
Saat itu Lewis tampak sedang tidak mood dikantornya, dia hanya duduk diam melihat pekerjaannya tanpa menyentuhnya sama sekali.
Sudah dua hari Olivia tidak bersama dengannya lagi dan dia benar-benar merasa kehilangan, sebelum ada Olivia didalam hidupnya apa yang dia lakukan?
Bukankah dia selalu seperti itu, bekerja, bekerja dan bekerja tanpa memikirkan hal lainnya.
Tapi kenapa dia jadi seperti ini? Bukankah dari awal dia memang tidak mau terlibat dengan Olivia tapi dia malah jatuh hati pada gadis itu.
Lewis menghembuskan nafasnya dengan berat, dia benar-benar merasa kehilangan Olivia bahkan nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi.
Puluhan pesan sudah dia kirimkan dan tidak terhitung sudah berapa kali dia menghubungi Olivia tapi usahanya sia-sia.
Dia sudah menjelaskan semuanya lewat pesan-pesan yang dia kirimkan kepada Olivia tapi tak satupun pesannya dibalas oleh Olivia.
Sebenarnya hati Olivia terbuat dari apa sih? Sudahlah tidak peka, tidak mau mendengar penjelasannya bahkan pergi begitu saja dan sekarang, jangan-jangan pesan-pesan yang dia kirimkan tidak dibaca satupun oleh Olivia Smith.
Ibu Oliviapun tidak memberinya kabar tentang keberadaan Olivia, ini sedikit aneh. Mereka pasti tahu bukan dimana keberadaan Olivia?
Mungkin sebaiknya dia pergi menanyakan keberadaan Olivia kepada keluarganya dari pada dia duduk diam saja tidak akan menghasilkan apa-apa.
Lewis bangkit berdiri tapi pada saat itu ponselnya berbunyi, dengan tidak sabar dia mengambil ponselnya yang berada didalam saku celananya. Dia berharap Olivia menghubunginya karena sudah membaca pesan-pesan darinya.
Tapi wajahnya tampak langsung kecewa saat melihat orang yang menghubunginya.
"Ada apa kakek?" tanyanya dengan malas.
"Lewis, apa yang telah kau lakukan pada cucu sahabatku?" kakeknya terdengar sangat marah.
"Tidak ada, memangnya kenapa?" tanyanya heran.
"Apanya yang kenapa? Baru saja Michael Smith menghubungiku dan membatalkan perjodohanmu dengan cucunya!"
Lewis terbelalak kaget, tidak mungkin!
Tapi bukankah seharusnya dia senang? Bukankah ini yang dia harapkan?
Dari awal dia memang berharap perjodohan ini tidak pernah terjadi dan dia juga berharap Olivia membatalkan perjodohan diantara mereka sehingga dia tidak mengecewakan kakeknya tapi kenapa dia malah tidak senang?
Bukankah semua ini sudah sesuai dengan keinginannya tapi tidak dia pungkiri dia memang sudah jatuh hati pada Olivia Smith.
"Kakek, apa tuan Michael mengatakan alasan kenapa dia membatalkan perjodohan ini?"
"Dia hanya mengatakan cucunya tidak mau dijodohkan denganmu!"
Apa? Jadi Olivia yang membatalkan perjodohan mereka. Kenapa memutuskan seenaknya tanpa bertanya padanya terlebih dahulu!
"Kakek, apa tuan Michael mengatakan dimana cucunya berada?"
"Tidak!"
"Ck, sialan!" makinya kesal.
"Katakan padaku apa yang telah kau lakukan sampai membuat Olivia Smith membatalkan tali perjodohan diantara kalian?" tanya kakeknya penasaran.
Padahal Joseph sudah senang dengan perjodohan ini tapi apa yang dilakukan oleh cucunya sampai membuat cucu sahabatnya membatalkan tali pertunangan diantara mereka?
"Olivia hanya salah paham padaku, kakek."
"Salah paham apa?"
"Dia melihatku sedang bersama dengan Riko sewaktu aku di New York."
"Apa? Riko?"
"Kakek, Olivia melihat aku sedang makan malam bersama dengan Riko jadi dia salah paham tanpa mau mendengarkan penjelsanku."
