Dream Wedding

Dream Wedding
Agresif



Menarik tangan istri nya lembut lalu mendudukkan tubuh Dian dipangkuan nya menyamping.


“Aku tidak pernah mengatakan jijik padamu. Jangan menyimpulkan isi pikiran ku sembarangan.” Ucap Ilyas memeluk pinggang istrinya


Dian masih menunduk “Ka.. kalau begitu kenapa hubby gak mau nyentuh Dian lagi.” Dadanya serasa ditusuk belati mengatakan nya.


Mengangkat dagu sang istri.


Deg..


Ilyas menggeram kesal. Menghapus pelan air mata sang istri menggunakan jari jempol “Aku paling benci dengan air matamu. Jangan pernah mengeluarkannya lagi, kecuali air mata bahagia.”


Geraman Ilyas malah semakin membuat Dian takut “Hiks.. ta.. tapi 'kan hiks..”


Ilyas mengikis jarak dan tanpa aba-aba mencium bibir istrinya. Melumaatnya pelan-pelan, ia masih takut melukai sudut bibir sang istri yang terlihat masih sedikit terluka.


Melepaskan ciuman tersebut “Bibirmu saja belum sembuh sepenuhnya, tapi kau sudah mengatakan yang tidak-tidak.” Mengusap lembut bibir ranum tersebut, dikecupnya sekali lagi.


“Keluarlah.” Titah kembali Ilyas semakin membuat Dian salah paham. Bukannya Ilyas tidak mau, tidak mungkin ‘kan mereka melakukan nya di ruang kerja.


Air mata Dian kembali jatuh “A.. hiks apa kamu udah bosan dengan ku, by? Apa aku udah gak bisa membuat mu bergairah.” menunduk dalam-dalam.


Ilyas menghela nafas. Apa yang dibilang Istri nya? Tidak bergairah? Kalau seandainya gairah bisa diukur dengan timbangan, Mungkin sekarang timbangan itu sudah rusak tak dapat menahan beban.


“Sudah kubilang ‘kan, jangan menyimpulkan diriku begitu saja. Bergairah? Kalau begitu cobalah buat aku bergairah.” Tersenyum licik


Dian menatap wajah tampan suaminya dengan wajah yang berbinar. Ia tidak akan melewatkan kesempatan bagus ini.


“Baiklah.” Ditarik tengkuk sang suami, lalu melabuhkan ciuman menuntun disana. Ilyas hanya menerima saat Dian mengeksplor dalam mulutnya dengan lidah.


Ciuman Dian turun ke leher suaminya, di berikan tanda kepemilikan disana.


“Ah..“ Satu desahaan seksi berhasil dikeluarkan Ilyas


Dian semakin bersemangat. Kembali naik, dilumaat lagi bibir kecil nan penuh suaminya. Kali ini Ilyas membalas namun tetap Dian lah yang mendominasi, bibir Dian berpindah ke ujung telinga sang suami. Ujung telinga Ilyas tak luput dari lumataan bibir ranum Dian.


“Ahhh..” Kali ini Ilyas mendesaah keras. Tangannya mencengkram erat pinggang istri nya.


Dian tersenyum menang. Ia turun dari pangkuan Ilyas lalu melepas hijab serta pakaian Syariah yang ia gunakan sekarang. Wanita alim itu terlihat sangat seksi saat melepas pakaian nya tepat didepan suaminya yang sedang melihat keahlian menggoda sang istri.


Glek..


Mungkin Ilyas tak akan bisa menahannya. Pemandangan didepannya sekarang adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Dian yang telah melepas semua kain ditubuhnya kembali naik keatas pangkuan sang suami dengan mengakanginya.


‘Diannn tahan Di.. aku yakin kamu bisa. Ahhkkk aku malu bangat’ Ingin rasanya berhenti namun sudah terlambat untuk itu.


Dian sengaja menggoyangkan pinggulnya membuat yang sudah keras dibawah semakin mengeras menusuknya. Ilyas sudah tidak tahan, dengan sangat cekatan ia membuka bajunya.


“Dasar nakal. Jangan salahkan aku, jika setelah ini kau tidak bisa berjalan.” Mencolek sesuatu yang dibawah sedangkan tangan nya yang satu meremaas gunung sang istri.


“Ahh...”


Glek...


Bersiaplah, yah sekarang Dian harus bertanggungjawab akan apa yang sudah ia mulai.


Ilyas melepas celananya dan muncullah sebuah tower Tokyo yang tegak keatas. Tower itu terlihat jelas didepan pintu goa sang istri. Tangan lentik Dian pelan-pelan mengelus tower tersebut


“Ah...” Ilyas menikmati nya semakin membuat Dian ingin mencoba lebih. Dielus, diremaas, diputar-putar. Ilyas semakin mendesaah tak karuan, matanya terpejam ia mendongak.


Dian turun dari pangkuan Ilyas dan berjongkok. Saat akan ingin memasukkan tower itu ke dalam mulutnya...


“Jangan lakukan itu.” Menahan kepala sang istri


“Kenapa? Bukannya hubby juga sering melakukan nya kepadaku?”


