Dream Wedding

Dream Wedding
Pukulan Mike



Niat hati Malik yang ingin mencari Dian dirumahnya berharap sang mantan istri ada disana malah dikejutkan dengan sebuah mobil mewah yang terparkir didepan rumah kecil itu.


Memenuhi rasa penasaran, Malik memberanikan diri semakin mendekati rumah Dian. Saat ingin mengetuk pintu seorang pria datang menghalangi nya.


“Iya tuanku dan nyonya Dian sedang ada didalam. Jangan mengganggu mereka.” Masih menyampaikan dengan cara baik-baik, ia tidak ingin ada perkelahian di komplek perumahan seperti ini.


“Jadi, kau bawahan dari tuanmu itu? Dan Dian?”


“Nyonya ku, istri dari tuanku. Apa sekarang kau puas. Jadi tolong pergilah dari sini dengan baik-baik sebelum saya menyeret mu.” Menakankan perkataan nya masih dengan senyuman khas seorang Mike


Ada rasa sesak saat mendengar penuturan pria berbadan tegap dan tinggi dihadapannya, Malik harus mendongak saat menatap Mike yang sangat tinggi khas orang barat berbeda dengan nya yang mempunyai tinggi rata-rata.


“Maaf tapi aku tidak bisa pergi begitu saja. Aku harus bertemu Dian.” Ia masih kekeuh. Mencoba menerobos Namum Mike segera menghalangi.


Tidak susah menghalangi Malik, tubuh pria itu lebih kecil dari tubuhnya. “Tolonglah, jangan buat saya harus memakai kekerasan.”


Malik menatap tajam Mike yang sekarang sudah memperlihatkan wajah kesal “Jangan songong kamu. Cuman seorang supir tapi lagaknya kaya bos!” bentak Malik


“Minggir aku mau bertemu Dian!” Kembali ingin menerobos


“Astaga..” Mike mulai kesal, dia menahan tubuh Malik dan mendorongnya membuat Malik tersungkur ketanah.


“Hei... Pergilah dari sini sebelum saya benar-benar kehilangan kesabaran!” sekarang sudah tak ada senyuman yang terlihat. Menatap datar kepada Malik yang sangat keras kepala


Malik berdiri dengan perasaan kesal. Menghembuskan nafas panjang “Dian.. Keluarlah dek, ini aku Malik..” Teriak Malik tanpa Malu


“Astagfirullah..” Mengusap wajahnya kasar. Teriakan Malik mengundang para tetangga untuk keluar dari dalam rumah.


Para tetangga mulai kasak-kusuk saat melihat sebuah mobil mewah dan dua orang pria yang sepertinya tengah bersitegang.


Tak berbeda jauh dengan Ilyas dan juga Dian yang terkejut mendengar suara teriakan dari luar, apalagi terdengar kasak-kusuk para tetangga yang semakin membuat Dian tak tenang.


Ia lantas keluar dari dalam rumah bersama suaminya. Ilyas yang saat itu melihat jika mantan suami sang istri yang datang langsung menarik tubuh istrinya dan memeluk pinggangnya.


“Dian? Akhirnya.. mas bisa ketemu kamu lagi dek.” Terlihat jelas wajah senang dan antusias Malik melihat Dianra, mantan istrinya yang pernah ia sia-siakan


“Mas Malik? Apa yang mas lakukan disini?” Tak ada rasa apapun saat melihat Malik. Ia sudah ikhlas sejak lama. Tak ada rasa rindu ataupun benci yang menumpuk.


Hanya ada rasa penasaran mengapa mantan suaminya ada didepan rumah, dan mengapa ada banyak warga yang menonton mereka?


Malik ingin mendekati Dian lagi, namun Mike segera menahan “Apa kau tuli! Jangan membuat saya benar-benar memakai kekerasan disini!” Menakankan kata-kata nya. Kali ini ia sungguh kesal, apalagi melihat tuannya yang memberikan tatapan tajam semakin membuat Mike kesal.


