
Saat Olivia sedang sibuk mencari bikini, tampak Lewis berjalan keluar toko itu untuk menjawab panggilan yang masuk dari ponselnya.
Olivia mencuri pandang kearah Lewis dan dia sangat senang melihat Lewis berjalan keluar dari toko itu. Ingin mengancamnya? Tidak akan pernah bisa!
Dengan cepat, Olivia meninggalkan bikini yang sudah dia pilih dan segera berjalan dengan cepat untuk kabur dari sana, jangan sampai Lewis mengikutinya untuk bertemu dengan Jeremi.
Jika sampai Lewis mengikutinya bisa-bisa kebohongannya diketahui oleh Jeremi, pokoknya tidak ada yang boleh tahu bahwa mereka adalah calon tunangan sampai masa perjanjian mereka berakhir karena dia ingin punya teman selama dia bekerja diperusahaan Lewis.
Sambil mengendap-endap Olivia keluar dari toko itu dan beruntungnya Lewis sedang berbicara serius dengan seseorang dan melihat sesuatu dengan serius pula.
Setelah keluar dari toko itu Olivia segera lari, semoga Lewis tidak melihat dan semoga pria itu tidak menyadari kepergiannya.
Sambil berlari Olivia mengambil ponselnya didalam tas, dia ingin menghubungi kakaknya dan semoga kakaknya tidak marah.
"Olivia ada apa?"
"Kak Jacob jika Lewis menghubungimu dan mengatakan sesuatu jangan percaya, okay."
"Memangnya kenapa?"
"Kak Jacob, please." pintanya.
"Baiklah, apa kau mencariku hanya untuk ini?"
Olivia menghentikan larinya dan mulai berjalan, lagi pula dia sudah lari lumayan jauh dari toko itu dan dia yakin Lewis tidak akan menemukannya.
"Apa kakak baik-baik saja?"
"Yah."
"Maaf kak Jacob, gara-gara aku?"
"Sudahlah, jaga dirimu baik-baik disana."
"Pasti kak, nanti aku hubungi lagi. Aku ada janji pokoknya kak jacob jangan percaya dengan perkataan Lewis, okay?"
"Hng."
Setelah mematikan ponselnya, Olivia pergi dari sana untuk menemui Jeremi. Setidaknya kakaknya masih bisa diajak kerja sama dan Lewis tidak akan bisa mengancamnya, dia juga senang kakaknya terdengar baik-baik saja dan dia berharap Alice cepat kembali.
Sedangkan saat itu setelah menjawab panggilan yang masuk diponselnya, Lewis kembali kedalam toko bikini itu dan duduk disana.
Dia kembali menunggu Olivia dan dia menyangka Olivia sedang diruang ganti tanpa tahu jika Olivia sudah pergi dari sana.
Ditoko itu tidak saja menjual bikini tapi juga ada pakaian wanita dan tanpa curiga sedikitpun, Lewis memainkan ponselnya untuk menunggu Olivia.
Diluar sana Olivia sudah pergi menaiki sebuah taxi untuk bertemu dengan Jeremi, dia sudah begitu terlambat dan dia harap Jeremi masih menunggunya.
Disebuah restoran fastfood tampak Jeremi memang sudah menunggunya sambil berbicara dengan seseorang diponselnya, Olivia berjalan mendekati Jeremi dan langsung duduk didepan Jeremi.
"Jeremi maafkan aku terlambat." katanya pura-pura bersalah.
"Oh it's oke, aku juga baru tiba." jawab Jeremi. Padahal dia sudah datang sedari tadi dan bisa dilihat dari makanan yang ada diatas meja, sudah habis sedari tadi tapi Jeremi pura-pura baru datang dan tersenyum pada Olivia.
"Aku benar-benar minta maaf Jeremi." ucap Olivia tidak enak hati.
"Jangan dipikirkan, kau belum makan bukan? Aku akan memesankan makanan untukmu."
"Terima kasih." Olivia membuka tasnya hendak mengambil uangnya tapi pada saat itu Jeremi sudah bangkit berdiri dan melangkah pergi.
Setelah memesan makanan untuk Olivia, Jeremi segera kembali lagi dengan makanan ditangannya.
"Terima kasih." Olivia memberikan uang 100 dolar kepada Jeremi untuk mengganti uang Jeremi tapi Jeremi menolak.
"Hei apa-apaan?"
"Mengganti uangmu."
