Dream Wedding

Dream Wedding
Lamaran ala kadarnya



Jika ingin melihat kisah cinta bak novel atau film romansa-remaja, maka mungkin Seperti itulah kisah cinta pria yang tengah jadi penguntit tiba-tiba ini.


Ardo, pria dingin itu memantau pergerakan seorang perempuan yang selalu mengusik pikiran nya selama hampir 3 bulan ini. Awalnya ia tak pernah segelisa ini, tapi saat ia sadar bahwa perempuan yang selama ini mengejar-ngejar nya mulai berhenti dan malah menghindar membuat Ardo uring-uringan.


Ardo tak sengaja mendengar percakapan Sarah saat dikantor dengan Beno lewat telepon. Keduanya janjian untuk bertemu satu sama lain membuat hati dan tubuh Ardo meradang.


Alhasil pria dingin tersebut pun terdampar di sebuah restoran hanya untuk mengikuti Sarah


“Hahhhh sebenarnya ada apa dengan diriku ini! Jangan bilang aku sudah mencintainya.” Saat mengatakan kalimat terakhir Dadanya bergemuruh hebat


Ya, layaknya sebuah novel dimana saat sang wanita yang mengejar-ngejar cinta nya bertepuk sebelah tangan membuat wanita nya menyerah dan memilih meninggalkan pria yang ia cintai, namun sang pria yang sudah di tinggalkan baru menyadari perasaannya.


Apakah Ardo termasuk dalam pria bodoh yang diceritakan dalam novel?


Ardo menggeleng keras. Tidak! Dia tidak bodoh “Setidaknya dalam ceritaku, wanita nya belum pergi. Dan akan aku dapatkan dia!” Ia bertekad. Walaupun awalnya ia memang pengecut namun Ardo tak akan lari lagi.


“Sialan! Kenapa mereka tertawa seperti itu!” Ia kesal. Kesal kepada diri nya sendiri yang tidak bisa membuat Sarah tertawa lebar seperti yang dilakukan Beno


Hingga, Sarah mengambil tangan Beno dan menaruhnya di kening. Darah Ardo semakin mendidih melihat hal itu, tanpa pikir panjang pria itu langsung berdiri meninggalkan meja nya dan menuju kearah meja Sarah dan Beno


Ia melepas paksa tautan tangan keduanya


“Lepaskan tanganmu dari calon istriku!” Seru Ardo menatap Beno dingin dan tajam. Seakan-akan ingin menelan hidup-hidup pria berkacamata tersebut


“Pak Ardo?” Sarah tersentak. Ia langsung berdiri melihat atasannya ada disini. Dan tunggu! Apa tadi? Calon istri? Hah? dia tidak salah dengar


Beno ikut berdiri “Pak Ardo? Maksudnya tadi, apa yah?” Tanya Beno yang juga ikut bingung mendengar perkataan Ardo tadi


‘Sialan! Aku menghampiri mereka tanpa pikir panjang’ Sudah basah, sekalian saja menyelam langsung


“Jangan dekati wanita ku lagi!” Setelah mengatakan perkataan sarkas, Ardo langsung menarik tangan Sarah dari sana.


Beno mematung memandangi punggung dua orang berbeda gender tersebut “Kayanya ada yang salah deh? Apa mungkin pak Ardo ngira aku ingin merebut calon istri nya? Hah? Aku masih waras kali. Gak mungkin bangat jadi pebinor!”


Ia mengambil kacamata nya “Tapi? Aku gak tau Sarah punya hubungan khusus dengan pak Ardo.” Mengedikkan kedua bahu, ia tidak ingin terlalu memikirkannya. Asalkan tuduhan pebinor bisa hilang ia tak akan memikirkan apapun lagi.


Ardo terus menarik tangan Sarah tanpa berbicara apapun


“Pak, lepasin pak.. ” Sarah mencoba menarik tangan nya namun kekuatan Ardo Lebih besar menariknya.


“Pak..” Ia terseok-seok mengikuti langkah kaki Ardo yang terus menyeret nya. Walaupun diluar ia nampak tidak suka di tarik-tarik, namun berbeda dengan dalam hati


Ia sungguh ingin berteriak senang sekarang. Lihatlah ayangku memegang tangan ku! Bisakah ia berteriak seperti itu?


Sesampainya di mobil, Ardo segera mendorong pelan Sarah ke bangku mobil sebelah kemudi. Lalu ia juga ikut masuk kedalam mobil.


Brakk..


Ardo menutup kasar pintu mobil, keadaan hening. Sarah menunduk takut, ia takut dengan tatapan tajam Ardo yang sedari tadi menatap nya.


‘Eh? Bukannya aku yang harus marah yah?!’


Sarah mendongak menatap mata Ardo tajam.


Deg..


Apa-apaan ini! Kenapa atasannya memberikan tatapan sendu.


“Apa itu alasan mu?” Pertanyaan Ardo membuat kening Sarah berkerut. Apa maksudnya?


