30 Days For Love

30 Days For Love
Honey Moon



Setelah menempuh perjalanan yang begitu lama, Lewis dan Olivia tiba di pulau dewata Bali Indonesia.


Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang dikenal karena memiliki pegunungan berapi yang hijau, terasering sawah yang unik, pantai, dan terumbu karang yang cantik.


Terdapat banyak tempat wisata religi seperti Pura Uluwatu yang berdiri di atas tebing. Di Selatan kota pesisir pantai Kuta menawarkan wisata hiburan malam yang tak pernah sepi, sementara Seminyak, Sanur, dan Nusa Dua dikenal dengan suguhan resort yang populer. Pulau Bali juga dikenal sebagai tempat untuk relaksasi dengan yoga dan meditasi.


Lewis menyewa sebuah Villa di Uluwatu selama mereka berada di Bali.


Resor mewah yang sangat cantik ini terletak di tebing batu kapur yang menghadap ke Samudra Hindia, berjarak 3 km dari Pantai Karma dan 9 km dari Pura Luhur Uluwatu.


Alllilas Vila adalah Villa elegan dengan 1-3 kamar tidur yang dihiasi dengan dekorasi kontemporer beraksen Bali tradisional, serta menawarkan pemandangan laut, kolam renang pribadi, ruang makan terbuka dan layanan butler, beberapa di antaranya memiliki taman.


Disana juga tersedia kelas yoga gratis, tidak hanya itu disana juga terdapat restoran mewah yang cantik dan 2 restoran yang menawarkan bersantap di ruang terbuka, ditambah teras di tepi tebing dan kafe cabana yang menyajikan jamuan teh sore.


Sedangkan fasilitas lainnya meliputi infinity pool, spa, perpustakaan dan gym.


Saat mereka tiba di Allia Villas Uluwatu mereka disambut dengan ramah oleh para karyawan yang bekerja disana.


Mereka diantar menuju Villa yang mereka sewa hingga tiba didepan pintu, barang-barang mereka juga dibawakan oleh karyawan disana.


Selama Lewis berbicara dengan karyawan yang mengantar mereka Olivia masuk kedalam villa yang mereka tempati, yang pertama yang ingin dia lihat adalah kamar.


Saat membuka pintu kamar diatas ranjang tampak kelopak mawar membentuk hati diatasnya.


Olivia meletakkan tasnya diatas ranjang dan membuka sebuah pintu yang menghubungkan kamar dengan sebuah infinity pool pribadi.


"Wow." gumamnya takjub saat melihat hamparan laut luas yang bisa dia lihat disana.


Tempat itu sungguh indah, mereka tidak perlu pergi kemana-mana untuk menikmati matahari terbenam karena mereka bisa menikmati matahari terbenam dari sisi kolam renang yang menghadap kearah laut.


Tidak hanya itu, terdapat gazebo didekat kolam renang dan dua buah kursi malas untuk mereka bersantai.


Dia baru tahu jika ada pulau yang begitu indah seperti ini, sepertinya dia akan merekomendasikan tempat itu pada kedua kakaknya nanti.


Begitu mereka tiba mereka disambut dengan ramah, yah walaupun jalanan disana sangat padat tapi sepertinya berada di pulau itu akan sangat menyenangkan.


Para karyawan yang menyambut mereka juga tampak begitu ramah tapi satu hal yang membuatnya heran, kenapa dipulau itu banyak sepeda motor?


Tapi satu hal yang membuatnya sangat heran adalah sebuah kendaraan yang ditarik dengan kuda, kendaraan itu apa namanya? Kendaraan yang terlihat unik, apa itu semacam kereta kuda?


Saat diperjalan tadi dia banyak melihat kendaraan itu dijalanan dan hal itu semakin membuatnya penasaran tapi dia akan menanyakan hal itu pada Lewis nanti.


Selama dia memikirkan kendaran yang ditarik oleh kuda itu Lewis masuk kedalam kamar mereka.


Melalui jendela kaca besar yang terdapat pada kamar mereka, Lewis dapat melihat Olivia sedang berdiri disisi kolam renang.