“Ada apa mas?” Tanya Dian tak bergerak dari tempatnya. Ia ingin menjaga jarak dari Malik, apalagi sekarang dia sudah bersuami tentu Dian ingin menghargai perasaan suaminya


Senyuman Malik yang tadi mengembang seketika luntur saat melihat Dian yang sama sekali tidak antusias saat melihatnya, malah terkesan dingin kepadanya.


“Dek, mas ingin minta maaf atas kelakuan yang pernah mas lakuin sama kamu.” Menatap sendu mantan istrinya, terlihat tatapan cinta disana.


Ilyas menggeram kesal melihat sorotan mata dari pria pengecut yang sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Dian, baru akan angkat bicara Dian sudah lebih dahulu menyahut


“Aku udah maafin kamu mas.”


Jawaban Dian seolah-olah memberikan angin segar kepada Malik, ia merasa masih ada harapan untuk rujuk.


Tidak kah dia melihat tatapan tajam dari pria yang ada disamping Dian, seakan-akan ingin menghabisinya saat itu juga? Sayang sekali mata Malik hanya tertuju pada Dian sekarang


“Tapi, bukan berarti hubungan kita bisa seperti dulu lagi. Sekarang aku sudah bersuami.” Menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta “Dan aku bahagia sekarang.” Lanjutnya melihat Malik


Malik menggeleng keras “Tidak, kamu pasti becanda ‘kan dek. Kalian cuman nikah paksa tidak ada cinta dan tidak akan pernah ada!” pekik Malik tidak terima


Dian jadi meras aneh melihat mantan suaminya. Sedangkan Ilyas semakin kesal dibuatnya “Pergi dari sini atau kubunuh kau!!” Akhirnya Ilyas bersuara dengan nada yang mengancam.


Bukan hanya Malik yang tersentak kaget namun semua yang menyaksikan nya pun ikut dibuat kaget. Terdengar keseriusan dalam kata-kata Ilyas, seakan-akan ia benar-benar akan melakukan apa yang dikatakannya tadi. Dan hanya Mike yang tau bagaimana sifat tuannya jika sudah marah seperti ini.


Baru Malik akan angkat bicara, Mike sudah lebih dulu bertindak.


Bugh..


Satu pukulan mendarat di pipi Malik membuat pria itu tersungkur jatuh ditanah.


“kyaaa...” Teriak para warga tak terkecuali Dian. Tak ada satupun warga yang berani melerai atau bahkan maju. Mereka hanya menatap, menonton perkelahian berat sebelah itu bak menonton acara tinju.


Ilyas memeluk istrinya, membenamkan wajah sang istri didada bidangnya. Pria itu bahkan tak bergeming, ia hanya menatap tajam Malik, tidak ada sedikitpun kelunakan didalam tatapan nya.


Mike berjongkok, ditariknya kerah baju Malik yang terlihat ketakutan, ia tidak menyangka Mike benar-benar akan melakukan kekerasan terhadap nya.


“Pergilah dari sini bodoh! Jika kau masih ingin melihat hari esok!!” Menekankan perkataannya sambil berbsik lalu menghempaskan tubuh Malik begitu saja. Melemparkan sebuah sapu tangan kedepan wajah Malik untuk menghapus darah segar yang mengalir dikedua hidung


Mike kembali berdiri, memutar tubuh menatap tuan dan nyonyanya “Semuanya sudah aman tuan, nyonya. Maaf jika keributan yang saya perbuat mengganggu anda berdua.” Membungkuk hormat lalu saat melihat anggukan Ilyas ia pun kembali berdiri tegap.


Mike sengaja memukul Malik agar Ilyas puas. Jangan sampai Ilyas turun tangan dan malah membunuh Malik, seorang mantan suami Istrinya yang sangat ia benci. Padahal Malik sama sekali tidak pernah salah kepada Ilyas, entahlah hanya Ilyas sendiri yang tau alasan nya.


