
Kembali saat Lewis masih berada dibawah saat mencari Olivia, dia sudah kesal setengah mati karena tidak mendapati Olivia disana.
Dia bahkan bertanya kepada karyawan yang sedang makan disana, apa mereka melihat Olivia?
Tapi yah, dia jadi tambah kesal saat seorang karyawannya mengatakan jika Olivia baru saja masuk kedalam lift.
Lewis langsung berjalan dengan cepat menuju liftnya, dia tidak akan berbasa basi lagi pada Olivia.
Itulah sebabnya saat dia masuk kedalam ruangan Olivia, dia menatap Olivia dengan tajam sedangkan Olivia cuek saja melihat kedatangannya.
Memangnya Lewis mau apa? Palingan mengajaknya makan siang dan dia tidak mau karena dia sudah makan. Dia juga sudah memutuskan tidak mau terlalu akrab lagi dengan Lewis dan dia juga sudah memutuskan untuk menjaga jarak dengan Lewis.
Olivia berjalan kearah sofa dan mengabaikan Lewis, ini masih jam makan siang jadi dia ingin merebahkan dirinya disana sejenak.
Kekesalan Lewis semakin memuncak karena Olivia mengabaikannya, apa salahnya sampai Olivia seperti itu?
"Olivia Smith kau!!"
Lewis menghampiri Olivia dan menangkap tangannya tapi dengan cepat Olivia menepis tangan Lewis.
"Jangan menyentuhku!"
"Hei kau, kenapa kau marah?"
"Aku tidak marah!"
"Apa kau bilang? Dari pagi mengabaikan aku dan tidak mau makan siang denganku lalu kau bilang kau tidak marah? Lalu aku harus menyebutnya apa?"
Olivia kembali melangkah menuju sofa, dia menjatuhkan dirinya disana dan berkata:
"Keluar sana dan jangan sok akrab lagi denganku! Anggap semua yang selama ini kita lakukan tidak pernah terjadi dan kita kembali seperti semula saat pertama kali kita bertemu dan aku akan akan menjadi karyawanmu selama satu bulan."
"Jangan lupa tujuanmu membuatku bekerja disini dan aku juga akan mengingat tujuanku berada disini! Aku akan menyelesaikan perjanjian kita semula, aku akan bekerja dengan giat selama satu bulan untuk membayar hutang-hutangku padamu jadi aku harap kita kembali kedua nyata dan lupakan semua yang telah terjadi diantara kita berdua." pinta Olivia panjang lebar.
Lewis tercengang mendengarnya, melupakan semua yang telah terjadi diantara mereka berdua? Setelah dia merasa nyaman dengan keberadaan Olivia disisinya lalu Olivia memintanya melupakan semua yang telah mereka lalui berdua?
Enak saja, tidak semudah itu dia melupakan kebersamaan yang telah mereka lalui dan mulai sekarang akan dia kejar Olivia Smith sampai dapat.
Akan dia ikat Olivia Smith untuk seumur hidupnya, jika dia sudah memutuskan maka akan dia dapatkan.
"Jangan asal bicara kau!" Lewis kembali memdekati Olivia sedangkan Olivia tidak mau melihatnya, dia hanya melihat pewarna kukunya yang mulai luntur.
Tanpa dia duga Lewis menarik tangannya hingga dia bangkit berdiri, mata Olivia melotot saat melihat wajah Lewis begitu dekat dengan wajahnya sedangkan bibir mereka berdua saling beradu.
Yah Lewis Sedang menciumnya saat ini, dia tidak akan bertanya lagi boleh apa tidak karena dia akan mendapatkan Olivia dengan caranya.
Tangan Olivia sudah terkepal karena marah, beraninya Lewis mengambil ciuman pertamanya!!
Ini benar-benar menyebalkan dan tanpa Lewis duga Olivia meninju perutnya sampai dia melepaskan bibirnya dari bibir Olivia.
"Lewis Simone beraninya kau!!" Olivia mengusap bibirnya dan menatap Lewis dengan api kemarahan dimatanya.
Lewis hanya mengusap perutnya yang baru saja ditinju Oleh Olivia, walaupun Olivia menatapnya dengan api kemarahan tapi dia hanya tersenyum dan ingin mendekati Olivia kembali.
