
Saat itu dengan penuh percaya diri Gwen datang kekantor Lewis, tentu yang ingin dia temui bukan Lewis lagi melainkan Olivia Smith.
Tentu dia ingin menemui Olivia dengan satu tujuan, jika ada kadal kenapa harus menangkap cicak?dan burung elanglah yang akan membawanya terbang dan melemparkannya kedalam sarang kadal jantan.
Yah anggap saja dia kadal betina yang sedang mencari kadal jantan.
Tadinya dia ingin mengejar Lewis sampai dapat tapi sepertinya hal itu sangat mustahil baginya apalagi Lewis jelas-jelas tidak menyukainya jadi dia ganti target saja.
Dengan body aduhai yang dia punya dia pasti yakin targetnya tidak akan menolak pesonanya seperti para sutradara yang tergoda olehnya.
Kali ini dia harus berhasil dan yang harus dia lakukan adalah mendekati Olivia Smith, mengambil hatinya barulah mendekati targetnya.
Gwen masuk kekantor Lewis dengan percaya diri, tentu dia datang tidak dengan tangan kosong, dia membawa macaron terkenal yang ada dikota itu.
Untuk anak orang kaya seperti Olivia pasti sangat menyukai Macaron yang dia bawa, dia juga berniat mengajak Olivia pergi makan siang, tentu dia yang akan traktir.
Saat keluar dari lift Gwen langsung menuju keruangan Olivia dan mengetuknya, dia harus bersikap sesopan mungkin kali ini dan jangan sampai dia menyinggung perasaan Olivia.
Dengan sabar dia menunggu didepan pintu dan mengetuk ruangan itu dengan berkali-kali tapi beberapa menit kemudian Gwen kesal dan bosan.
Apa Olivia Smith tidak ada disana lagi? Wah jangan sampai itu terjadi kalau tidak hilang tangkapan besarnya.
Sebaiknya dia menanyakan perihal ini kepada Lewis karena Lewis tahu dimana Olivia berada.
Gwen melangkah menuju ruangan Lewis, dia juga membuka ruangan Lewis tanpa ragu dan masuk kedalamnya.
"Lewis, apa Olivia sudah tidak disini lagi?" tanyanya tanpa melihat terlebih dahulu.
Saat mendengar suara Gwen disana, Olivia langsung bangun dari tidurnya. Ya dia sedang bosan karena merasa sepi jadi dia hanya tidur-tiduran diatas sofa.
"Untuk apa kau mencariku?" Olivia menatap Gwen dengan tajam, beginikah kelakuan siartis terkenal yang tidak memiliki tata krama?
Lagi pula untuk apa Gwen mencarinya, jangan bilang mau minta maaf dengannya atau ada maksud tersembunyi, yah lihat saja nanti.
Gwen langsung merasa tidak enak hati saat melihat Olivia berada disana, kemana Lewis? Kenapa malah Olivia Smith yang berada didalam ruangan itu?
Tapi itu tidak jadi masalah karena memang yang ingin dia temui adalah Olivia Smith, bukan Lewis.
"Oh kebetulan kau ada disini, aku mencarimu." ujar Gwen basa basi.
"Untuk apa?" Olivia masih melotot pada Gwen.
"Tentu untuk meminta maaf padamu, maafkan atas sikapku kemarin." Gwen segera menghampiri Olivia sedangkan Olivia hanya memperhatikan Gwen dengan malas. Satu penjilat lagi datang tapi dia ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Gwen.
"Sudah aku maafkan jadi pergi sana!"
"Jangan begitu, aku datang ingin berbincang denganmu dan ingin mengajakmu makan siang untuk menebus kesalahanku."
Gwen segera duduk didepan Olivia dan meletakkan Macaron yang dia bawa diatas meja.
"Ini Macaron untukmu, ini Macaron terkenal kau pasti sering memakannya."
"Yah ratu drama yang menjadi penjilat, apa dia tidak tahu jika aku sudah sering bertemu dengan orang seperti dia? Mungkin akan sangat menyenangkan bermain-main dengannya apalagi aku sedang bosan, aku ingin lihat apa tujuannya mendekatiku." kata Olivia dalam hati.
Olivia tersenyum dan duduk dengan tegak, dia juga mengambil Macaron yang diletakkan oleh Gwen keatas meja. Ada makanan enak jangan disia-siakan.
"Terima kasih Gwen, kau memang tahu apa yang aku inginkan." ujarnya pura-pura.
"Benarkah?"
"Ya, aku suka Macaron ini." Olvia mengambil sebuah Macaron berwarna pink dan memakannya.
