30 Days For Love

30 Days For Love
Last Chapter



Hari itu Olivia berada didalam kamar Anatasya dan sedang memberikan Asi untuk bayi cantiknya.


Dia sudah pulang dari rumah sakit dan sekarang keadaannya juga semakin membaik, selama dia dirumah Lewis selalu menjaganya dan jika suaminya ada keperluan penting, Olivia akan meminta ibunya datang untuk menemaninya.


Begitu juga dengan hari ini, walaupun Lewis ada dirumah tapi hari ini keluarganya berkata jika mereka akan datang kesana untuk menjenguknya.


Tentu dia sangat senang karena dia sangat rindu dengan keluarganya terutama dengan ibunya, setelah melahirkan entah kenapa dia jadi ingin selalu dekat dengan ibunya dan tentu saja, ibunya selalu datang untuk mengunjunginya setiap hari.


Lewis berada didapur saat itu untuk membuat makanan yang dipinta oleh istri tercintanya, dia tampak serius dan hampir selesai dengan masakan yang dibuatnya.


Setelah selesai dia langsung membawa makanan yang dia buat dan segelas air kedalam kamar dimana istri dan putrinya berada.


"Olivia sayang."


"Stttt!!" Olivia meletakkan jari dibibirnya sebagai tanda jika suaminya jangan berisik, dia melakukan hal itu supaya putri mereka tidak terbangun dari tidurnya.


Anatasya tampak tertidur disamping ibunya sedangkan tangan Olivia sibuk menepuk-nepuki putrinya supaya terlelap, Lewis menghampiri istrinya dengan senyum diwajahnya, dia meletakkan makanan serta minuman yang dia bawa keatas meja dan duduk disisi ranjang dengan pelan.


Jangan sampai Anatasya terbangun karena bisa dia lihat istrinya sudah tampak kelelahan untuk menenangkan Anatasya yang menangis sedari tadi.


Setelah merasa putri kecilnya sudah tertidur dengan pulas, Olivia bangun dari tidurnya dengan hati-hati dan duduk disisi suaminya.


"Olivia sayang kau tampak lelah." Lewis mengusap wajah istrinya dengan lembut.


"Tidak apa-apa Lewis, biarpun aku lelah tapi aku sangat bahagia."


"Bagaimana jika kita membayar seorang pengasuh untuk menjaga Anatasya, aku tidak ingin kau kelelahan dan aku ingin kau dapat beristirahat."


"Aku tidak mau Lewis." tolaknya.


"Kenapa sayang? Dengan adanya seorang pengasuh kau bisa lebih santai dan cukup memperhatikan Anatasya saja."


"Tidak Lewis, aku mau membesarkan Anatasya dengan tanganku sendiri dan aku ingin selalu berada disampingnya bahkan aku akan memberikan seluruh cintaku untuknya."


"Aku ingin memperhatikan pertumbuhan Anatasya dari waktu kewaktu dan menikmati setiap waktu berhargaku dengannya karena waktu yang ada saat ini tidak bisa diulang lagi."


"Kau benar sayang, maaf atas ideku."


Olivia tersenyum dan memeluki suaminya, dia tahu Lewis tidak ingin dia kelelahan dan dia sangat menghargai itu.


"Thank you Lewis and i love you."


"I love you too my wife, kalian berdua adalah segalanya bagiku."


Olivia megangkat kepalanya untuk mencium bibir suaminya, mereka berciuman dengan mesra sampai suara perut Olivia berbunyi. Membuat mereka melepaskan ciuman mereka dan saling pandang, tapi kemudian mereka tertawa dengan pelan.


"Sebaiknya kau memberi makan cacing dalam perutmu terlebih dahulu."


"Cacing Alaska sialan!"


Lewis mengambil makanan yang dia letakkan diatas meja sambil terkekeh, dia mulai menyuapi istrinya dan terkadang dia meniup makanan yang masih tampak panas barulah menyuapi makanan itu untuk istrinya.


