Dream Wedding

Dream Wedding
Cerita Cinta



Setelah makan, Dian berniat untuk pulang. Ia ditemani Ayla dan Adil menunggu jemputan Dian di parkiran


“Oh yah Di, suamimu yang tampan dan kaya itu yang bakalan jemput kamu?” Tanya Ayla dengan wajah berbinar, walaupun suami orang setidaknya ia bisa cuci mata lihat bule.


Dian tersenyum paksa, mengaminkan perkataan Ayla “Kita liat ajah nanti,” Jawabnya ambigu membuat kedua orang itu saling tatap dan mengangkat bahu secara bersamaan, tak ingin menganggu ranah privasi Dian.


Tak lama sebuah mobil mewah pun tiba, sontak semua mahasiswa yang ada di parkiran melongo melihat mobil yang hanya ada satu di Indonesia tersebut.


Mike dengan gagah keluar dari dalam mobil lalu menyambangi Dian dan menunduk hormat


“Maaf membuat anda menunggu, nyonya.” Ucapnya lalu mengangkat kembali tubuhnya. Gara-gara macet ia harus terlambat!


Dian tersenyum “Assalamu'alaikum bang Mike.”


“Wa'alaikum salam nyonya.” ia jadi tidak enak dua kali


Ayla dan Adil celingak-celingukan mencari seseorang tapi tak kunjung menemukannya.


“Oh yah, kalian teman baru nyonya ‘kan? Perkenalkan saya Mike asisten Pribadi tuan Ilyas, suami nyonya Dian. Saya harap kalian berdua bisa menjaga nyonya dengan baik.” Ucapnya dengan tersenyum manis


Mereka berdua ikut tersenyum “Saya Adil dan perempuan di sebelah saya Ayla, dia curut saya.”


Ayla menyenggol perut Adil “Dia orang nya memang kaya gitu, lambe turah!”


.


.


Mobil yang melaju dijalan tersebut tiba-tiba berhenti membuat Dian heran. Bukankah rumah sakit masih ada beberapa ratus meter? Mengapa berhenti di tepi jalan


“Kenapa berhenti bang?” Tanya Dian pada Mike


Mike menoleh kebelakang sebelah kiri tempat Dian duduk “Ada yang mau masuk nyonya, tidak apa-apa ‘kan saya memasukkan orang lain?”


Dian tersenyum, kalau Mike yang mengizinkan sudah pasti orang itu orang baik “Gak apa-apa bang,”


“Terima Kasih nyonya.”


Tak lama pintu mobil samping kanan Dian terbuka, seorang wanita cantik masuk kedalam “Assalamu'alaikum, Dek.”


“ Wa'alaikum salam, astaga rupanya kak Siti toh. Dian kira siapa loh.” Ia tertawa geli “Oh yah Ar mana?”


“Anda mencali saya nyonya?” Sahut Marcell yang duduk di samping kursi kemudi


“Eh? Hahaha kamu ngagetin aunty ajah Ar.”


“Maafkan saya nyonya.” Ucapnya dengan wajah yang penuh rasa sesal


“Gak perlu minta maaf sayang, jangan panggil nyonya. Panggil aunty ajah.” Ia merasa tidak rela seorang makhluk menggemaskan seperti Marcell harus memanggil nya dengan sebutan formal


Marcell tampak ragu, ia menoleh kepada ayahnya, sedangkan yang dilirik hanya diam lalu menggeleng lemah. Tanpa persetujuan Ilyas, Mike tak bisa memutuskan sesuatu sendiri atas sang nyonya.


Marcell menunduk dalam “Maafkan saya nyonya.”


Dian menghembuskan nafas panjang “Bang kita ke rumah sakit ‘kan?”


“Iya nyonya.” Mike pun melajukan mobil membelah jalan menuju rumah sakit.


Siti Menggenggam tangan Dian erat, ia tahu wanita disampingnya ini tidak baik-baik saja walaupun sejak tadi selalu menampilkan senyuman manis. Dian melihat Siti lalu membalas genggaman tangan Siti


“Kakak ada disini untuk mu.” Lirihnya


Dian mengangguk “Terima kasih kak.”


Mike diam-diam curi pandang dari spion depan, ia berharap kehadiran Istri nya dapat membuat perasaan Dian sedikit membaik.


.


.


Setelah lelah bermain didalam mobil, Marcell ketiduran membuat Mike mau tidak mau harus mengantar pulang anaknya setelah mengantar Dian dna juga Siti ke rumah sakit.


Sedangkan Siti dan Dian kini berada didalam kamar VVIP yang sejak satu Minggu ini ditempati Ilyas. Mereka berdua sedang duduk di sofa ruangan tersebut


Perlakuan Dian dapat dengan jelas dilihat Siti “Sabar yah, adek tau sendiri tuan Ilyas sangat kuat bukan? Berapa kali pun dia jatuh, pasti bisa berdiri kembali.”


