
Setelah perdebatan antara kubu Dian dan Ardo melawan kubu Ilyas, akhirnya dimenangkan oleh kubu Dian dan Ardo. Mereka berdua sepakat untuk kembali mengauji Dian menggunakan tes pack
Di dalam kamar mandi, jantung Dian berdetak tak karuan. Tak jauh berbeda dengan keadaan diluar. Ilyas yang tadinya lemah dan lesu tiba-tiba jadi mempunyai energi tambahan tatkala menunggu Istri nya keluar.
Ia mondar-mandir tak jelas di depan pintu kamar mandi. Sedangkan Aldi hanya diam menunggu dan di sampingnya sudah ada Ardo dan Mike yang baru saja sampai, mereka juga ikut menunggu harap-harap cemas.
Ceklek..
Dian keluar dengan wajah yang tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengangkat tinggi-tinggi tes pack tersebut
“Garis Dua..” Pekik Dian melompat memeluk suami nya
Ilyas dengan sigap menahan tubuh sang istri agar tidak jatuh. Ia masih mencerna perkataan Istri nya.
Garis dua? Bukankah arti garis dua merah itu.
Deg..
Jantung Ilyas berdetak cepat. Ia memandang wajah istrinya “Kamu ha.. hamil?”
Dian mengangguk antusias “Iya by,” Ucap nya dengan semangat. Tiba-tiba air matanya jatuh, ia sangat bahagia. Amat-amat bahagia, hal yang sudah ia nanti-nanti akhirnya terjadi
‘Terima kasih ya Allah’
Ardo, Mike dan Aldi ikut tersenyum senang melihat kedua pasutri tersebut. Ardo, Mike dan Aldi diam-diam pergi dari sana. Mereka ingin memberikan waktu untuk kedua pada yang sedang dilanda kebahagiaan tersebut.
“I.. ini benar ’kan?” Ilyas masih tak percaya. Ia Menangkup wajah istrinya yang sudah berlinang air mata bahagia.
“Iya by. Dian benar-benar hamil sekarang.”
Senyuman tak dapat ditahan untuk tak terbit, dengan sangat perlahan Ilyas mengusap perut rata Istri nya dan berdoa agar calon anaknya baik-baik saja dan sehat selalu.
Dian Tersenyum haru melihat hal itu, ia mengusap tangan suami yang ada di perutnya “Rupanya kamu mual karena Dian hamil yah, by.” Celetuk Dian
Ilyas Melihat istrinya dengan tatapan bingung. Apa hubungannya?
Melihat tatapan sang suami, Dian bisa langsung mengeti “Syndrom couvade atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya.” Jelas Dian panjang lebar, ia bahkan mengatakan sama Persis dengan apa yang pernah ia baca di internet
“Jadi, hal itu benar-benar ada?”
Dian mengangguk “Iya, menurut yang Dian baca itu karena suami juga ikut cemas akan kondisi Istri nya.”
Ilyas mengangguk dan membernarkan. Memang akhir-akhir ini ia cenderung mengkhawatirkan kondisi sang istri yang banyak berubah. “Ah, jadi selama ini perubahan mu juga karena hamil?” Akhirnya jawaban yang selama ini ia tunggu-tunggu muncul juga
Dian mengangguk “Mungkin. Kita harus periksa ke dokter obygin.” Seru Dian bersemangat. Sangking semangatnya mereka berdua, mereka bahkan masih berdiri di depan pintu toilet
Ilyas menggeleng pelan “Setelah kamu istirahat, baru kita bisa keluar rumah.”
Dian mengangguk patuh “Baiklah. Ayo by kita istirahat sama-sama. Hubby juga kena ngidamnya kan, jadi harus istirahat bareng.” Menarik tangan suaminya.
Ilyas tersenyum geli, ia gemas dengan tingkah istri nya. Seandainya sekarang ia sedang dalam kondisi yang sehat dan sang istri yang tidak sedang berbadan dua maka tak segan-segan Ilyas akan menelanjangii istrinya pagi ini.
.
.
Setelah istrinya tertidur Ilyas keluar dari dalam kamar dan menghampiri Aldi yang memang tidak beranjak dari kediaman sejak tadi
Aldi, Mike dan Ardo langsung berdiri saat melihat tuannya datang
“Duduklah.” Titah Ilyas
Ketiga orang itu langsung duduk sesuai perkataan Ilyas. Sedangkan Ilyas sendiri memilih duduk di kursi tunggal sofa
“Selamat tuan atas kehamilan nyonya.” Mike adalah orang pertama yang memberikan selamat pada sang tuan
Ilyas mengangguk “Terima kasih.” Jawab Ilyas. Jika Ilyas sudah menjawab berarti ucapan selamat dari Mike sudah mewakili kedua orang yang juga ada disana
“Carikan dokter kandungan yang terbaik untuk istriku. Ingat! Harus perempuan.”
“Baik tuan.” Jawab Aldi. Ia yang memang seorang dokter terkenal tentu mempunyai banyak kenalan dokter obygin
“Kalian berdua kembali lah ke perusahaan. Hari ini aku tidak akan pergi.”
“Baik tuan.” Ardo dan Mike menjawab serempak
“oh yah, carikan aku buku tentang wanita hamil. Atau artikel, intinya semua hal mengenai kehamilan.”
“Baik tuan.” ketiga orang itu menjawab dengan pasti.
Apapun perintah sang tuan mereka pasti akan menjawab dengan pasti dan tentu akan melaksanakannya, setidaknya jika perintah itu masih masuk di akal
Sebelum mereka pergi, Ilyas kembali berbicara. Ada hal yang harus ia pastikan “Mengenai kehamilan istriku. Apakah aku memang mengalami kehamilan simpatik?”