"Ya ampun Olivia, aku bilang akan mentraktirmu jadi kau tidak perlu mengganti uangku lagi pula itu terlalu banyak untuk makanan fastfood."
Jeremi melihat kearah Olivia dengan heran, apa maksudnya? Sedangkan Olivia mengumpat dari dalam hati.
"Sialan! Aku jadi sensitif dengan uang! Ini gara-gara Lewis Simone!"
"Ayo dimakan setelah ini kita pergi jalan-jalan, bagaimana?"
"Boleh saja, tapi aku tidak bisa lama-lama karena aku harus cepat kembali."
"Kenapa? Apa pacarmu akan marah?"
"Tidak, aku tidak mau dipatuk unta tua!"
Unta tua? Tawa Jeremi langsung meledak tapi Olivia cuek saja, dia mulai mengambil burger yang merada diatas nampan dan memakannya dengan cepat.
"Oh my burger, i miss you so much. Akhirnya aku bisa merasakanmu juga." katanya dalam hati.
Itu karena setiap hari dia makan makanan khas Jepang dan hal itu hampir membuatnya gila! Apa Lewis kira dia orang jepang?
Jadi Olivia memakan makanan yang ada diatas meja dengan penuh semangat sampai dia tidak menyadari jika Jeremi tersenyum melihat tingkahnya.
"Olivia, kau tinggal dimana?"
"Tempat tinggalku tidak jelas, kadang aku menumpang dirumah temanku tapi terkadang aku menumpang dirumah saudaraku." jawabnya asal.
"Ya ampun kenapa nasibmu begitu malang?" Jeremi melihat kearahnya dengan iba.
"Kau benar,nasibku memang malang. Uang didompetku tinggal sedikit dan uang yang tadi aku berikan adalah salah satu penghuni dompetku yang sebentar lagi akan terbang pergi."
Saat mengatakan itu Olivia berakting dan pura-pura memasang wajah menyedihkan tapi memang kenyataannya begitu, uang didompetnya sisa 200 dolar dan dia harus berhemat untuk 27 hari kedepan dengan uang itu.
"Bukankah kau bilang kau adalah sepupu Lewis?"
Lewiskan orang kaya masak iya sepupunya miskin? Lagi pula dilihat dari tas, baju dan asesorsi yang dipakai oleh Olivia sangat mustahil jika Olivia gadis kekurangan uang.
"Benar aku sepupunya, aku sepupu Lewis Simone yang baru datang dari kota kecil. Aku bekerja diperusahaan Lewis untuk belajar, siapa tahu aku bisa sukses nanti." Olivia melihat kearah Jeremi dengan curiga.
"Wah pasti berat untukmu tinggal dikota besar ini dengan susah payah."
"Tidak, aku sudah terbiasa. Apa kau masih mau berteman denganku setelah tahu keadaanku?"
"Tentu saja, aku akan membantumu jika kau mengalami kesulitan jadi jangan sungkan untuk meminta bantuanku."jawab Jeremi dengan cepat.
"Terima kasih."
Setelah selesai makan mereka pergi dari sana, sesuai kesepakatan mereka pergi jalan-jalan ditaman untuk menghabiskan waktu. Olivia tampak begitu senang setidaknya dia sudah punya teman tapi tidak untuk seseorang.
Lewis masih ditoko bikini dan menjadi pusat perhatian para wanita yang membeli bikini didalam toko itu.
Dia sudah tampak gusar karena ini sudah hampir dua jam, apa yang Olivia Smith lakukan didalam ruang ganti? Kenapa lama sekali!
Lewis bangkit berdiri dan berjalan kearah ruang ganti,bdia langsung membuka pintu yang menjadi penghalang ruang ganti tanpa permisi.
"Kyaaa!!" seorang wanita yang sedang mencoba pakaian didalam sana berteriak saat melihat Lewis membuka pintu ruangan itu.
"Maaf." Lewis segera menutup pintu ruang ganti itu kembali.
Kemana Olivia? Kenapa malah orang lain yang ada didalam sana?
Lewis memutar langkahnya dan berpikir, Jangan-jangan!
Dia segera meraih ponselnya untuk menghubungi Olivia tapi tidak dijawab sama sekali, dia mulai kesal sekarang.
"Sialan Olivia Smith, si licik ini memang harus diberi palajaran, awas dia nanti!"
Lewis mengambil barang-barang belanjaan yang dia tinggalkan tadi, dia akan pulang dan lihat saja nanti dirumah!