
Sarah bengong saat tiba-tiba pintu rumahnya terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya memakai hijab panjang
“Loh Sar? Kamu rupanya, ngapain ngetuk pin... Eh? ada tamu rupanya. Kenapa gak di kasi masuk?” Cerocos uma Tuti
Sarah tersenyum kikuk “Assalamu'alaikum uma.” Salam Sarah mengecup punggung tangan uma Tuti
“Assalamu'alaikum bu.” Ardo mengikuti Sarah yang juga menyalam tangan calon mertuanya.
“Wa'alaikum salam, ayo masuk dulu.” Ia bisa melihat ada sesuatu diantara kedua orang didepannya
...***...
Seperti perkataan Dian sebelumnya, untuk mencoba mengembalikan ingatan Ilyas yang hilang. Hari ini mereka pergi ke rumah lama Dian
Di dalam mobil
“Eh? Bang Ardo kemana? Kok dari tadi gak keliatan.” Tanya Dian menatap Mike yang sedang menyetir.
Biasanya keduanya sudah seperti saudara kembar yang tak terpisahkan. Kemana dan dimana pun selalu bersama.
“Katanya tadi Ardo ada urusan nyonya,” Melihat sekilas Dian dari arah depan spion
“Urusan?” Kali ini Ilyas yang Bertanya. Sebenarnya ia tidak masalah salah satu dari Asistennya datang atau tidak, asalkan mereka baik-baik saja. Hanya saja, untuk seorang Ardo absen adalah hal tabu baginya.
Dan sebenarnya apa yang membuat seorang seperti Ardo si pria teladan itu absen?
“Sepertinya masalah masa depannya tuan.” Mike yang memang mengetahui kegundahan Ardo selama ini pun dengan leluasa menjawab.
Apalagi tadi ia sempat melihat Ardo yang menguping pembicaraan Sarah dan seseorang yang entah Mike tidak tau karena ia melihatnya dari kejauhan.
“Masa depan? Bukannya selama ini bang Ardo kerja untuk kelangsungan kehidupan nya yah.“ Memangnya itu bukan untuk masa depannya? Pertanyaan yang dapat diambil dari mimik wajah Dian yang kebingungan
“Hehe ini beda nyonya. Ardo sedang memperjuangkan cintanya.” Ucapan Muke membuat Dian tersentak.
“Bang Ardo udah ada calon bang!” Tanya Dian. Kalau Ardo sudah punya calon, lalu bagaimana dengan sahabatnya yang terlihat sangat mencintai Ardo
“Seperti yang saya bilang tadi nyonya.”
Dian terdiam, ia memikirkan perasaan sahabatnya. Dian tau betul bagaimana sakit nya saat melihat pria yang dicintai bergandengan dengan wanita lain
Ilyas merangkul istrinya “Kamu tidak sedang cemburu ‘kan dengan Ardo?” Menatap Dian datar
Dian terkesiap. Yang benar saja dirinya di bilang cemburu karena pria lain. Wanita itu segera menggeleng keras “Gak mungkin lah by. Dian cuman khawatirin sesuatu.”
Ilyas memicingkan mata menatap istrinya. Ia masih belum mengingat sepenuhnya, jadi bukanlah hal yang aneh kalau Ilyas curiga
Dian menghembuskan nafas kasar. Kalau hanya fi diamkan bisa-bisa nanti urusan nya jadi panjang.
“Kalau bang Ardo udah punya calon, Dian khawatir sama Sarah. Selama ini Sarah menyukai bang Ardo.” Seru Dian Singkat padat dan jelas
Ilyas manggut-manggut mengerti. Diam-diam dia menghembuskan nafas lega. Untunglah istrinya tidak punya perasaan lebih pada bawahan nya,
“Oh jadi Sarah itu calon nya Ardo.” Ilyas manggut-manggut mengerti
“Loh? Bukan by, tadi katanya bang Ardo udah punya calon sendiri.” Melihat Mike yang terlihat fokus menjalankan mobil
“Memang benarkan, Sahabat mu itu yang akan jadi calon Ardo. ‘kan Mike?”
Mike mengangguk “Benar tuan, nyonya. Mungkin sekarang Ardo sedang berjuang untuk masa depannya.”
“Ha? Ja.. jadi, bang Ardo juga ada rasa sama Sarah?”
“Iya, seperti nya seperti itu nyonya.”
“Sudahlah jangan memikirkan urusan orang lain lagi.” Merangkul sang istri dan membawanya kedalam pelukan hangatnya
Dian sebenarnya ingin protes, walau bagaimanapun Sarah dan Ardo adalah orang terdekat mereka. Tapi, yang dikatakan suaminya juga benar. Selama kedua nya bisa menyelesaikan masalah sendiri maka tidak ada gunanya turun tangan.
Tak lama mobil sampai di tempat tujuan. Mike dengan sigap membuka pintu untuk Ilyas lalu Ilyas memutar dan membukakan pintu untuk sang istri.
“Makasih by.” Memegang lengan Ilyas sambil tersenyum manis
Ilyas tersenyum tipis. Setiap melihat senyuman sang wanita rasanya hati Ilyas selalu tentram dibuatnya.