“Saya tidak tau apa yang pak Ardo katakan. Tapi, saya ingin bertanya sesuatu, tentang perkataan anda tadi. Tolong jangan mengatakan sesuatu yang dapat membuat orang salah paham.” Walaupun ia senang bukan main, bukan berarti pendirian Sarah akan goyah begitu saja


Ardo terdiam, pria itu dapat melihat cinta yang dalam di mata Sarah untuk nya. Diam-diam ia tersenyum tipis “Kau tidak mau?”


“Ya?”


“Kau tidak mau mewujudkan perkataan ku tadi? Bagaimana? Kau mau jadi calon istri ku ‘kan? Oh atau langsung jadi istriku?” Jawab Ardo santai


Sarah terdiam. Ia membeku. Apa maksudnya ini? “Ha? Apa sekarang pak Ardo melamar saya?”


Mengangkat kedua bahu “Kalau kau menganggap nya seperti itu, ya sudah.”


Sarah memejamkan mata, jantung nya berdetak tak karuan. Pelan-pelan ia membuka mata lalu menghembuskan nafas panjang “Tolong jangan permainkan cinta saya pak. Walaupun saya mencintai pak Ardo bukan berarti pak Ardo bisa mempermainkan perasaan saya begitu saja.”


Ardo tak mendengar perkataan Sarah kecuali kata-kata saya mencintai pak Ardo. Pria itu memalingkan wajah dengan rona merah di pipi.


Ardo berdehem lalu kembali menoleh kearah Sarah “Kalau aku memang menyukai mu bagaimana? Tidak salah ‘kan? Kau menyukai ku dan sekarang aku menyukai mu.”


Blushh...


Sarah memalingkan wajah dengan semburat merah di kepala ‘Ahhkkkkkk ini mimpi ‘kan? Tidak.. tidak.. ’


Ia menggeleng keras lalu kembali melihat Ardo yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu yang benar-benar sangat langka


Sarah terdiam, “Pak Ardo gak bohong ‘kan?”


Ardo tersenyum, di ambilnya tangan Sarah lalu mengecup punggung tangan wanita nya


“Aku serius. Mau ‘kan jadi istriku?”


Satu detik..


Dua detik..


Tiga detik...


Tes..


“Eh? Kok nangis?” Ardo jadi kalang kabut melihat Sarah yang tiba-tiba meneteskan air mata


“Hiks.. hiks.. huaa.. ” tangis Sarah kian keras


Ardo terlihat sangat khawatir “Hei? Ma..maaf? Aku tidak tau kamu tidak suka menikah dengan ku. Jangan menangis lagi, yah,” Ujar Ardo penuh kelembutan


“Huaaa... Hiks..hiks..” Bukannya berhenti, tangis Sarah malah semakin menangis keras. Ia langsung memeluk leher Ardo


Hampir saja Ardo terjengkang ke belakang. Tapi Untung saja ia masih bisa mengendalikan keseimbangan nya.


“Hua.. pokoknya hiks... Pak Ardo harus hiks.. nikahin Sarah.. hiks..”


Ardo mengulas senyum mendengar perkataan Sarah. Ia lantas membalas pelukan Sarah. Memang yah, gadisnya Memang berbeda, tapi karena itulah ia bisa jatuh cinta padanya.


“Baiklah kalau begitu hentikan tangisan mu. Kalau tidak aku akan menarik kata-kata ku untuk menikah dengan mu.”


Sarah langsung terdiam, gadis itu melerai pelukannya dan menatap Ardo dengan tajam. Wajahnya penuh air mata, hidung memerah akibat menangis.


Slurrpp..


Menghirup kembali ingusnya yang sudah akan merembes mengenai bibir “Ini tangis bahagia pak. Gak boleh ditahan hik...”


Sebenarnya Sarah ingin jual mahal terlebih dahulu, namun ia sungguh tak bisa menahan perasaannya saat bersama Ardo


Ardo hanya geleng-geleng kepala. Ia mengelus kepala Sarah lalu melajukan mobil


“Jadi, sekarang kita sudah jadi sepasang kekasih ‘kan?” Tanya Sarah dengan wajah yang berbinar dan malu secara bersamaan


Ardo melihat sekilas kearah Sarah dan kembali Melihat jalan “Tidak.” Ucapnya singkat membuat waja Sarah yang tadi berbinar-binar jadi Suram


Baru ia ingin angkat bicara, Ardo sudah membuka pintu mobil “Keluarlah. Kita sudah sampai.” Membukakan pintu untuk sang pujaan hati


Sarah mendengus lalu turun dari mobil. Ia menatap heran kearah rumah yang ada didepannya “Pak Ardo tau rumahku?” Ardo mengangguk


“Ayo masuk.” Ujar Ardo


“Ha? Tunggu dulu pak, ini apa maksudnya?”


Ardo menghentikan langkahnya lalu berbalik “Bukannya kau ingin memastikan hubungan kita. Ya sudah ayo, aku minta baik-baik sama orang tua mu.”


“Ha??!”


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...*Subscribe yah manteman**😖*...