Dream Wedding

Dream Wedding
Anggap saja ujian cinta



Kembali lagi seperti dulu, dimana Dian harus menunggu diluar ruangan. Ia duduk di bangku tunggu. Air matanya tak bisa berhenti mengalir.


Saat ia mengingat kepala Ilyas yang berdarah semakin membuat kekhawatiran Dian meningkat. Padahal ingatan suaminya belum pulih, tapi kenapa harus kena tumbukan lagi.


Mike kembali ketempat Dian. Ia baru saja memerintah anak buahnya untuk menangkap Malik. Jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada tuan nya maka Mike tak akan segan-segan untuk menghancurkan pria itu


Ia terdiam saat sekali lagi melihat kondisi sang nyonya yang memprihatinkan. Namun, apalag daya ia juga tak bisa melakukan apapun sekarang. Hanya doa yang Mampu ia panjatkan


Tak lama pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang pria tampan, Aldi dokter pribadi keluarga Sam. (Kalau gak ingat sama Aldi, kalian keterlaluan 🤭 Aldi ada di episode 'Kotor') keluar.


Dian dan Mike segera menghampiri Aldi. Pria itu memandang Dian ‘oh bukannya dia wanita yang waktu itu. Apa benar dia Istri tuan Ilyas’


“Bagaimana keadaan suami saya dok?” Tanya Dian dengan deraian air mata


“Syukurlah, tuan Ilyas cepat ditangani. Darah di kepala nya sudah berhenti keluar,”


“Apa tidak apa-apa dok? Suami saya masih kehilangan ingatannya, apa kejadian ini tidak membahayakan kepalanya?” Dian tak masalah Ilyas akan hilang ingatan suaminya tambah parah, yang penting Ilyas selamat dan tidak akan ada yang mengancam nyawa


“Tenang saja Nyonya. Semuanya baik-baik saja, malah saya yakin setelah ini tuan Ilyas dapat kembali mengingat.” Ucapan Aldi membuat Dian terdiam


Ia senang namun juga bingung. Apa itu artinya jika kepala sang suami di pukul akan mengembalikan ingatan nya? Pikir Dian


“Apa saya boleh masuk kedalam dok?”


“Silahkan nyonya.”


Tanpa basa-basi lagi, Dian segera masuk. Dilihatnya seorang perawat yang tengah memasang infus di tangan sang suami yang tertidur. Setelah perawat itu pergi, Dian segera mendekati Ilyas


Wanita itu duduk di kursi samping pembaringan. Di genggam tangan Ilyas yang bebas dari infus, air mata kembali mengalir tatkala mengingat darah segar yang keluar dari belakang kepala suami nya


“Hiks... By.. maafin Dian, harusnya kita gak perlu ke rumah Dian.” mencium punggung tangan Ilyas yang di genggam erat


Di luar ruangan, Mike segera menarik tangan Aldi “Aduh Mike! Lepaskan! Ada apa hah!?”


“Hustt jangan berisik!” mengintip kedalam ruangan Ilyas, takut Dian mendengar


“Ada apa sih?”


“Katakan dengan jujur, Tuan Ilyas benar tidak apa-apa? Bagaimana dengan kaki dan punggung bekas kecelakaan saat itu?” Cecar Mike


Aldi membuang nafas kasar “Sudah aku katakan tidak ada yang berbahaya. Tapi bagaimana bisa tuan Ilyas bisa pingsan seperti itu?”


“Ada sesuatu yang terjadi.” Menyugar rambut kebelakang “Syukurlah jika tidak ada yang berbahaya.”


“Oh yah, dari tadi aku sudah sangat penasaran. Dimana Ardo? Biasanya kalian selalu bersama seperti saudara kembar siam, menempel tak terpisahkan.” celingak-celinguk mencari Ardo


“Sialan! Jangan mengatakan yang tidak-tidak. Membayangkan nya saja sudah buat merinding.” Memeluk kedua lengan. Membayangkan ia yang selalu menempel dengan Ardo membuatnya pening dikepala


Aldi terkekeh melihat reaksi Mike “Jadi anak itu kemana?”


“ah.. dia sedang berusaha meminta kekasih nya kepada calon mertuanya.” perkataan Mike yang terdengar santai membuat Aldi geleng-geleng kepala


“Kau tidak sedang bercanda ‘kan?” memicingkan mata. Ardo, seorang yang dingin tak tersentuh itu mempunyai kekasih??! Oh mungkin besok bumi berotasi terbalik


Mengangkat kedua bahu “Terserah kau mau percaya atau tidak.” Jawabnya acuh “Yang jelas sebentar lagi Ardo akan menyusul ku dan tuan Ilyas.” memegang bahu Aldi


“Selamat!, Tinggal kau yang jomblo sekarang.” Lalu pergi begitu saja meninggalkan Aldi yang mematung tak percaya


Mike kembali ke depan ruangan sang tuan. Ia mengintip di Balik celah pintu dan melihat Dian yang tengah menangis menggenggam tangan suaminya


Pria itu menghela nafas lalu menghubungi seseorang


“Assalamu'alaikum, Do.”


”...”


“Bagaimana?”


“....”


”Lamaran mu? Lancarkan?”


“...”


