Dream Wedding

Dream Wedding
Penghuni perusahaan



Cemburu, mungkin itulah yang dirasakan Dian sekarang. Seperti ada yang terbakar dalam hatinya tatkala mendengar jawaban sang suami dari pertanyaannya tadi.


“Enak yah by, liat yang seksi-seksi kaya gitu!” Sindir Dian


“Hmm.” Sekali lagi hanya itu yang dikeluarkan Ilyas.


Dian semakin dibuat kesal campur cemburu. Saat ingin angkat bicara lagi bersamaan dengan terbukanya pintu lift membuat Dian mengurungkan perkataannya.


Sepanjang jalan mereka berdua jadi pusat perhatian. Terlihat seorang Ilyas yang datar dan tidak tersentuh itu menggandeng tangan istrinya dengan lembut.


“Kira-kira mereka udah punya suami atau pacar yah. Tapi kayaknya belum deh, dilihat dari tatapan matanya tadi ke kamu, iya ‘kan by?” Pertanyaan Dian sekarang semakin aneh ditelinga Ilyas


Pria itu berhenti dan menatap wajah istrinya “Dari tadi kamu bertanya hal yang tidak penting itu untuk apa?” Para karyawan langsung duduk kembali ketempat nya, walau begitu mereka masih curi-curi dengar


“Enggak by aku cuman penasaran, kamu suka yang seksi-seksi kaya gitu?” Pertanyaan yang lolos dari mulut Dian semakin membuat Ilyas bingung.


Pria yang tidak peka itu menangkup wajah istrinya “Kamu kesal dengan ku? Apa aku ada salah?” Tanyanya lembut. Kalau masalah raut wajah, Ilyas paling jago dalam membacanya.


Dian tersenyum, bukan kesal tapi lebih kearah cemburu. Menggeleng lemah “Aku gak kesal kok by, dikit.”


Kening Ilyas mengerut “Katakan kalau aku ada salah.” tanyanya lagi dengan lembut. Memang yah wanita itu makhluk yang sangat sulit dimengerti.


Menghembuskan nafas pelan “Kamu suka yang seksi-seksi by?” Pertanyaan itu kembali lagi semakin membuat Ilyas bingung


Ilyas mengangguk. Mana ada laki-laki yang tidak suka seksi-seksi, apalagi kalau istrinya yang tertutup berpenampilan seksi dihadapannya. Jawaban Ilyas semakin meningkatkan kekesalan dihati Dian.


“Oh begitu yah.” Singkat Dian lalu hendak melangkah pergi, namun langkahnya tertahan tatkala sebuah tangan kekar menarik pinggangnya.


Ilyas merapatkan tubuh keduanya hingga tak ada jarak diantara mereka, semakin membuat para karyawan yang menonton tak bisa lepas mata. Mereka seperti menonton drakor atau Bollywood.


“Aku lebih suka melihat tubuh seksimu yang diatas ranjang tanpa Pakaian.” Bisik nya sensual ditelinga Dian


Blushh...


“Ihh... By..” Rengeknya memukul pelan dada Ilyas lalu membenamkan wajahnya disana.


Ilyas Tersenyum tipis, jujur saja dia masih belum mengerti mengapa istrinya marah, tapi untunglah jawaban yang ia berikan dapat memuaskan sang istri.


Kekesalan Dian hilang begitu saja mendengar perkataan suaminya.


Setelah drama yang tidak nyambung, pasutri tersebut melangkah keluar dari perusahaan tanpa menyadari sedari tadi diperhatikan oleh para pegawai yang hendak pulang.


“Kyaa... Ih mereka imut bangat.”


“Gak nyangka tuan Ilyas ada sisi manisnya. Aku kira orangnya datar kaya mukanya.”


“Gila! Ada juga yah yang berani mukul tuan Ilyas. Bininya yang mukul tapi gue yang jantungan.”


“Harusnya tadi di vidio, kejadian langkah tuh.”


“Ahhkk aku iri bangat.”