Ditengah keributan itu pak rt datang. Ia cukup terkejut melihat Dian yang sudah beberapa bulan ini tak terlihat semenjak malam yang penuh kesalahan pahaman waktu itu. Pak Rt jadi merasa bersalah karena tidak mempercayai kata-kata Dian kala itu.


“Nak Ilyas? Dian?” Ucap pak Rt


Dian melepas pelukannya lalu menatap sumber suara “Pak rt.” seru Dian cukup senang saat melihat pak Rt yang selama ini sebenarnya sangat baik kepadanya.


“Assalamu'alaikum pak, bagaimana kabar pak Rt?” menyalami pak Rt


Pak Rt Tersenyum “Wa'alaikum salam, Alhamdulillah baik. Kamu sendiri.” mengelus kepala Dian yang sudah ia anggap anaknya sendiri.


Ilyas segera menarik tubuh istrinya kebelakang nya. Ia masih menyimpan dendam melihat pak Rt yang pernah ikut menyalahkan istri dan dirinya malam itu, walaupun waktu itu pak rt tidak keras seperti para warga yang lain tapi tetap saja pak Rt tetap salah dimatanya.


Yah walaupun kesalahan itu sekarang membuat Ilyas ingin mengucap syukur. Sekarang ia malah sangat senang memperistri Dian, Istri nya yang tidak akan ada duanya.


Pak Rt yang dapat dengan jelas melihat ketidaksukaan Ilyas kepadanya menjadi tambah bersalah “Tentang malam itu, saya dan beberapa warga yang sempat memaksa dan menghakimi kalian ingin meminta maaf sebesar-besarnya.” Menunduk merasa bersalah


“Hmm.” hanya itu yang Ilyas katakan


Dian menyembul dari balik punggung lebar nan Tinggi sang suami “Gak perlu minta maaf pak, Dian udah maafin kok. walaupun seharusnya malam itu pak rt mendengarkan penjelasan Dian. Tapi sudahlah, berkat pernikahan mendadak itu, sekarang hidupku jadi lebih baik dan lebih bahagia.” Menatap suaminya penuh cinta


Pak Rt tersenyum mendengarnya “Alhamdulillah kalau kamu bahagia.” Beralih melihat Malik “Pulanglah Malik, kamu sudah tidak ada hak untuk Dian.”


Malik menunduk dalam “Baiklah terima kasih untuk pengertian nya pak Rt. Kami mau pulang dulu.” Ilyas yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara


“Baiklah, hati-hati dijalan.”


Tanpa aba-aba Ilyas Langsung menarik tangan Dian yang daritadi hanya melongo “Tapi by..” ia hendak protes, padahal Dian masih belum puas tapi sudah harus pulang.


Ilyas tak menggubris, ia terus melangkah kearah pintu mobil yang sudah dibukakan Mike.


“By, kok pulang? Padahal kita baru masuk loh tadi.”


“Mantan suami mu mengganggu.” Jawaban Singkat Ilyas sungguh tak membuat Dian puas.


‘Untunglah kami pulang cepat, kalau tidak. Mungkin tuan Ilyas sudah membunuh Malik kundang itu!’


Dian diam Setelah mendapatkan jawaban singkat dari suaminya. Padahal bukan salahnya saat Malik datang, tapi kenapa seperti dia yang salah.


“oh yah bang Mike.”


“Iya nyonya?”


“kok tadi abang pukul mas Malik? Padahal mas Malik gak ngapa-ngapain.” bukannya ingin membela, namun Dian sungguh tak suka kekerasan.


Mendengar pertanyaan Dian, membuat Ilyas geram. ‘kau masih peduli padanya rupanya’ ia sudah merancang rencana untuk menyingkirkan sih Malik kundang


“eh?! Emm..” ia jadi bingung harus menjawab apa


“Itu sudah seharusnya. Dia sudah mengacau didepan rumah, mengganggu ketenangan orang. Seharusnya dia diseret ke kantor polisi.” ketus Ilyas


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Subscribe yah manteman😖...