"Jangan mendekat kalau tidak akan aku bunuh kau!" ancam Olivia, dia berdiri dengan tegak siap menantang Lewis.
"Ya..Ya..Aku tahu kau bisa melakukannya."
Lewis juga tidak gentar, untuk mendapatkan gadis seperti Olivia memang penuh dengan tantangan dan akan dia lewati tantangan itu.
"Hei lepaskan!" teriak Olivia marah.
"Tidak akan!"
Lewis menarik kaki Olivia sampai tubuh Olivia terhuyung kedepan dan masuk kedalam pelukannya.
Olivia benar-benar marah, dia ingin memukul Lewis kembali tapi Lewis menangkap tangannya. Lewis tahu jika Olivia jago taekwondo tapi jangan remehkan dia, selama tinggal dijepang dia sudah mempelajari semua itu.
Tidak saja taekwondo, karate bahkan kendo dia juga bisa. Untuk menghadapi gadis seperti Olivia itu hal yang sangat mudah.
"Lewis Simone lepaskan aku!" Olivia benar-benar tidak berkutik didalam dekapan kedua tangan kekar Lewis.
"Tidak akan dan tidak akan pernah, aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun juga!"
"Hei apa maksudmu?"
"Ck, kau benar-benar gadis yang tidak peka!"
Lagi-lagi mata Olivia melotot melihat wajah Lewis yang begitu dekat dengan wajahnya karena lagi-lagi Lewis menciumi bibirnya.
Oke baiklah, mungkin dia tidak bisa memukul Lewis lagi tapi bukan berarti dia akan diam saja dicium seperti itu, setidaknya dia akan membalas Lewis dengan cara lain.
Dengan kemarahan yang meluap dihatinya Olivia membalas ciuman Lewis dan sekarang giliran mata Lewis yang melotot tidak percaya, apa Olivia memaafkan dirinya dan mau menerima dirinya?
Dalam sekejap mata saja ciuman mereka berdua jadi serius, Lewis melonggarkan dekapannya dan memegangi tengkuk Olivia supaya ciuman mereka semakin dalam sedangkan Olivia mulai memeluki lehernya.
Didalam mulut mereka lidah mereka sudah mulai membelit satu sama lain, mereka benar-benar menikmatinya dan Olivia sudah lupa dengan keinginannya untuk membalas Lewis.
Mereka melepaskan ciuman mereka saat mereka benar-benar butuh oksigent dan setelah itu mereka saling pandang sambil mengatur nafas mereka berdua.
"Lihatlah kau ini, lain dimulut lain dihati."
Lewis mengusap wajah Olivia dengan senyum menawan diwajahnya.
"Hah?" Olivia seperti orang linglung. Bukannya dia berniat menggigit lidah Lewis tadi tapi kenapa dia jadi terbawa suasana dan membalas ciuman dari Lewis?
Kenapa dia jadi menikmatinya? Seharusnya dia marah karena Lewis telah berani menciumnya tapi kenapa dia malah membalas ciuman Lewis Simone?
Oh sialan, mungkin dia sudah gila!
Olivia memundurkan langkahnya dan menjatuhkan dirinya diatas sofa, dia sedang memikirkan apa yang sebenarnya yang dia lakukan barusan.
Lewis duduk disampingnya dan memegangi tangannya, dia juga mengusap punggung tangan Olivia dengan lembut.
"Sudah tidak marah lagi bukan?"
Olivia melihat Lewis dengan malas dan setelah itu dia menarik tangannya dari genggaman tangan Lewis.
"Sana pergi jauh-jauh aku sedang malas berbicara denganmu."
Lewis hanya terkekeh dan bangkit berdiri, dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan duduk kembali disamping Olivia.
Lewis memerintahkan Cherly untuk membawa makanannya kedalam ruangan Olivia, dia tidak akan pergi dari sana karena dia ingin Olivia menemaninya makan siang.
Olivia menyilangkan kedua tangannya didepan dada, mengangkat dagunya dengan angkuh dan membuang pandangannya sedangkan Lewis hanya tersenyum melihat tingkahnya.