Dan masih banyak sahut-sahutan dari para karyawan yang melihat live action tadi. Niat awal yang ingin pulang malah kembali tinggal mengghibah bos dan Istrinya. Bahkan para pria pun tak ketinggalan.


“Bang Ardo kemana, bang Mike?” Tanya Dian saat sudah masuk kedalam mobil namun Ardo tidak ada


Melakukan mobil “Ardo masih ada pekerjaannya nyonya.” Jawab Mike


Dian manggut-manggut mengerti. Sedangkan Ilyas hanya diam, ia tidak penasaran dimana dan apa yang dilakukan bawahannya itu, asalkan dia tidak membuat keributan yang merugikan dirinya sendiri.


.........


Sarah celingak-celingukan saat mendengar suara orang-orang yang sangat ramai. Padahal jam pulang kantor sudah tiba tapi mengapa masih banyak orang? Pikirnya


“Eh, Ayu itu kenapa rame-rame?” Tanya Sarah kepada Ayu yang sudah bersiap akan pulang


“Ihh rugi kamu Sarah, tadi ada tuan Ilyas dan istrinya. Mereka mesra bangat Loh. Aku jadi salting ingatnya.” Heboh Ayu


Sarah mengangguk mengerti ‘Syukurlah kalau Dian bahagia’


“Ohh gitu yah,”


“Oh yah kamu lembur?” Menyandarkan bokong di sisi meja Sarah


Membuang nafas panjang “Yah gitu deh. Kerjaan ku masih banyak.”


“Hahah pasti karena pak Ardo ‘kan.” tawanya benar-benar berkelakar


Mengangkat kedua bahu “Mending kamu pulang deh kalau cuman pengen mengejekku.” Ia sudah lelah tapi Ayu masih sempat-sempatnya menertawakan nya. Siapa yang tidak kesal coba?


Terkekeh “Iya.. iya .. aku pulang dulu.”


“Eh! Tapi Sarah..” Berbisik “Hati-hati loh, katanya setiap tengah malam di kantor, biasanya ada suara orang nangis atau ketawa.”


“Ihh jangan menggoda ku.”


“yee siapa yang goda, orang pak satpam yang bilang kok. Katanya tiap malam pasti ada ajah tuu gangguan-gangguan, bahkan para senior yang lembur juga dengar.”


Menulikan telinga, ia langsung fokus dengan pekerjaannya daripada mendengarkan cerita Ayu yang mana membuat nya enggan untuk lembur.


Ayu tertawa “Udah yah aku pulang dulu. Assalamu'alaikum.”


“Hmm wa'alaikum salam.” Balasnya lalu lanjut mengerjakan pekerjaannya.


.........


“Hmm by..” Dian membuka suara terlebih dahulu di keadaan yang sunyi


Fokusnya yang tadi ada di tablet kini menatap wajah cantik istri nya, tanpa berkata hanya tatapan mata yang seolah-olah menanyakan ada apa


“Emm sebenarnya ada tempat yang ingin aku kunjungi.”


“Dimana?”


“Rumah lamaku. Kita mampir dulu yah by.” memberikan tatapan memelas


Ilyad menatap jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan sebelah kiri “Hmm, kau dengar perkataan istriku ‘kan.” bukannya menjawab pertanyaan Dian, pria itu malah memberikan perintah kepada bawahannya


Mike mengangguk “Iya tuan.”


Dian Tersenyum senang, untunglah suaminya mau memenuhi keinginan kecilnya. Tak menunggu waktu lama akhirnya mereka sampai dirumah kecil Dian, rumah yang sangat bermakna untuk pasangan Ilyas dan Dian. Dimana acara ijab qobul dadakan dilaksanakan dirumah kecil itu


Dengan bersemangat Dian turun dari mobil. Ilyas menggandeng tangan sang istri.


Hari sudah semakin sore, jadi hanya sedikit orang-orang disekitaran kompleks, semua orang sudah berkutak didalam rumah.


“Ayo kita masuk by.” Ilyas hanya mengikuti dari belakang


“Memangnya kamu membawa kuncinya?” Tanya Ilyas.