Dian tersenyum lalu mengangguk. Ia lalu terdiam, setelah tadi mereka sempat bercerita tentang hari pertama Dian masuk kuliah, tentang bagaimana lelahnya dia jadi pusat perhatian, semua ia ceritakan


Tapi ada satu hal yang membuat Dian penasaran “Kak, kayanya kakak udah lama banget kenal sama suamiku? Iya ‘kan?” Memicingkan mata


Siti tertawa geli “Kenapa muka mu kaya gitu, hmm?” Mencubit kedua pipi Dian lalu menggoyangkan nya kiri kanan “Jangan bilang adek nuduh kakak punya hubungan spesial dengan tuan Ilyas?” Ia balik memicingkan mata setelah melepas cubitannya


Memegang kedua pipi menggunakan kedua tangan, rasanya pipinya menggelembung setelah di cubit tadi “Isshhh soalnya Dian sama sekali gak terlalu tau apa-apa tentang suamiku.” Menunduk di akhir kalimat


Siti tersenyum kecil melihat Dian yang tertunduk “Pelan-pelan ajah dek. Oh yah, kamu mau dengar pertemuan pertama kakak sama mas Mike?” ucapan Siti membuat Dian mendongak dengan wajah berbinar


“Ceritain dong kak, Dian penasaran!” Wajah binarnya keluar membuat Dian tambah cantik


“Mau tau ajah atau tau bangat?” Goda Siti menaik turunkan alis


Dian mencebik “Mau tau bangat lah kak, mau tauuuuuuuu bangetttttttttt.” Menekan kata-katanya


“Hahah iya-iya.” Menarik nafas panjang sebelum memulai cerita “Dian percaya gak kalau kakak ini mantan pelayan di mansion tuan Ilyas?”


“Hah?! Yang benar kak?”


Siti mengangguk “Kakak orang kampung yang datang ke kota untuk mengadu nasib, kali ajah kakak bisa dapat uang untuk di kirim ke kampung. Tapi bukannya dapat uang, kakak malah di jambret saat masih ada di terminal bus, bahkan kakak belum pergi lihat-lihat kota, tapi udah bangkrut ajah.” Menghela nafas panjang mengingat saat pertama kali menginjakkan kaki ke kota.


Dian masih diam mendengarkan. Memang jika dilihat dari namanya, Siti memang seperti berasal dari kampung namun Dian sama sekali tidak menyangka itu memang benar adanya.


Siti Sundari, biasanya di panggil Siti berusia 25 tahun. Wanita yang berasal dari desa terpencil mencoba untuk mengadu nasib ke kota untuk mengubah takdir nya.


Saat baru turun dari bus, Siti di jambret dua orang preman yang membuatnya kehilangan semua harta dan juga pakaiannya. Siti yang saat itu Luntang lantung tak jelas di jalan raya tak sengaja terseret masalah yang dihadapi seorang pria yang saat itu tengah dikejar-kejar oleh segerombolan orang.


Pria yang Siti tak tau siapa itu memanfaatkan Siti untuk menyembunyikan nya. Setelah merasa benar-benar aman, Mike yang rupanya pria yang di kejar-kejar tadi Meminta maaf kepada Siti serta berterima kasih yang sebanyak-banyaknya.


“Katakan apa yang kamu inginkan, jika aku sanggup aku pasti mengabulkan nya.” Ucap Mike saat ia berterima kasih pada Siti.


Siti yang saat itu tak punya apa-apa lagi dan sudah menjadi gelandangan sesaat menapakkan kaki di kota tersebut pun meminta pekerjaan kepada Mike, yang bisa ia lihat pria yang baru saja ia temui terlihat sangat ramah dengan wajah tampannya, jangan lupakan pakaian branded yang dikenakan Mike semakin membuat Siti setidaknya ingin diberia pekerjaan apapun asalkan halal.


Mike yang saat itu merasa berutang budi kepada gadis tertutup yang terlihat cantik Namum sangat polos tersebut pun menyanggupi dan membawanya me mansion Ilyas untuk jadi salah satu pelayan disana.


Bagi Ilyas, tambah satu asalkan berguna dan tidak akan menerkam majikannya sendiri tidak akan mempermasalahkan nya.


Dian manggut-manggut mendengar cerita Siti “Wahh jadi kak Siti sama bang Mike cinlok dong? Ihh kok jadi sweet yah.”


Siti terkekeh kecil “Yah anggap ajah kaya gitu. Malah aku kaget pas Mas Mike tiba-tiba mengatakan ingin melamar ku, padahal waktu itu hubungan kami hanya sebatas pekerja dan juga sahabat.”


Dian tersentak mendengarnya “Eh? Bang Mike langsung lamar kakak? Gak ada acara nembak buat jadi kekasihnya gitu?”


Siti menggeleng lemah sembari tertawa pelan “Aku juga kaget waktu itu, tapi kata mas Mike. Katanya dia gak mau lama-lama berhubungan tanpa ikatan halal yang malah menjurus ke perbuatan zina. Karena itu, pas kakak udah setujuin. Eh! Lusanya bang Mike udah lamar kakak ke orang tua di kampung.” Sungguh Siti sangat bangga pada suaminya yang sangat suci


Dian kembali dibuat terkagum-kagum mendengar aksi gantle man Mike. Benar-benar mengagumkan!


“jadi sat set sat set langsung ijab yah kak.”


“Hahaha benar bangat. Sebenarnya awalnya kakak agak spechles buat nerima lamaran Mike yang jelas-jelas berbeda jauh bagai berlian dan kerikil, tapi mas Mike juga tidak mau di bantah dan selalu menunjukan cinta nya yang akhirnya aku pun luluh dan menyetujuinya. Dan yah sekarang terbukti, mas Mike sama sekali tidak berubah dan tetap seperti saat awal-awal pernikahan kami.”


Rona merah terlihat di pipi Siti menceritakan kisah cinta nya dengan sang suami. Bagaimana bangganya ia mempunyai suami seperti Mike yang tidak ada duanya.


“Ahh so sweet banget.”


Setidaknya mendengar cerita cinta Siti dan Mike dapat menghibur Dian yang tengah bersedih.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Subscribe yah manteman😖...