Dream Wedding

Dream Wedding
Tidak disangka



Dimalam yang gelap dan sunyi, seorang pria terlihat terikat dikursi. Ia menatap tajam kearah depannya, disana seorang pria tampan tengah menatapnya tajam juga. Wajah yang selalu datar kini menampakkan kemarahan disana.


Menarik salah satu sudut bibir " Heh! Ilyas sialan! Hah! Apa mau mu. Oh apa kau ingin balas dendam karena aku sudah meyentuh istrimu." Teriak Nizam tanpa takut


“ Kau..” Mike dan Ardo sudah siap membungkam mulut pria bejat itu namum segera ditahan oleh Ilyas.


“ Hahahah kenapa? Kau takut? ”


“ Buka ikatan nya.” titah Ilyas


Salah seorang anak buahnya membuka ikatan Nizam. Tentu saja Nizam dibuat bingung sekaligus terkejut. Orang seperti Ilyas melepaskan nya? Hah? Itu tidak mungkin.


“ Hei.. hei.. hei.. jangan bilang kau akan melepaskan ku. Hahahaha kau bodoh.”


Sekarang Ilyas hanya melihat datar pria bejat itu. Sepertinya memang benar dia sudah gila. Dilepasnya jas mahal yang selalu ia gunakan dan Tanpa aba-aba..


Bugh..


Satu pukulan mendarat di pipi Nizam, Sangking kuatnya Nizam sampai terpental dan jatuh menimpa kursi membuat kursi rusak.


Bugh... Satu lagi, Ilyas memukul Nizam membabi buta. Nizam mencoba untuk melawan namun ia benar-benar tak punya kesempatan untuk melawan. Serangan Ilyas sangat cepat dan terlalu kuat.


Diangkat tubuh nizam dan brak... Ilyas membantingnya. Darah segar keluar dari mulut pria itu. Tak sampai disana, Ilyas kembali memukul wajah Nizam. Ia kesal saat melihat lebam di pipi sang istri dan ingin membalasnya


Bugh...


Bugh..


Bugh..


Tidak ada yang berani melerai, mereka semua terdiam. Takut juga jika sudah melihat kemarahan tuannya. Kemeja putih Ilyas terkena cipratan darah, Nizam sudah tidak sanggup untuk melawan.


“ Tuan, anda bisa membunuhnya jika dilanjutkan.” Seru Mike membuat tangan penuh darah yang hendak memukul Ilyas tergantung di udara.


Mike memang orang yang selalu bisa membuat Ilyas agar tenang, agar tidak mendapatkan masalah. Ia tak akan sanggup jika tuannya sampai melakukan sesuatu yang berdosa. Berbanding terbalik dengan Ardo yang masa bodoh.


Kalau pun tuannya membunuh pria bejat itu ia tak akan masalah. Kalau pun tuannya kenapa-napa atau ketahuan dengan pihak berwajib, Ardo dengan sigap akan menggantikan sang tuan masuk ke penjara. Namun tentu tak mudah untuk memasukkannya ke dalam penjara. Uang dan kekuasaan Masih terus diatas keadilan.


Bugh..


Kembali dilayangkan satu pukulan. Ia pun berdiri, Nizam yang sebenarnya masih sadar juga mencoba untuk berdiri. Wajahnya berdarah, darah keluar dari dalam mulutnya.


Nizam kembali tersenyum sinis “ He.. kau takut membunuhku.” Sekali lagi ia meremehkan Ilyas


Ilyas mengambil tangan Nizam dan krekk.. dipatahkan lengan pria tersebut.


“ Ahhkkk.” Terduduk lemas sembari memegang lengannya. Darah mengucur deras di dalam mulut saat ia berteriak.


Ilyas hanya menatap nya datar. Sebenarnya ia juga ingin mematahkan leher nya, melihat bekas merah itu sudah pasti pria itu menyentuh leher sang istri. Tapi ia takut tak bisa menahan diri dan malah membunuhnya.


Bawahan Ilyas datang memberika jas yang ia lempar begitu saja lalu memakainya " Masukkan dia ke jeruji besi. Buat dia mendekam seumur hidupnya disana." Titah Ilyas.


“ Baik tuan.” Jawab Mike yang mengurus masalah ini.


Ilyas segera pergi dari sana diikuti oleh Ardo. Sedangkan Mike tinggal untuk mengurus masalah.


Membukakan pintu mobil untuk sang tuan, setelah nya Ardo pun ikut naik dibalik kursi pengemudi.


“ Batalkan kerja sama dengan perusahaan Bram. Akusisi perusahaannya dan beli semua saham yang ia punya di beberapa perusahaan besar yang ada.”


“ Baik tuan.” Ini pertama kalinya sang tuan melakukan hal seperti ini.