Setiap suapan tidak Olivia lewatkan, dia sangat bahagia karena Lewis begitu memanjakan dirinya dan perhatian padanya,bkebahagiaan mereka begitu lengkap dengan kehadiran putri mereka dan pastinya mereka akan menambah seorang putra dimasa mendatang.


Setelah menghabiskan makanannya Lewis segera mengambilkan air dan memberikannya untuk istrinya,Olivia benar-benar tampak begitu senang dan bahagia.


"Sayang, bukankah mommy dan daddy mau datang?"


"Yah, kakakku juga, mereka mau datang untuk menjengukku."


"Baiklah kalau begitu, aku mau mandi dulu karena badanku bau masakan."


"Cepatlah, jangan sampai mereka mencium bau badanmu." goda Olivia.


"Enak saja, aku tidak bau!"


"Ha...ha....ha ..ha...! Aku hanya bercanda."


"Dasar kau! Jangan tertawa terlalu keras nanti Anatasya terbangun."


"Hmm..Kau benar, aku lupa."


"Aku harap dia tidak sepertimu nanti, menyebalkan!"


"Hei, enak saja, aku tidak menyebalkan!"


"Iya memang, tapi kau kelewat jahil dan aku harap Anatasya tidak jahil sepertimu!"


"Kau tahu Lewis, aku memang sudah seperti ini dari sananya, daddy dan kakakku juga sama, kami ini memang jahil dan Anatasya akan sepertiku juga nanti." ujar Olivia dengan penuh percaya diri.


"Ck oke baiklah, dia akan sepertimu nanti."


Lewis segera bangkit berdiri dan mengambil piring kotor bekas Olivia makan tadi.


"Aku mandi dulu sayang."


Setelah menciumi bibir istrinya dia keluar dari sana untuk mandi, tentu setelah ini dia akan menemani istri dan putrinya kembali didalam kamar sambil menunggu mertua dan kakak iparnya datang.


Tidak lama kemudian Semantha dan Jhon tiba dirumah menantunya begitu juga dangan Edward dan Amanda, mereka ingin menjenguk Olivia sebelum mereka kembali ke Colorado.


Olivia tampak begitu senang saat melihat kedatangan keluarganya, begitu juga dengan ayah dan ibunya, mereka juga sangat senang melihat putri mereka dan cucu mereka yang manis.


Hal itu tidak berbeda jauh dengan Edwrad, adik perempuan yang selama ini sangat dia sayangi kini sudah menjadi seorang ibu.


Mereka tampak begitu behagia dan tidak berselang lama Jacob dan Alice juga datang bersama kakek juga neneknya, mereka bagaikan sedang reuni keluarga walaupun mereka selalu berkumpul disetiap kesempatan yang ada.


Keluarga mereka tampak bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, Jhon dan Samantha memperhatikan putra dan putri mereka yang tampak bahagia dengan pasangan mereka masing-masing dan mereka juga bahagia kerena cucu mereka bertambah.


Begitu juga dengan Michael dan Xiau Yu, dimasa tua mereka berdua, mereka masih bisa menyaksikan keluarga mereka yang tampak begitu bahagia dan mereka juga sangat bahagia.


Olivia tampak begitu bahagia dikelilingi oleh orang-orang yang sangat dia cintai dan tentunya orang-orang yang sangat mencintainya juga, kehidupan mereka begitu sempurna dengan keluarga yang saling menyayangi satu sama lain.


END


#TERIMA KASIH UNTUK PARA PEMBACA


#TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN UNTUK CERITA INI


#TERIMA KASIH UNTUK KOMENT,KRITIK DAN SARANNYA.CERITA INI BANYAK MEMILIKI KEKURANGAN TAPI SEMOGA TERHIBUR


#TERIMA KASIH UNTUK LIKE,VOTE DAN KOIN YANG TELAH DIBERIKAN


#LOVE,LOVE YOU ALLπŸ’“πŸ’“β€


#SELANJUTNYA CERITA ALBERT AKAN SEGERA TERBIT


#SEKALI LAGI TERIMA KASIH