“Wah? Apakah anda merasakan kehamilan simpatik tuan?” Mike nampak bersemangat
“Sepertinya.” ada rasa senang saat menjawabnya. Ia tidak menyangka mengetahui Istri nya hamil rupanya sebahagia ini
“Selamat tuan. Kalau kata orang, jika seorang suami yang mengalami mual saat istri nya hamil, katanya Suami nya sangat mencintai istrinya. Sampai-sampai tidak ingin jika Istri nya yang merasakan mual.”
Perkataan Mike sontak membuat senyuman Ilyas melengkung lebar “Benar, aku memang sangat mencintai istriku.” ia membalas dengan sangat yakin
Ketiga orang itu sampai melongo melihat senyuman serta perkataan yang sangat meyakinkan yang keluar dari dalam mulut atasannya
“Pulanglah. Ingat! Besok aku ingin agar dokternya sudah bisa dihubungi.”
Setelah menyanggupi permintaan Ilyas mereka pun pergi dari mansion menuju ke tempat kerja masing-masing.
...***...
Dian pelan-pelan membuka mata. Dian mengerjapkan mata, Ia mengedarkan pandangannya di seluruh ruangan. Dilihatnya jam yang terpampang jelas di dinding.
“Eughh hmm?”
Jam menunjukkan pukul 11 siang lewat sedikit, bukannya bangun. Dian malah semakin menarik selimut lalu melanjutkan tidurnya. Bahkan Dian sempat mengambil boneka boba yang pernah ia beli di tepi ranjang dan memeluk bonek besar tersebut.
Ilyas yang sedari tadi memperhatikan dari sofa Terkekeh geli. Ia sudah melihat beberapa artikel mengenai ibu hamil, dan rata-rata mengatakan bahwa ibu hamil memang sangat suka tidur.
Setelah melihat istrinya kembali tertidur dengan nyenyak, Ilyas kembali berkutat dengan laptop. Ia membawa pekerjaan nya ke rumah agar bisa selalu memantau Istri nya, mengingat sekarang Dian sedang hamil dan mereka belum pergi memeriksa kandungan nya.
Di saat Dian sedang asik dengan alam mimpinya, berbeda dengan Sarah. Gadis yang baru dua bulan lalu melepas kegadisannya tengah berada di depan sebuah gedung tinggi nan besar dengan tanda di gedung berbentuk S besar.
Dengan membawa paper bag berisi makanan, Sarah masuk kedalam. Ia menyapa satpam serta resepsionis yang memang sudah Sarah kenal saat ia magang
Para karyawan juga ikut menyapa Sarah. Ada yang tulus ada juga yang semata-mata hanya agar ia dipandang baik oleh istri dari salah satu petinggi besar di perusahaan.
Di depan sebuah pintu yang dulu sering Sarah kuntili, sekarang ia berdiri di depan pintu tersebut lalu mengetuknya. Mendapat balasan dari dalam Sarah segera masuk
“Assalamu'alaikum.” masuk kemudian kembali menutup pintu
Mendengar suara seorang wanita yang sangat ia kenali, Ardo mengangkat wajah. Air mukanya langsung berubah melihat istrinya datang. Ia tersenyum lebar
“Wa'alaikum salam.” Berdiri dari duduk lalu menghampiri Istri nya. Sarah menyalim tangan Ardo dan dihadiahi kecupan di pipi
“Ya.. kok cuman pipi sih, padahal Sarah udah belain datang jauh-jauh buat nganterin makanan.” Memanyunkan bibir
Ardo Terkekeh geli, Istri nya memang sangat manja dan suka cari perhatian. Bukannya marah atau kesal Ardo malah sangat suka, ia jadi semakin mencintai istrinya.
Cup..
Tanpa aba-aba Ardo langsung mengecup Istri nya lalu menggendong Sarah untuk duduk di pangkuan nya diaatas sofa dengan posisi yang menyamping
“Ihh mas, kalau mau gendong tuh bilang-bilang jangan tiba-tiba. Aku ‘kan jadi kaget.” ia menggerutu namun tak ayal senyum nya tetap mengembang.
“Bawa apa Sar?”
Sarah membuka paper bag dan mengeluarkan rantang dari dalam “Rica-rica kesukaan mu, mas. Tadi Sarah baru bikin. Kita makan sama-sama yuk.”
Ardo mengangguk antusias. Salah satu Bonus yang ia dapatkan menikahi Sarah yaitu istrinya yang bar-bar dan blak-blakan itu rupanya sangat jago memasak. Bahkan Sarah lah yang mengajarkan Dian memasak.
Mereka pun makan dengan posisi yang tidak berubah. Sarah menyuapi suaminya dan kadang Ardo juga menyuapi Sarah. Mereka makan dalam satu piring.
Saat asik makan bersama tiba-tiba..
Ceklek..
Sontak kedua orang itu menoleh melihat kearah pintu yang sudah terlihat seorang pria dengan wajah bodoh
“Ups! Sorry, aku tidak tau.” Lalu menutup pintu
Sarah dan Ardo saling pandang sedetik kemudian mereka berdua tertawa geli melihat wajah Mike.
Sedangkan di balik pintu “Haahh aku jadi rindu dengan ayang dan putra ku.” Mike segera kembali ke dalam ruangan nya untuk menghubungi istri dan anaknya.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...PENJET TANDA LOVE DIBAWAH👇...