"Itu bagus, jadi kau mau memaafkan aku dan mau berteman denganku bukan?" Gwen menatap Olivia dengan penuh harap sedangkan Olivia hanya tersenyum saja.
"Pasti, sekarang kita berteman."
"Yes, berhasil." sorak Gwen dalam hati.
"Oh Olivia, aku sangat senang mendengarnya." wajah Gwen tampak berseri.
"Oh tidak, aku sudah tidak akan mengejarnya lagi."
"Oh ya, kenapa?" Olivia memakan Macaron dari Gwen dan menatap Gwen dengan cuek. Dia tidak perduli alasannya tapi dia ingin tahu, pasti ada alasan kenapa Gwen tiba-tiba berhenti mengejar Lewis.
"Ah sudahlah, lupakan! Lebih baik kita membahas yang lain." Gwen mengalihkan pembicaraan.
"Apa yang perlu kita bahas?"
"Hm itu, bagaimana jika kita saling mengenal, mungkin kita akan jadi teman baik."
"Oke." Jawab Olivia singkat.
"Hemm...boleh aku tahu apa kau punya saudara?" Gwen mulai melempar umpan.
"Punya, aku punya dua kakak."
"Oh ya, pasti menyenangkan punya kakak yang tampan."
"Tidak juga karena mereka akan menjadi milik orang lain."
"Kau benar." ujar Gwen sambil tertawa.
Tiba-tiba saja Olivia bangkit berdiri, dia juga melirik jam dipergelangan tangannya, dia sudah berjanji ingin menemui kakaknya dan dia sudah harus pergi.
"Sory Gwen, aku harus pergi."
"Kemana?" Gwen juga bangkit berdiri.
"Makan siang."
"Kalau begitu kebetulan, ayo kita makan siang bersama, aku akan mentraktirmu."
Olivia memandangi Gwen dengan curiga, ini aneh, sepertinya Gwen memang memiliki maksud dan tujuan tertentu mendekatinya. Tapi jangan panggil dia Olivia Smith jika dia tidak punya cara untuk mengerjai si ratu drama, kita lihat saja nanti.
"Baiklah." Olivia menyetujui perkataan Gwen.
Mereka pergi dari sana dan terlihat akrab,nGwen menempel pada Olivia sedangkan Olivia mendengus dalam hati. Ingin rasanya dia menendang Gwen sampai puas tapi dia tahan karena dia ingin mengerjai Gwen setelah ini.
Mereka menuju kesebuah restoran terkenal yang ada dikota itu, dimana untuk satu porsi makanan disana mencapai harga ribuan dolar.
Disana juga menyediakan anggur berkualitas bagus dengan harga ratusan juta perbotolnya, itu masih belum seberapa karena itu hanya anggur biasa menurut Olivia karena ada anggur yang lebih mahal lagi dengan harga miliaran untuk setiap botolnya.
Dia masih punya hati untuk mengerjai Gwen dan masih dalam batasnya, dia yakin Gwen masih mampu membayar semua itu.
Gwen hanya bisa tersenyum saja,ini demi mendapatkan kadal besar, saat dia mendapatkannya nanti dia tidak akan memikirkan masalah uang lagi untuk seumur hidupnya.
Yang pasti dia akan berusaha menyenangkan Olivia supaya tujuannya tercapai tapi dia tidak tahu, saat ini dia sedang dikerjai oleh Olivia.
"Gwen,vsetelah ini aku ingin pergi menemui kakakku apa kau mau ikut?" tanya Olivia memancing karena dia ingin lihat apa tujuan Gwen.
"Wah, bolehkah aku ikut?" Gwen tampak begitu bersemangat. Ini yang dia harapakan dan dia tidak menyangka Olivia akan masuk kedalam permainannya dengan mudah.
"Boleh, tapi tunggu sebentar aku ingin mencuci tangan." pinta Olivia.
"Baiklah aku tunggu."
Olivia bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Gwen sedangkan senyum licik mengembang diwajah Gwen saat melihat kepergian Olivia, dia juga berkata dalam hati:
"Gadis kaya bodoh, gampang dimanfaatkan!"
Tapi Gwen tidak tahu, Olivia sudah keluar dengan diam-diam meninggalkannya, dan sekarang dia tahu sepertinya Gwen mendekatinya karena ingin mengenal kakaknya.
Jangan pernah harap dia mau mengenalkan Gwen pada kakaknya!
Yang pasti siang itu, Gwen kesal setengah mati karena telah menunggu Olivia yang tidak kembali selama berjam-jam dan kesal karena harus membayar makanan dan anggur dengan harga fantastis.