Menarik istri nya bangkit “Itu kotor. Lagipula bibirmu hanya untuk ku, bukan yang dibawah sana.” melumaat bibir Dian.


Di dudukkan sang istri diatas pangkuannya kembali. “Kau yang memaksaku, jangan menyesal.” Berbisik ditelinga Dian dan melumaatnya.


“Main dimana?”


“Di.. disini ajah.”


Tersenyum miring “Oh.. sudah nakal rupanya.” Suami mana yang tak senang melihat istrinya agresif.


Blushh...


Ahh Dian benar-benar ingin mengubur dirinya sekarang juga. Tapi, ia tak akan mundur. Ia sudah terlanjur kebablasan mundur pun tak ada jalan.


“Masukkan. Bukannya kamu yang menggodaku tadi.” Titah Ilyas.


“Ah...” Satu desahaan kecil keluar dari bibir keduanya saat tower tersebut sudah terbenam masuk kedalam.


Dian mulai menggerakkan pinggulnya.


Dan yah.. (traveling sendiri yah manteman, othor masih polos:v gak tau apa-apa 😙)


.........


Setelah bergelut diatas meja, dilanjutkan disofa dan akhirnya mereka kembali ke kamar. Dan disinilah sekarang.


Dian merenggut dalam pelukan hangat suaminya. Menenggelamkan wajah didada bidang tersebut, ia masih malu mengingat tingkah agresif yang tadi dilakukannya.


Sedangkan Ilyas sedari tadi mengelus punggung polos sang istri. Ia benar-benar bahagia mengingat tingkah agresif sang istri tadi.


“Seharusnya setiap malam kamu seperti tadi.” Mengecup puncak kepala istrinya.


Dian semakin dibuat merah oleh perkataan sang suami. Berdehem “Kakek ke Yogyakarta tadi sore.” Mengalihkan pembicaraan


“Hmm aku tau. Paling-palingan lekaki tua itu pergi ke cucu kesayangannya.”


Dian mendongak menatap suaminya yang tengah menatapnya juga “Kamu cemburu, by?” pertanyaan polos Dian membuat Ilyas mengulum senyum.


“Orang bodoh yang akan cemburu dengan laki-laki tua itu.” Mengelus pipi sang istri


“..... Tersenyum..” Gumam Dian tak terlalu jelas didengar Ilyas.


“Hmm ad..__”


Menangkup wajah sang suami “Kamu tersenyum by, wah....” ini kali pertama ia melihat suaminya tersenyum langsung. Yap selama ini Ilyas memang selalu tersenyum, tapi didalam hati sehingga Dian tidak bisa melihatnya lain dengan sekarang.


Ilyas kembali tersenyum tipis nan hangat, memegang kedua tangan istrinya “Aku juga manusia, pasti aku juga bisa tersenyum.”


Dian menggeleng pelan “Tapi kamu 'kan langkah by. Ditatap ajah aku gak kuat.”


Menaikkan sebelah alis “Lalu sekarang?”


“Sekarang aku udah biasa. Tapi waktu pertama kali aku sedikit takut.” Sebenarnya bukan sedikit, tapi sekarang tidak mungkin Dian jujur.


Kening Ilyas mengerut, apa semenakutkan itu dirinya? Dia benar-benar tidak sadar akan tatapannya yang mampu membuat orang-orang refleks menunduk.


“Oh yah by, kamu punya sepupu 'kan.”


“hmm ada dua.”


“Eh? Dua? Aku kira cuman laki-laki yang namanya Said.”


Menyerngit tak suka “Mereka saudara kembar. Perempuan dan laki-laki. Yang satu namanya Said lalu yang satunya namanya Sindy.”


Dian manggut-manggut “Ohh aku kira cuman satu. Kapan yah kita bisa ketemu mereka.” yah sekarang Dian mengeluarkan kode kepada suaminya untuk dikenalkan ke keluarga yang lain.


Tapi, ucapan Dian dianggap lain oleh sang suami “Jangan berpikiran untuk bertemu laki-laki lain. Apalagi Said yang playboy.”


Dian terdiam, lihatlah sekarang suaminya benar-benar tidak peka. “memangnya kenapa?” Dan pertanyaan nya, Dian tidak menyebut nama Said saja. Kenapa malah dia yang dibawa-bawa


“Karena dia laki-laki.”


Tersenyum tipis “Kamu cemburu yah by...” menoel dagu suaminya sembari tersenyum menggoda. Hanya Dian yang bisa memperlakukan Ilyas seenaknya tanpa dilarang empunya.


“Yah tapi gak mungkin sih..” terkikik geli diakhir kalimat


“Iya aku cemburu.”


sontak Dian terdiam mendengar perkataan sang suami. Ia melihat suaminya yang kini menatap sendu kearahnya.


Blush..


Memegang kedua pipi. Ia gelagapan tak tau harus jawab apa. Dan ujung-ujungnya Dian hanya bisa menyembunyikan wajah nya yang memerah didada bidang sang suami.


Ilyas terkekeh pelan melihat hal itu. Semakin mengeratkan pelukan, di labuhkan kecupan-kecupan di pucuk kepala Dian.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Subscribe yah manteman😖...