Dia langsung berjalan keluar dari kamarnya untuk menghampiri Olivia dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Hei, apa yang sedang kau pikirkan?" Lewis memeluki istrinya dari belakang dan menciumi pipinya.


"Hmm.. Apa kau sudah selesai?"


"Yes, tapi katakan padaku kenapa istriku yang cantik ini termenung disini? Apa kau tidak suka dengan tempat ini?"


"Tidak, bukan begitu. Aku suka tempat ini."


"Lalu apa yang kau pikirkan?"


"Aku sedang memikirkan kendaraan yang aku lihat tadi dijalanan dan aku sangat penasaran."


"Oh ya? Coba katakan kendaraan apa yang bisa membuatmu begitu penasaran? Tidak mungkin bukan kau penasaran dengan bus yang ada disini atau banyaknya pengguna sepeda motor yang ada dipulau ini?"


"Bukan, untuk apa aku penasaran dengan bus dan sepeda motor yang aku lihat!"


"Lalu?" Lewis mengencangkan pelukannya dan menciumi leher Olivia.


"Hmm..Itu, kendaraan yang ditarik dengan kuda itu apa namanya? Kendaraan semacam kereta seorang putri tapi lebih jelek."


Kereta seorang putri tapi lebih jelek?


Lewis melepaskan pelukannya untuk memegangi perutnya yang mulai terasa kram karena tertawa,Olivia benar-benar lucu.


"Hei kenapa kau menertawakan aku?" Olivia tampak begitu kesal.


"Sory sayang, aku tidak menertawakanmu." Lewis berusaha menghentikan tawanya tapi ya gagal, lagi-lagi dia kembali tertawa sedangkan Olivia membuang wajahnya karena kesal.


"Jika kau masih menertawakan aku maka nanti malam kau tidur diluar sini!" ancamnya.


"Oh no, i'm sorry honey." Lewis kembali memelukinya.


"Kendaraan itu namanya Delman sayang." jelasnya.


"Apa? Delman?"Olivia tampak berpikir, terus terang saja dia baru pertama kali melihat kereta seperti itu.


"Olivia, disini banyak yang seperti itu. Disini bahkan ada kendaraan roda tiga yang disebut becak dan bajaj."


"Oh ya?"


"Yes."


"Lalu kenapa kau menertawakan aku?"


"Sory sayang, aku tidak menertawakanmu tapi aku hanya menertawakan ucapanmu saja."


"Huh!" Olivia mendengus kesal, diakan baru pertama kali datang kepulau itu!"


"Jangan marah, okey? Nanti aku akan mengajakmu naik delman untuk berkeliling." hiburnya.


"Tidak mau!"


Olivia melepaskan dirinya dan semakin mendekati sisi kolam sedangkan Lewis mendekatinya dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Apa kau masih marah?"


"Tidak!" jawab Olivia, sebenarnya dia masih kesal.


"Ayolah, maafkan kau. Aku hanya menggodamu saja."


"Sudahlah!"


Olivia memutar langkahnya hendak kembali kedalam kamarnya tapi pada saat itu Lewis langsung menggendongnya.


"Hei!"


"Sttt..Ini waktu kita berdua sayang."


"Lewis, apa yang akan kita lakukan nanti dipulau ini?"


"Banyak yang bisa kita lakukan tapi sebelum itu, bolehkan?"


"Hei kita baru saja tiba!"


"Lalu? Apa tidak boleh?"


"Tidak juga!"


Mereka kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar itu, Lewis membawa Olivia menuju ranjang sedangkan mereka sedang sibuk berciuman dengan liar.


Mereka mulai membuka pakaian mereka sedangkan tangan mereka sudah sibuk menyentuh sana sini.


Olivia tampak begitu senang, dia senang dapat pergi kepulau yang indah yang belum dia ketahui selama ini dan beruntungnya dia bisa mengunjungi pulau yang indah itu bersama dengan Lewis.


Pulau Bali yang indah dan tempat yang tenang untuk menghabiskan bulan madu mereka berdua, yang pasti banyak yang bisa mereka lakukan dan yang pastinya banyak pula kenangan indah yang akan mereka ukir disana.