
Kabar penangkapan Indra dengan cepat tersebar. Saluran TV serta media online memberitakan kabar itu secara terus menerus. Para pencari berita yang lapar semakin gencar mencari informasi sekecil apa pun demi memperkeruh suasana.
Masalah pribadi diumbar, kekayaan, gaya pakaian serta hal lain terungkap. Nama model Sara dibawa-bawa. Semua yang terkait diri Indra terungkap. Pukulan telak bagi Velia serta keluarga. Sungguh mereka tidak menduga apa yang terjadi. Velia harus menyembunyikan wajah ketika bepergian.
"Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan memberikan kabar mengenai perkembangannya," ucap ketua pemberantasan korupsi.
Chen dan Josh mengeluarkan segala bahan mentah terkait skandal yang Indra lakukan. Berita tersebut diramu lagi oleh pencari informasi. Semakin geger kasus yang membelitnya. Indra bahkan sudah mengenakan pakaian khusus tahanan korupsi. Wajahnya menunduk dan ia mengenakan masker tutup mulut menghindar dari sorot kamera yang mengambil gambar.
"Semua sudah kami atur. Indra pasti tidak akan lolos. Bagaimana selanjutnya, Tuan?" tanya Chen.
"Kalian pikir aku akan membiarkan dia hidup tenang di dalam penjara sana? Dia hampir membuatku mati. Aku bukan Saka kalau bukan tidak menghabisi lawan sampai akarnya. Habisi dia! Buat lagi kekacauan," perintah Saka.
"Baik, Tuan!"
"Tapi sebelumnya, kita temui dulu istri tercintanya," ucap Saka sembari menyeringai.
"Siapa yang bertugas menculik wanita itu?" tanya Josh.
"Mark saja," ucap Tedy. "Wajahnya tampan. Dia tidak terlalu menakutkan jika menculik seseorang."
"Kamu pikir kita bisa mengunakan wajah ini. Aku juga harus menyamar. Kamu ikut denganku," sahut Mark.
"Kalian berdua pergilah. Giliran Chen dan Josh yang beristirahat. Aku harus ke kantor menemui Andreas. Saatnya membeli saham perusahaan Indra," ucap Saka.
"Baik, Tuan," jawab keduanya.
"Memangnya Tuan Saka pandai berbisnis?" bisik Chen.
"Aku kira dia cuma bisa berkelahi," sahut Josh.
"Andreas berada di sisinya. Pria itu pasti akan membantu," timpal Tedy.
Meja digebrak oleh Saka. Bisikan tetangga dapat ia dengar. "Kalian meremehkanku. Kalian kira bagaimana caranya aku melakukan perdagangan ilegal dan membentuk kelompok jika tidak tau caranya berbisnis. Ayahku memberiku didikan yang terbaik."
"Maaf, Tuan," ucap semuanya.
"Cepat pergi! Malam ini Velia harus berada dalam genggamanku!" perintah Saka kemudian berlalu.
...****************...
Saka berjalan masuk ke perusahaan. Setiap mata karyawan memandang pria angkuh dengan senyum memikat lawan. Andreas sudah meresmikan kalau Saka adalah pemilik dari perusahaan. Meski tidak rela, Andreas tetap melakukannya demi harta yang akan ia peroleh.
Pintu dibuka, Andreas tersenyum melihat rekannya datang. "Selamat siang, Bos."
"Kamu sudah melakukan penawaran? Saham mereka turun drastis, kan?" ucap Saka.
"Sudah kulakukan. Lalu, bagaimana lagi?"
"Beli dengan harga paling tinggi," kata Saka. "Tawarkan kerja sama yang menguntungkan."
"Itu malah akan membuat perusahan rugi," ucap Andreas.
"Beli saja setelah itu jatuhkan. Aku akan buat keluarganya jatuh miskin."
"Kamu tetap akan menghabisi Indra, kan? Buat apa lagi membuat keluarganya terlilit hutang. Harta itu akan disita," tutur Andreas.
"Hasil yang dia korupsi bisa dibayar oleh keluarganya. Kamu pikir aku tidak tau tentang permainan ini. Indra sudah terlahir kaya. Aku mau ambil semua hartanya dan buat mereka berhutang."
"Baiklah. Aku akan melakukannya," sahut Andreas. "Kamu ini kejam sekali."
"Hatimu sudah normal? Sejak kapan?" tanya Saka.
"Sejak aku punya istri dan anak. Aku memutuskan berhenti dari dunia kacau itu. Hidup tenang tanpa musuh lebih enak."
