia tidak akan membiarkan sesuatu menimpa perut Istri nya


Delon mendekati mereka berempat “Ibu, ibu yakin baik-baik saja?” Ia memeluk kaki sang ayah sambil bertanya pada ibunya


“Ibu, bilang kalau sakit. Nanti Lan bantu sembuhkan.” Seru Dylan bersemangat memeluk kaki ibunya


“Hiks.. huaa.. jangan sakit ibu..” Suara Ilmy kembali terdengar. Dokter Aldi sudah keluar dari kamar, ia ingin memberikan ruang untuk keluarga kecil tersebut.


Dian mengulas senyum “Ibu tidak sakit, sayang.” Mengusap kepala Ilmy


“Benar? Tapi kenapa ibu menangis?” Pertanyaan Ilmy seperti nya mewakili kedua putra Dian dan Ilyas


“Itu tangisan haru.” Ilyas menjawab.


“Tangis haru? Tapi kenapa?” Dylan kembali bertanya


“Bukannya dulu, Dylan pengen adik lagi?” Pertanyaan Dian dijawab anggukan semangat dari triple


Delon terdiam “Ibu, jangan-jangan di dalam perut ibu ada adik bayi??"” Pekik Delon. Bocah kecil itu memang yang paling pintar dari kedua saudaranya.


Ia lantas memeluk kaki sang ibu “Aku benarkan?”


“Benarkah ibu?” Dylan dan Ilmy bertanya bersama-sama


“Benar, didalam perut ibu ada adik bayi.” Mengelus perut Istri nya yang masih rata “Jadi, kalian jangan membuat ibu kelelahan yah.”


Ketiga bocah tersebut langsung mengangguk antusias. Mata mereka berbinar melihat perut ibunya. Bahkan Ilmy sampai turun dari gendongan sang ayah dan mengelus perut Dian bersama Dylan dan juga Delon.


“Wahhh ada adik bayi disini..” Binar kebahagiaan tidak bisa luntur dari wajah mereka. Dian tersenyum haru melihat nya.


Ilyas tak ingin kalah, ia ikut mengusap perut rata Istri nya. Alhasil ada 7 tangan di atas perut Dian. Karena triple menaruh kedua tangan nya di perut Dian.


Dian tertawa geli “Semoga adik bayinya sehat.”


“Aamiin..” Mereka semua Mengaminkan


.


.


.


udah yah manteman sampai sini ajah ekspart nya😁


soalnya novel triple lagi aku garap, heheh🤗


jangan lupa mampir kalau udah aku upload 🥺


assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatu


...PENJET TANDA LOVE DIBAWAH👇...