Biasanya Ilyas tak terlalu memikirkannya, hanya kacung tidak akan membuatnya goyah. Namun kali ini sepertinya mereka membangunkan singa yang tertidur.


Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, mereka pun sampai dimansion. Ilyas segera masuk kedalam dan langsung menuju ke kamarnya.


Setelah membersihkan badan, Ilyas dengan perlahan naik keatas ranjang dan masuk kedalam Selimut. Dibaringkan tubuhnya lalu memeluk erat-erat tubuh mungil sang istri.


Jam sudah menunjukkan waktu tengah malam. Ia benar-benar lembur hari ini.


Entah sejak kapan, tapi sungguh Ilyas sangat nyaman bersama dengan Dian. Ia merasa tak memerlukan apapun kecuali bersama istrinya. Jantungnya kerap berdetak cepat hanya melihat wajah cantik sang istri.


Saat melihat nya tersenyum, Ilyas ikut senang melihatnya. Saat istrinya sedih “ Aku malah marah.” Monolog nya heran dengan diri nya sendiri.


Ia marah dengan apa yang membuat istrinya sedih. Ilyas masih ingat saat ia tak sengaja melihat Dian sedih karena salah satu bonsai yang baru-baru ia beli rusak dan mati. Rasanya waktu itu Ilyas ingin menghancurkan semua bonsai yang ada, bahkan pria itu mengutuk bonsai yang mati agar kembali hidup.


Namun, apalah daya ia bukan tuhan yang bisa menghidupkan sesuai yang sudah mati. Saat itu Ilyas mencoba membeli kan bonsai baru dan itu berhasil, Dian sangat senang menerimanya membuat Ilyas juga turut senang.


Hahhh


Menghela nafas panjang “ Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh hati padamu.” Mengecup puncak kepala Sang istri dan mulai memejamkan mata menyelami dunia mimpi.


Jam mulai bergulir, dengan perlahan Dian membuka mata. Samar-samar ia melihat suaminya yang rupanya sudah bangun duluan dan tengah menatap kearahnya.


“ Hmm udah bangun by? Jam berapa sekarang? ” Mengerjap mata beberapa kali. Ilyas mengecup kening istrinya


“ Bangunlah. Kamu ingin sholat subuh 'kan.”


Dian mengangguk dan bangun dengan perlahan. Ia ingin ke kamar mandi untuk membersihkan badan sebelum sholat subuh. Saat akan menapaki kaki dilantai, Ilyas langsung menggendongnya membuat Dian memekik tertahan


“ Ada apa by? ” Melingkarkan tangan dileher sang istri


“ Kita mandi bersama.” singkatnya dan terus berjalan masuk kedalam kamar mandi tanpa memberikan kesempatan protes kepada istrinya.


.


.


Dian menghela nafas lega, mereka benar-benar mandi tanpa melakukan olahraga panas. Dian segera memakai mukenah lalu membentangkan sajadah diatas lantai. Saat akan memulai sholat tiba-tiba...


“ Tunggu dulu. Kita Sholat berjamaah.” suara tersebut membuat Dian menoleh. Matanya membulat sempurna melihat suaminya yang memakai baju kokoh, sarung dan jangan lupakan peci yang bertengger di kepala.


“ by? ”


Menggelar sajadah tepat didepan sajadah sang istri “ Kenapa? Kamu pikir aku tidak bisa sholat ” ketus Ilyas dan mulai berdiri di saf nya.


Dian tersenyum haru, sudah lama ia ingin sholat berjamaah bersama sang suami namun ia tidak berani mengajak suami nya. Takut membuat pria itu tersinggung.


“ Allahu Akbar..” Takbir di ikuti oleh Dian.


Sebenarnya Ilyas sedikit gugup, namun ia mencoba untuk khusyuk. Ini pertama kalinya ia menjadi imam shalat.


Ilyas memang tidak shalat lima waktu, namun bukan berarti ia tak pernah melaksanakan sholat. Saat kecil dulu, Ilyas sangat rajin shalat bersama kedua orang tuanya namun saat kedua orang tuanya, Ilyas yang seharusnya shalat mendoakan orang tuanya dialam sana malah berhenti shalat.


Ilyas akan shalat saat merasakan pernah berbuat dosa. Seperti saat ia memukul Nizam membabi buta hingga mematahkan tulang pria itu. Walaupun merasa masih kurang, namun Ilyas merasa berdosa. Karena itu ia sholat.


Jadi, diantara semua shalat yang ia hapal. Ia paling hapal cara shalat taubat. Karena ia selalu melakukannya walaupun sangat jarang shalat lima waktu.


Selesai shalat dilanjutkan dengan acara berdoa. Tak disangka suara Ilyas sangat merdu. Dian mencium tangan kanan sang suami dan di hadiahi ciuman dikening serta di bibir istrinya. Hanya kecupan biasa mengingat bibir Dian yang masih terluka.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...*subscribe yah manteman**😖*...