“Apa ini rumah mu?” Tanya Ilyas menatap sebuah rumah yang sepertinya baru selesai di renovasi jadi lebih bagus
Dian tersentak “Loh?! Kok rumah Dian jadi bagus gini?” Meneliti setiap sudut rumah yang ada didepannya. Aneh, sangat aneh. Memang benar tanah itu milik rumah nya, namun bangunan yang Berdiri di atas tanah itu berbeda.
“Maaf nyonya, tuan. Sebenarnya tiga bulan lalu rumah anda sudah di renovasi atas perintah tuan Ilyas.” Mike menjawab pertanyaan dari keduanya ‘Dan sebenarnya ini itu kejutan untuk anda nyonya dari suami bucin anda’ Hahhh sayang ia tak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Sudahlah, kejutannya di pending dulu!
“Eh? Kok aku gak tau.”
“Sudah. Ayo masuk.” Seru Ilyas. Entah mengapa ia kesal. Tapi tidak tau kesal karena apa? Apa mungkin karena kejutannya gagal? Tapi, bukannya dia tidak mengingat apa-apa.
Saat hendak masuk tiba-tiba suara seseorang menghentikan pergerakan mereka
Dian berbalik melihat sumber suara “Mas Malik?” Dian menghembuskan nafas kasar tatkala melihat mantan suaminya memanggil
“Dian? Apa kabar.” Terlihat tatapan kerinduan dari pria pengecut itu
Dian mencoba tersenyum “Alhamdulillah baik.”
Ilyas hanya diam, entah ia tak tau tapi ada rasa tak suka saat melihat pria yang sedang berbicara dengan istrinya.
Berbeda dengan Mike yang sudah was-was. Jika Malik kembali berbuat nekat mungkin dia juga tidak akan neko-neko.
“Apa ada lagi mas? Kalau gak ada aku sama suami ku ingin masuk kedalam rumah.” Ia tidak ingin terjadi masalah lagi, apalagi Ilyas sekarang dalam kondisi ingatan yang tidak baik-baik saja. Lebih baik ia menghindari kerusuhan.
“Tunggu dulu dek. Ada yang ingin aku bicarakan.” Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sudah satu tahun lamanya Dian sudah tak pulang ke rumah lamanya, dan akhirnya wanita itu kembali.
Dian menghembuskan nafas kasar. Ia ingin segera ini berakhir namun sepertinya Malik tidak berpikir demikian.
“Maaf mas, tapi udah gak ada yang bisa kita omongin.”
“Mas mohon dek. Ini yang terakhir kalinya, setelah ini mas gak akan ganggu adek lagi.” Ia memelas, pokok nya dia harus berbicara dengan Dian kali ini!
Dian terdiam, ia melirik suaminya yang sepertinya memang tidak tau apa-apa. “Baiklah, tapi benar yah ini yang terakhir kalinya.”
Wajah Malik yang tadinya memelas langsung berbinar “Iya, tapi apa bisa hanya berdua saja?”
“Hei.. kau tidak punya kapok yah!” Sergah Mike cepat. Padahal sudah dipermalukan didepan warga dan dibuat babak belur, tapi masih tetap saja tidak kapok.
“Maaf mas, tapi kayanya gak bisa. Gak baik kita hanya berdua saja padahal kita tidak memiliki hubungan apapun.” Tegas Dian menolak.
Kali ini wanita itu benar-benar berharap agar setidaknya ingatan suaminya kembali sedikit saja. Dengan begitu sang suami tak akan Diam saja seperti ini.
“Baiklah Kita hanya akan berbicara di luar sini. Tapi biarkan mereka berdua masuk kedalam, sumpah mas gak akan bertindak diluar batas. Afa yang ingin mas sampaikan ke kamu dek.”
Dian terdiam, wanita itu menghela nafas “Baiklah.” parahnya. Setidaknya setelah berbicara dengan mantan suaminya, pria itu tidak akan mengganggu lagi.
“nyonya!..”
“Biarkan Mike. Biarkan mereka menyelesaikan masalah nya.” Seru Ilyas.
“Tapi tuan...”
Ilyas mengangkat tangan tanda tak ingin dibantah membuat Mike mau tidak mau menurut. Ilyas lantas mengusap pipi istrinya “Aku percaya padamu.” Tersenyum tipis lalu mengecup singkat bibir Dian setelah itu Ilyas pun meninggalkan mereka berdua diikuti Mike, kedua nya masuk kedalam rumah namun masih mengawasi dari jendela.
Dian tersenyum mendapati kecupan singkat dari suaminya. Berbeda dengan Malik, hatinya sakit melihat adegan romantis didepannya. ‘Padahal bibir itu adalah milik ku dulu’ kata-kata seandainya pasti akan mengikuti setiap langkah Malik.
“Jadi apa yang mas Malik ingin katakan?” Dian langsung ke intinya
Menatap Dian sendu “Kamu banyak berubah yah dek. Jadi lebih tegas tapi tetap cantik.” bukannya menjawab pria itu malah mengatakan hal yang tidak jelas
“Mas! Tolong langsung ke intinya!” Tegas Dian
Malik Tersenyum kecut. Memang sudah tak akan ada kesempatan untuk nya lagi,
“Baiklah aku akan mengatakan langsung ke inti nya.” Memasang raut wajah serius. Malik menarik nafas lalu membuangnya perlahan
“Apa kamu yakin cuman kamu satu-satunya dalam hidup suami mu??”
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...Subscribe yah manteman😖...