Lewis menarik nafasnya frustasi, sepertinya dia akan dimarahi oleh kakeknya.
"Untuk apa kau menemui Riko di New York? Dia hanya adik tirimu lalu untuk apa kau terlalu dekat dengannya!"
"Pantas saja Olivia Smith salah paham dan marah! Jika aku jadi dia, sudah aku bunuh kau di New York, dasar anak bodoh!" maki Joseph Simone mengebu-ngebu.
"Iya..Iya..Aku yang salah!" jawab Lewis pasrah.
Dia memang salah tapi mana dia tahu jika akan bertemu dengan Riko di New York dan dia juga tidak tahu jika Olivia akan menyusulnya kesana, jika dia tahu maka dia akan menunggu Olivia dihotel dari pada mengajak Riko makan malam.
"Sudahlah, perjodohan diantara kalian sudah dibatalkan. Lagi pula memang ini bukan keinginanmu jadi seharusnya kau senang."
"Kakek, sebenarnya aku?"
"Sudah, penyakitku kambuh gara-gara kau!"
Setelah berkata demikian Josep mematikan ponselnya, perjodohan diantara cucunya dengan cucu sahabatnya sudah dibatalkan, lalu mau apa lagi?
Lewis kembali menarik nafasnya dengan berat, tidak bisa seperti ini. Dia tidak mau diam saja dan lebih baik dia mencari keberadaan Olivia Smith.
Lebih baik dia datang kerumah Olivia untuk mencari tahu dimana gadis yang telah membuat dirinya seperti ini berada.
Dia segera meraih jasnya dan pada saat itu pintu ruangannya diketuk oleh Cherly dari luar sana.
"Tuan Simone ada paket untuk anda." ujar Cherly.
Paket? Lewis sangat heran, siapa yang mengirimkan paket untuknya?
"Bawa masuk."
Cherly membuka pintu itu dan masuk kedalam, dia tidak membawa paket apa-apa tapi dia berkata:
"Maaf tuan Simone, paketnya ada dibawah dan sangat besar."
Lewis mengernyitkan dahinya, besar? Paket apa?
Tapi dia memang mau pergi jadi dia akan melihat siapa yang mengirimkan paket besar yang dikatakan oleh Cherly.
"Baiklah, kau boleh pergi!"
Cherly mengangguk dan keluar dari sana, dia sangat heran kenapa selama beberapa hari ini Olivia Smith tidak kelihatan lagi bahkan bosnya terlihat tidak bersemangat beberapa hari belakangan. Tapi dia sudah belajar dari kesalahan dan tidak mau ikut campur lagi.
Setelah kepergian Cherly, Lewis juga keluar dari ruangannya. Dia segera menuju kebawah karena dia ingin melihat paket yang dimaksud oleh Cherly dan setelah itu dia akan pergi kerumah kelurga Smith untuk mencari tahu dimana Olivia berada.
Dia harap mereka mau memberitahunya karena dia sudah sangat merindukan Olivia dan jujur saja dia juga tidak suka dengan situasi saat ini.
Saat sudah berada dibawah sana Lewis langsung menghampiri resepsionisnya dan bertanya:
"Mana paket untukku?"
"Oh tuan Simone, paket anda ada diluar."
Lewis semakin heran tapi dia mulai menduga dan benar saja dugaannya saat dia sudah keluar dan berdiri didepan loby, sebuah mobil baru terparkir didepan kantornya.
Mobil dengan merk sama seperti mobilnya dulu yang dibakar oleh Olivia, begitu juga dengan warnanya, tidak perlu ditanya itu pasti kiriman dari Olivia untuk mengganti mobilnya yang telah dia bakar.
Lewis berdecak Kesal, padahal Olivia tidak perlu mengganti mobilnya dan dia tidak akan menerimanya.
Seorang pria menghampirinya, pria itu sipengantar mobil. Lewis diminta untuk menandatangi beberapa berkas atas mobil itu dan jujur saja dia tidak mau menerimanya tapi apa boleh dikata, mobil itu sudah dibayar lunas.
Setelah selesai Lewis segera berjalan kearah mobilnya, pokoknya hari ini dia harus mengetahui dimana keberadaan Olivia dan dia berharap orang tua Olivia mau mengatakan padanya dimana keberadaan putri mereka.