Dian menggeleng yang mana membuat Ilyas bingung. Tidak membawa kunci jadi bagaimana mereka bisa masuk, namun belum sempat Ilyas bertanya ia semakin dibuat bingung saat melihat Dian mengambil sesuatu dibawah keset kaki


Matanya dibuat melebar tatkala sang istri mengambil sebuah kunci disana. Mike menahan tawa saat melihat wajah kebingungan tuannya.


“Kenapa disimpan disana?” Kalau hilang Bukannya akan repot lagi. Atau bagaimana jika ada pencuri yang masuk kedalam


“Tenang ajah by gak akan ada yang datang mencuri dirumah ku. Dilihat dari luarnya ajah pasti pencuri akan berpikiran seribu kali untuk mencuri.” Jelas Dian sambil membuka pintu rumahnya yang masih menggunakan gembok


“Tidak ku sangka bukan hanya kamu yang antik tapi rumahmu juga antik.” Ucap Ilyas saat melihat gembok rumah Dian


Dian mengulum senyum. Yah setidaknya ia tahu antik yang dimaksud suaminya.


“Tunggu kami disini.” titah Ilyas kepada Mike yang daritadi hanya memperhatikan


Mengangguk “Baik tuan.”


“Eh? Kenapa gak masuk ajah?” Membuka pintu


“Tidak perlu, kita hanya sebentar disini.” masuk lebih dulu kedalam rumah. Dian manggut-manggut mengikuti langkah suaminya


Dian tersenyum melihat isi rumahnya yang tidak berubah sama sekali. Bahkan tidak ada debu, mungkin Sarah yang membersihkan nya. Ia tidak menyangka akan pergi dari rumah yang sudah ia tinggali selama bertahun-tahun.


Rumah yang menjadi saksi perjuangan Dian untuk hidup, rumah yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka. Ada banyak kenangan yang tidak akan Dian lupakan dalam rumah ini.


“Apa yang akan kamu lakukan disini? Hanya berdiri jadi patung?”


Khayalan Dian terputus saat mendengar suara sang suami “Sebenarnya aku cuman penasaran dengan keadaan rumah ku ini by.”


Ilyas mengangguk. Menatap ruang tengah beralaskan karpet tempat dimana ia terpesona saat melihat wajah cantik Dian kala itu, tempat dimana dia mengucap ijab qobul


‘Rupanya rumah ini memang sangat bersejarah’ batinnya. Akhirnya ia sadar juga kenangan yang ada di rumah kecil istrinya menyimpan banyak kenangan yang bersejarah dalam kehidupan pernikahan nya


Mike kembali kedalam mobil, diteras rumah Dian tak ada kursi Makanya ia kembali kedalam mobil untuk duduk sembari bermain ponsel mengirim pesan kepada istri dan juga anaknya.


Saat sedang asik bertukar pesan, ia tidak sengaja melihat seorang pria yang tak asing sedang berjalan menuju rumah sang nyonya


“Bukannya dia mantan suami nyonya? Sih Malik kundang?” Gumam Mike. Dengan langkah cepat dia turun dari mobil lalu menghalang langkah Malik yang ingin masuk kedalam rumah


“Siapa kamu?” Kening Malik berkerut melihat Mike


Mike tersenyum “Kamu sendiri siapa?”


“Saya.. saya. ah itu tidak penting, Jangan halangi saya. Saya ingin bertemu Dian.” Tegas Malik


Mike tersenyum mendengar penuturan Malik “Maaf tapi orang asing tidak diperkenankan untuk masuk.”


“Apa? Memangnya siapa kamu melarang aku masuk!!, Jangan bilang kau suami Dian yang baru?” Pekik Mike


Menepuk pundak Malik “Tenanglah bung, jangan membuat keributan disini. Dan lagi aku bisa digorok tuanku jika mendengar perkataan mu tadi.”


“Tuan?” Malik semakin dibuat bingung.


“Iya tuanku dan nyonya Dian sedang ada didalam. Jangan mengganggu mereka.” Masih menyampaikan dengan cara baik-baik, ia tidak ingin ada perkelahian di komplek perumahan seperti ini.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Subscribe yah manteman😖...