“Hahaha sabar, oh yah kau bisa datang ke rumah sakit cahaya bintang.” Yang tadi nya Mike tertawa berubah serius


“...”


“Tuan Ilyas masuk rumah sakit.”


“...”


“Tenanglah, tidak ada masalah besar. Jika urusan mu sudah selesai kemarilah.” Setelah berbicara beberapa kata akhirnya mereka memutuskan sambungan telepon


Setelah menumpahkan segala tangisnya, Dian mulai tenang. Wanita cantik tersebut mengecup kening sang suami


“Cepat sadar, by.” bisik nya di sela-sela mencium kening Ilyas


“Kamu salah mencium kening ku, harusnya bibirku biar aku sadar. Kamu harus lebih banyak belajar dari snow white.”


Sontak Dian menarik diri, ia menatap sang suami yang juga tengah menatapnya dalam


“by..” Lirih Dian berhambur memeluk tubuh suaminya erat-erat. Tangisnya kembali pecah, ia bersyukur. Amat sangat bersyukur, akhirnya Ilyas sadar


Di elus punggung Dian yang bergetar “Maafkan aku,” hatinya sakit mendengar tangis pilu dari istrinya


“Tidak seharusnya aku hilang ingatan. Maafkan aku sayang, tenanglah sekarang aku sudah mengingat semua nya.” Mengecup pucuk kepala Dian


Tangis Dian berhenti, wanita itu terdiam ia lalu mendongak pelan-pelan menatap sang suami yang tengah tersenyum menatap nya


“Kamu udah ingat Dian, by?”


Menghapus air mata di pipi Istri nya “Hmmm” Sembari mengangguk


Sontak Dian kembali memeluk Ilyas erat-erat, seakan-akan Ilyas akan hilang jika tidak di pegang


“uhhk sayang, aku senang kamu memelukku. Tapi ini terlalu erat, aku sesak nafas.” ia meringis namun tidak rela pelukan istri nya dilepas


Dian tersadar. Menarik diri “Ma.. maaf by, udah gak sesak lagi ‘kan?”


“uhhk sepertinya aku butuh oksigen sayang.” ia meringis dan seperti kekurangan oksigen


Dian tiba-tiba jadi panik. Padahal suaminya baru sadar, jangan sampai hanya karena pelukannya sang suami kembali koma “Dian panggil dokter yah by.”


Memegang tangan sang istri “Itu terlalu lama, pakai mulut mu.”


Tanpa bertanya lebih Dian segera menempelkan bibir nya di bibir sang suami. Ia membuka mulut dan membuka mulut suaminya untuk memenuhi oksigen didalam sana.


Diam-diam Ilyas tersenyum tipis, di tarik tengkuk sang istri lalu melumaat pelan bibir Dian. Akhirnya otak licik nya berhasil mengelabui istrinya sendiri.


“Empphhh.” Suara Dian yang mencoba untuk melepas lumataan, ia tak bisa bernafas.


Cup..


Setelah melepas ciuman, Ilyas mengecup bibir istrinya. “Manis seperti biasa.” Lalu menjilat bibir Dian. Ia tersenyum menang melihat wajah terkejut Dian


Blushh..


”By...” wajahnya memerah bak kepiting rebus


“iya sayang ku.” Jawab Ilyas sangat lembut. Dan jujur saja ini kali pertama Ilyas berbicara sangat lembut kecuali saat Ilyas berterima kasih setelah mereka bercinta.


Semakin memerah lah wajah Dian mendengar perkataan lembut Ilyas “Ihh suami siapa sih ini, manis bangat.” Mencubit pipi Ilyas lalu menggoyang-goyangkan nya


Ilyas Terkekeh kecil lalu mencoba untuk duduk dibantu Dian


“Gimana by? Gak ada yang sakit lagi ‘kan?” memegang perban yang ada di kepala Ilyas


“Tidak apa-apa. Ayo sini naik.” Menepuk samping nya


Dian menurut dan naik keatas pembaringan “Beneran gak ada yang sakit lagi ‘kan? Dian panggil dokter yah.” Ia tetap khawatir akan kesehatan Suami nya. Belum sembuh saat kecelakaan dulu, sekarang harus masuk rumah sakit karena kecelakaan lagi


“Tidak perlu, aku baik-baik saja.” Mendekap tubuh istrinya lalu mengecup pucuk kepala Dian. Ilyas tidak ingin waktu berduaan nya dengan istrinya di ganggu orang asing


“Maafkan aku.” Lirih Ilyas. Ia merasa bersalah karena sudah melupakan Istri nya sendiri. Dirinya patut dihukum!


Mendongak “Maaf untuk apa by? Kalau soal hilang ingatan, gak perlu minta maaf. Anggap ajah itu ujian untuk rumah tangga dan cinta kita.”


Mengelus kepala Dian yang tertutup hijab “I love you Dianra Akila Rahman, my beloved wife.”


“love you more Mahendra Ilyas Sam, my greatest husbandy.” Mengecup bibir suami nya.


Jangan sebut dia seorang Mahendra Ilyas Sam kalau tidak bisa memanfaatkan keadaan. Pria yang masih di infus itu menahan Tengkuk sang istri dan membalas ciuman Istri nya penuh cinta


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Subscribe yah manteman😖 penjet tanda love dibawah👇...