"Aku juga maunya seperti itu, tetapi mereka tidak mengizinkanku. Setelah balas dendam ini berakhir, maka aku bisa hidup tenang bersama Sara dan Flora," ucap Saka.
...****************...
"Maaf, Nyonya. Aku sengaja menghentikan mobilmu. Temanku sakit dan mobil kami mogok. Aku minta tolong untuk mengantar kami ke rumah sakit," ucap Mark.
"Kalian kira aku ini bodoh! Jangan menipuku. Kembalilah ke negara kalian. Kepalaku sudah pusing," sembur Velia. "Zaman sudah berubah. Banyak sekali penipu."
Tedy malah tertawa. "Sudah kubilang kalau cara ini tidak akan berhasil. Tangkap saja langsung. Ini jalan perumahan, tidak akan ada yang lihat." Tedy menyemprot cairan ke wajah Velia. "Nah, begini saja gampang, kan?"
"Cepat bawa saja dia," kata Mark.
Velia merasakan pusing di kepala, ia tidak sanggup teriak atau melawan saat tubuhnya dibawa masuk ke dalam mobil dan dibawa pergi.
...****************...
Velia tidak tahu di mana ia sekarang. Ia berada di kamar yang tidak ia kenali. Pintu terbuka, menampilkan lima orang pria yang salah satunya terasa familiar.
"Masih ingat padaku?" Saka mendekat, lalu duduk di tepi ranjang.
"Siapa kamu?"
"Tidak ingat rupanya. Aku Saka. Suami dari Sara. Mantan kekasih suamimu, Indra."
"Saka!"
Saka tertawa. "Kaget? Apa kamu tau kalau aku sudah tiada? Apa kamu tau apa yang suamimu lakukan kepadaku dan Sara? Istriku! Kalian menyekapnya!"
Mata Velia memelotot mendengarnya. "Aku tidak tau apa pun. Aku bersumpah! Aku hanya tau Sara menghilang saja. Aku sungguh tidak tau apa yang terjadi."
"Benarkah? Kalau begitu aku akan memberitahumu," ucap Saka. "Suamimu, Indra! Mencoba menghabisiku. Dia membunuh sahabatku. Membuat Sara dipenjara dan dilecehkan oleh saudara tiriku sendiri. Suamimu membiarkan hal itu terjadi selama bertahun-tahun dan apa yang dia lakukan atas dasar cinta!"
"Tidak mungkin!" teriak Velia. "Indra tidak akan melakukan perbuatan itu!"
"Aku akan merasakan apa yang Sara rasakan kepadamu," ucap Saka.
Velia menggeleng. "Aku tidak tau apa-apa!"
"Sara juga sama! Dia tidak tau apa-apa, tetapi diperlakukan dengan keji. Aku akan membuatmu merasakannya, Sialan!" umpat Saka. "Kerjakan!" perintah Saka.
Mark dan Tedy membuka pakaian atasnya. Mereka mendekat, lalu naik ke atas tempat tidur. Tedy dan Mark melakukan hal serupa seperti Arya memperlakukan Sara.
"Jangan sampai kebablasan," kata Chen sembari tertawa.
"Jangan lakukan ini," ucap Velia memelas.
"Tuan kami masih baik memperlakukanmu. Di lingkungan kami, wanita sepertimu sudah dijual dan dijadikan pelayan," kata Tedy sembari menekan milik Velia.
"Kami tidak akan melakukannya. Hanya sedikit memegang tubuhmu," timpal Mark.
"Sial! Mereka menikmatinya," ucap Josh iri.
"Sudahlah. Kita bisa mencari wanita yang suka rela naik ke ranjang," sahut Chen sembari merangkul Josh.
"Cukup! Menyingkir kalian," perintah Saka.
Tedy dan Mark turun dari tempat tidur. Velia menangis sembari menutupi tubuhnya. Ini sudah sangat keterlaluan dan memalukan.
"Sara diperlakukan seperti itu selama lima tahun. Membayangkannya saja aku ingin membunuhmu. Tapi aku tidak akan melakukannya. Aku hanya akan mengurungmu selama sepuluh hari," ucap Saka.
Velia menggeleng. "Lepaskan aku. Tolong kasihani aku."
Saka tertawa. "Teman-temanku. Apa kalian tau hukuman bagi pemohon seperti ini?"
"Lidahnya dipotong," sahut Chen.
"Dengar sendiri, Velia. Sekali lagi bicara, maka aku akan membuatmu tidak bisa bicara untuk selamanya," ucap Saka.
Bersambung